0

Mengenal lebih dekat dengan terapi perilaku

Apa itu terapi perilaku?
Terapi perilaku adalah suatu pendekatan atau intervensi kepada seseorang untuk merubah atau menghilangkan perilaku negatif menjadi perilaku yang sewajarnya dan tidak membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lagi. Melalui terapi perilaku, anak akan belajar banyak konsep dan salah satunya adalah konsep sebab akibat. Adapun tujuan terapi perilaku ini adalah supaya terciptanya perilaku baru yang lebih baik dari sebelumnya, anak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri tidak bergantung pasa orang lain dan anak dapat bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi perilaku?

Terkadang kita merasa aneh dan was was mendengar kata terapi. Tak sedikit juga orang tua yang beranggapan bahwa terapi (khususnya terapi perilaku) adalah penanganan untuk anak dengan gangguan yang serius. Padahal terapi dapat diberikan bukan hanya kepada anak dengan gangguan serius saja. Anak yang suka marah-marah (emosi), anak yang terlalu pasif, anak yang sulit konsentrasi belajar, anak yang sulit di atur bahkan anak yang baru mempunyai adik (cemburu) yang selalu bertingkahpun bisa mendapatkan layanan terapi ini (pembentukan karakter).

Untuk anak yang sudah terlihat memiliki hambatan perkembangan dari segi sosial, bicara dan tingkah lakunya seperti autisme, speech delay, down syndrom, celebral palsy, disleksia dll baiknya segera diberikan layanan ini (sesuai kebutuhan). Biasanya untuk anak speech delay, sebelum mengikuti terapi wicara sebaiknya diberikan layanan terapi perilaku terlebih dahulu (atau berdampingan) karena tidak sedikit anak dengan keterlambatan bicara pasti memiliki hambatan sosial juga yang perlu diarahkan.

Dimana layanan terapi perilaku bisa didapatkan?

Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Namun sayang, setau saya layanan terapi ini belum banyak ditemukan di SLB- SLB Bandung. Hanya beberapa SLB yang menyediakan layanan ini.

Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

Waktu yang tepat untuk penerapan terapi perilaku (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

Terapi perilaku sebaiknya diberikan pada awal penanganan pada anak berkebutuhan khusus sebelum dilakukannya terapi lainnya dengan tujuan agar anak lebih paham dan mengerti instruksi dan sudah bisa duduk diam apalagi untuk anak autism dan hyperaktif. Layanan terapi perilaku lebih didahulukan sebelum terapi wicara.

Jika untuk anak dengan gangguan atau hambatan perkembangan lainnya seperti kesulitan mengontrol emosi, sulit konsentrasi juga anak yang tidak bisa diatur/ tidak disiplin maka sebaiknya, setelah dirasakan tingkah lakunya mengganggu aspek perkembangan lainnya maka segeralah diberi tindakan terapi perilaku.

Apa saja yang dilakukan anak selama terapi perilaku?

Selama terapi perilaku, kunci pertama yang diajarkan adalah pembentukan kontak mata dan kepatuhan. Ini berlaku untuk semua anak sesuai kekampuannya. Terlebih untuk anak autis yang memang sulit melakukan kontak mata dan kepatuhan. 

Kontak mata saat dipanggil, kontak mata saag instruksi juga kontak mata saat dipanggil dari jauh. Kepatuhan saat menjalankan instruksi ataupun materi yang diberikanpun butuh pembiasaan. Dari mulai instruksi yang sederhana seperti duduk dan berdiri.

Metode ABA adalah metode yang banyak dipakai untuk penanganan melalui terapi perilaku. Metode ini terukur dan terstruktur dengan baik. Adapun kurikulum didalamnya meliputi:

  1. Kemampuan kontak mata dan kepatuhan
  2. Kemampuan menirukan (gerakan)
  3. Kemampuan bahasa reseptif
  4. Kemampuan bahasa ekspresif
  5. Kemampuan pra akademik
  6. Kemampuan akademik dan
  7. Kemampuan bina diri

Semua materi yang diberikan sudah terstruktur dari mulai kegiatan yang mudah hingga yang sulit dan dapat di ukur karena selalu ada catatan hasil perkembangan setiap harinya, juga evaluasi setiap tiga bulan.

Materi yang didapatkan setiap anak berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan anak yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi.
Semoga bermanfaat bunda.*

Advertisements
0

Tutorial Massage Dan Oromotor Untuk Merangsang Kemampuan Bicara Anak

Kemampuan bicara anak pada umumnya mulai berkembang pada usia 8 bulan. Pada masa ini, orang tua seharusnya sudah mulai menstimulasi kemampuan bicara anak dengan berbagai cara seperti mengajak ngobrol, membacakan cerita, bernyanyi dan bila perlu berikan pijatan halus dan sederhana di area mulut anak agar otot bagian sekitar mulut tidak kaku. Pada dasarnya, perkembangan anak akan berjalan sendiri seiring dengan pertumbuhan umurnya. Namun ada beberapa anak yang memang membutuhkan stimulus dan perhatian lebih untuk dapat berkembang baik. Biasanya orang tua mulai khawatir jika anak usia 2 tahun tetapi belum dapat berbicara atau hanya dapat mengeluarkan satu atau dua kata. Pada zaman sekarang yang serba canggih, kita dapat mencari informasi dengan mudah melalui internet, dan orang tuapun lebih cepat tanggap terhadap hal seperti ini. Maka dari itu sudah mulai banyak anak dengan usia 2 – 3 tahun yang belum bisa bicara kini mendapatkan layanan yang tepat.

Banyak hal yang dapat menyebabkan anak terlambat bicara seperti:

  • Mengalami hambatan pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

  • Anak terlalu sering melihat handphone atau televisi (penonton pasif)

Dari beberapa kasus yang saya temui, ini menjadi penyebab yang paling banyak membuat anak menjadi terlambat bicara. Anak asik menikmati gambar dan mendengarkan suaranya saja. ditambah lagi dengan kurangnya bimbingan/ arahan orang tua saat menonton televisi atau memainkan handphone. Bukan berarti anak jangan nonton tv lho ya bun, menonton tv atau bermain handphone termasuk hiburan dan pembelajaran juga untuk anak, tetapi tetap harus didampingi orang tua seperti diberikan instruksi menirukan suara yang ada di tv dan membahas gambar yang muncul di tv. Harus diingat juga bunda, menonton tv dan main handphone jangan terlalu lama. Berinteraksi dan bermain dengan bunda.

  • Kurangnya stimulus dari lingkungan

Pada anak usia dibawah 5 tahun adalah masa keemasan anak. Dimana anak akan cepat menyerap dan menerima pembelajaran. Maka dari itu orang tua harus memberikan stimulasi kepada anak dengan kegiatan yang sesuai dengan usianya dari mulai kemampuan motorik, bicara, indra ataupun kognitif.

  • Faktor keturunan

Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

  • Dimanjakan yang berlebihan

Dalam hal ini biasanya anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus mengutarakan dan menyampaikannya kepada orang lain. Dengan itu anak akan menjadi malas bicara dan pastinya lebih manja. Ingat bunda, kita harus MENGASIHI anak dengan memberikan apa yang mereka butuhkan bukan MENGASIHANINYA dengan melayani dan memverikan apa yang dia mau.

Cara menangani anak terlambat bicara

Batas toleran anak belum dapat bicara satu katapun yaitu 18 bulan. Jika pada umur itu anak belum mengoceh ataupun babbling, maka segeralah bawa ke dokter. 

Untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan penyebab adanya gangguan pendengaran, maka konsultasikan terlebih dahulu pada dokter dan jika perlu, pakaikanlah alat bantu mendengar agar anak dapat berinterasi. Anak dengan gangguan pendengaran pasti memiliki gangguan bicara juga. Maka dari itu, jika anak sudah memakai alat bantu dengar, berikan layanan speech therapy untuk anak agar anak dapat berbicara dengan jelas.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk manangani anak dengan terlambat bicara. Penanganan sedini mungkin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan perkembangan anak kedepannya. Sebelum pergi ke dokter untuk konsultasi, maka ada baiknya bunda coba berikan stimulus terlebih dahulu pada anak untuk merangsang kemampuan bicaranya yaitu dengan cara memberikan pijatan/ massage oromotor.

Berikut saya bagikan tutorial massage

Siapkan baby oil ya bunda, supaya licin nanti pas massage. Kondisikan anak berbaring. Kalau anaknya banyak gerak, boleh posisi bunda di belakang anak. Ciptakan suasana yang nyaman. Bila perlu supaya anak anteng, kasih mainan dulu biar dia gak sadar lagi di massage *trikjituaku.

Oke kita mulai tutorialnya. 

*pijat bersamaan tangan kanan dan kiri ya bun

  1. Pijat pipi anak memutar ke arah atas 5-7 kali. 
  2. Tarik bagian bawah hidung ke arah bawah tulang pipi sampai bawah telinga 3-5 kali. 
  3. Tarik bagian atas bibir ke arah samping bawah. Tarik bagian bawah bibir bawah ke arah pipi 3-5 kali. 
  4. Pijat/ tekan titik warna putih, merah, biru, kuning dan hitam selama 3 kali putaran bersamaan kanan dan kiri (warna yang sama). 
  5. Pijat memutar dengan jari telunjuk mulai dari kanan titik warna putih, merah, biru, dan seterusnya sampai ketemu titik putih lagi. lakukan 3 kali putaran. 
  6. Pijat memutar bagian pangkal rahang atas/ bawah telinga dan bagian pelipis 3 kali (bagian yang bergerak saat membuka mulut). Yang bagian bawahnya bukan pipi ya bun. tapi bawah telinga. 
  7. Pijat/ tekan bagian titik dari mulai bawah telinga, sampai ke bawah dagu bersamaan kanan dan kiri 3 kali. 

Tutorial oromotor

Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Alat yang dipakai untuk oromotor adalah toothbrush.

Jenis toothbrush:

1. Silicone finger toothbrush

Kalau saya pribadi lebih nyaman pake ini buat pijat anak. Soalnya tekanannya bisa kita rasakan langsung jadi bisa kita kontrol tekanannya. Cuman susahnya sih pas pijat bagian lidah dan langit-langit, kadang suka kena gigit anak ūüėā.

2. Training toothbrush set

Nah kalau pakai yang ini, enaknya kita bisa lebih leluasa menjangkau bagian dalam mulut anak tanpa takut kena gigit. Cuman gak enaknya saya suka takut pijatnya kekencengan.

Training Toothbrush Set dapat digunakan untuk semua tahap pertumbuhan gigi. Tahap 1 (pegangan putih) memiliki pelindung keamanan untuk latihan menggunakan sikat gigi di dalam mulut. Tahap 2 (pegangan hijau) memiliki bulu sikat yang lembut untuk gusi bayi. Terakhir adalah Tahap 3 (pegangan kuning) sesudah semua gigi susu tumbuh. Ujung bulu sikatnya yang bulat lembut dan halus terhadap gusi bayi.

Cara oromotor menggunakan toothbrush:

  1. Tekan bagian bibir atas 3-5 detik kemudian bibir bawah 3-5 detik 3 kali bergantian (posisi telunjuk memanjang/menyamping).
  2. Pijat bagian pipi dalam sampai menggelembung. Pijatlah hingga pipi anak tidak terasa kaku. Lakukan dari pipi kanan – pipi kiri bergantian 3 kali.
  3. Pijat memutar bagian gusi dari atas, masuk ke gusi ujung atas, gusi bawah kanan – kiri sampai kembali bertemu ke titik awal pijat. Lakukan 3 kali putaran.
  4. Pijat bagian langit-langit dari arah depan (dekat gigi) sampai bagian tengah langit-langit (3 titik) 3 kali.
  5. Pijat bagian lidah, dan sikat lidah ke arah depan.

Dengan sering melakukan massage wajah dan otomotor kepada anak, apalagi anak dengan keterlambatan bicara, akan membantu melemaskan otot wajah yang kaku, dapat meningkatkan keterampilan makan/ mengunyah, menambah nafsu makan, dan yang pasti meningkatkan perkembangan bicara anak.

Massage dan oromotor ini bermanfaat bukan hanya untuk anak yang terlambat bicara aja ya bun. Untuk bayi diatas 6 bulan juga bisa agar merangsang kemampuan bicaranya, agar lahap makan, melatih anak untuk mengunyah juga mengurangi intensitas “ences” anak saat anak akan tumbuh gigi. Saya juga suka praktekin massage dan oromotor ini untuk anak saya dan alhamdulillah sekarang berisik mulu ngoceh ngoceh ūüėÄ. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba bunda.

0

Mengatasi Phobia Sekolah pada Anak

Phobia sekolah adalah kecemasan atau ketidaknyamanan berada di sekolah.  Hal ini sering terjadi pada anak balita dan anak yang akan mulai masuk sekolah TK, SD ataupun SMP. kecemasan yang mereka rasakan membuat mereka enggan untuk pergi ke sekolah mereka akan melakukan trik atau alasan agar mereka tidak sekolah seperti menangis atau berpura-pura sakit agar orang tua bisa meng’iya’kan kemauannya untuk tidak sekolah. Keesokan harinya merekapun akan melakukan trik itu lagi karena dengan cara itu mereka berhasil untuk tidak pergi kesekolah lagi seperti hari-hari sebelumnya.

Ada beberapa penyebab phobia sekolah contohnya:

  • Pengalaman olok-olok teman
  • Pengalaman dimarahin guru
  • Tidak percaya diri
  • Tidak ingin pisah dengan orang tua/ibu
  • Tidak merasa nyaman dengan lingkungan
  • Malas belajar
  • Lingkungan baru
  • Anak sulit sosialisasi dan adaptasi

Adapun jenis phobia sekolah yaitu:

  1. Phobia jangka waktu pendekPhobia sementara hanya berlangsung pada awal sekolah selama 3 – 2 mingguan. Biasanya phobia ini terjadi pada anak usia balita (tidak mau berpisah dengan ibu) atau pada anak yang mulai masuk sekolah baru (adaptasi lingkungan dan orang baru).
  2. Phobia jangka waktu panjangPhobia jangka waktu lama biasanya berlangsung bertahun-tahun bahkan selama anak bersekolah disekolah itu. Hal ini terjadi karena pada awal sekolah (pada awal terjadi phobia) tidak ditangani dengan baik sehingga anak merasa terpola mengatur semua semaunya/atas kehendaknya. Sekolah dengan ditemani mama atau menolak sekolah jika ada kegiatan yang tidak disukainya. Jika ini sudah terjadi, anak merasa hal ini wajar dan anak tidak akan mendengarkan nasihat dari orang lain karena yang ia butuhkan hanya berada disamping ibunya setiap ia mau termasuk saat sekolah.

Keterikatan anak dengan ibu yang berlebihan dapat membuat pola perilaku anak yang ketergantungan dengan ibunya. Selain itu, anak yang tidak biasa belajar dirumahpun menjadi salah satu penyebab phobia sekolah. Anak tidak merasa nyaman disekolah karena disekolah ia harus belajar dan berpikir. Sedangkan dirumah, ia bisa main dan apapun yang ia mau bisa didapatkan. Persepsi anak yang mengalami phobia sekolah itu perlu kita luruskan. Anak harus mengerti pentingnya sekolah, serunya bermain dengan teman-teman di sekolah, belajar dengan nyaman dan menyenangkan dan menghapus persepsi beruk anak terhadap sekolahan beserta orang-orang di lingkungannya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega saat anaknya menangis dan menolak sekolah. Hal ini wajar saja, namun demi kebaikan dan kelancaran belajar anak, ibu harus belajar mencoba dan mempercayakan semua pada guru. Kepercayaan penuh terhadap guru akan membuat guru merasa dihargai dan berusaha lebih giat untuk memberikan layanan yang terbaik.
Ajaklah anak berdiskusi tentang hal apa saja yang membuat ia enggan pergi ke sekolah. Jika alasannya karena ketidak nyamanan dengan teman, guru atau lingkungannya, maka mintalah bantuan guru kelas untuk bersama-sama mengatasi masalah ini.
Phobia sekolah ini seperti hal sepele yang mungkin orang lain akan beranggapan bahwa  semua anak sama, akan mengalami phobia sementara. Namun beda halnya jika phobia yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan benar. Phobia sekolah akan berkelanjutan sampai anak besar dan pastinya akan membuat orang tua kebingungan.

Cara mengatasi phobia sekolah yaitu dengan menghadapi sekolah itu sendiri dan menekankan pentingnya sekolah. Apapun alasan yang dilakukan anak (manipulasi dengan menangis atau sakit), anak harus tetap berangkat kesekolah. Anak harus mengalami sendiri beberapa pengalaman disekolah dan merasakan serunya sekolah, amannya sekolah, senangnya bermain debgan teman teman dan hal positif lainnya jika sekolah. Dengan merasakan sendiri, pelan pelan persepsi buruk terhadap sekolah akan terhapuskan dan anak akan kembali percaya diri di sekolah. Jika anak dibiarkan tidak ingin sekolah atau sekolah dengan terus didampingi ibu, anak akan sulit mandiri dan phobia akan berkelanjutan.

Rangkulah anak oleh seluruh anggota keluarga, perbaiki kedekatan anak dengan anggota keluarga, agar anak tidak selalu dengan dengan ibunya.

Bila perlu, konsultasikan masalah phobia sekolah dengan psikolog agar orang tua tau penyebab dan cara yang tepat untuk mengatasinya. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikolog karena beranggapan  bahwa anak anda baik baik saja, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Siapa saja yang merasa mengalami ketidak wajaran tingkah laku atau kecemasan berlebihan terhadap sesuatu, bisa berkonsultasi ke psikolog.
Tetaplah berpikir positif dan tegas terhadap anak yang mengalami phobia. Phobia sekolah harus ditangani sedini mungkin maksimal sampai anak kelas 3 SD. Jika lebih dari itu, akan sulit merubah persepsi dari anak yang memiliki ketakutan akan sekolah.

0

Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak

Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. juga ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
Persiapan yang dibutuhkan:

  • Diapers (untuk tahapan pertama)
  • Trainingpant (supaya saat terjadi kebocoran tidak jatuh ke lantai)
  • Kursi untuk duduk anak (posisikan dekat pintu kamar mandi)
  • Lap pel
  • Minyak telon (biar gak masuk angin)
  • Timer

Tahapan pertama:

Anak masih menggunakan diapers ya bunda. 

  • Beri waktu satu jam setelah anak mandi, ajak anak ke kamar mandi (posisi pipis), tunggu sekitar 2-3 menit sampai anak benar-benar pipis. Jika anak tidak pipis, pakaikan kembali diapers dan tambahkan waktu 5-10 menit, ajak lagi anak ke kamar mandi sambil perkenalkan “ini namanya pipis, dede mau pipis/ dede sedang pipis”. 
  • Jika anak berhasil pipis di kamar mandi, berikan reward dan lihat reaksi anak.
  • Setelah tau berapa menit jarak anak pipis, lakukan pada jam berikutnya.

Tahapan kedua:

Pada tahapan ini, anak sudah mulai pakai trainingpant ya bun. Trainingpant ini bisa menampung air kencing 1x agak tidak jatuh ke lantai dan anak akan merasa risih karena merasakan basah.

  • Seperti tahapan pertama, ajak anak ke kamar mandi 1 – 1,5 jam sekali untuk pipis.
  • Jika anak banyak minum, kurangi beberapa menit jarak pipisnya karena akan lebih sering pipis.
  • 5 menit sebelum jadwal ke kamar mandi, posisikan anak duduk di kursi dekat kamar mandi. Setelah waktunya, barulah ajak anak ke kamar mandi untuk pipis. 
  • Berikan penjelasan tentang kegiatan “pipis”.
  • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

Tahapan ketiga:

Sama seperti tahapan yang kedua.

  • Posisikan anak duduk dikursi 5 menit sebelum jadwal pipis dan tunggu sampai anak masuk sendiri ke kamar mandi. Jika masih belum merespon sendiri pada saat waktunya pipis, ajaklah kembali ke kamar mandi (dibantu).
  • Berikan penjelasan kegiatan “pipis”
  • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

Selama tahapan 1-3, untuk malam hari masih menggunakan diapers ya bun, atau kalau tidak, boleh menggunakan alas agar pipis anak tidak kena sprai.

Biasakan pipis sebelum tidur.

Ketika bepergian, disarankan pakai diapers dulu. Ajaklah anak pipis saat akan berangkat dan sampai di tempat tujuan.

Nah, kalau untuk BAB caranya hampir sama bunda. Bedanya hanya pada jarak waktunya saja. Pada umumnya jadwal BAB akan selalu/ hampir sama pada setiap harinya kecuali ada gangguan pencernaan. Maka kita akan lebih mudah mengajarinya. Jika sudah mendekati waktunya anak BAB, ajaklah ke kamar mandi dan posisikan anak untuk BAB. Tunggu kurang lebih 5-7 menit sambil beri penjelasanengenai BAB. Ciptakan suasana yang menyenangkan agat anak tidak bosan. Setelah anak berhasil BAB di closet, berikan reward yang menyenangkan ya bun. Jika belum bisa, kembali keluar dan tambahkan beberapa menit baru ajak kembali ke kamar mandi.

Toilet training ini membutuhkan banyak kesabaran lho bunda. Bukan hanya anak saja yang mengalami penyesuaian. Bunda juga pastinya butuh penyesuaian mesti bolak balik kamar mandi padahal biasanya santai-santai saja karena anak pakai diapers ūüėÖ (betul apa betul bunda). Sabar ya bunda, namanya juga anak lagi belajar. Biasanya toilet training ini goal dalam 1 sampai 8 minggu, tergantung kemampuan anak mengerti konsepnya (untuk anak normal). Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan membutuhkan waktu lumayan lama.

Kerjasama semua pihak yang ikut mengurusi anak juga penting bun. Komunikasikan program toilet training ini dengan pengasuh, nenek-kakek dan suami. Oia bunda, bila perlu berikan minyak telon agar anak tidak masuk angin karena kena air terus (masih penyesuaian). Siapkan sabar juga yang banyak ya bun ūüėĄ. 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

2

‚ÄčPentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Anak merupakan aset terbesar orang tua untuk masa depan. Banyak harapan besar yang ditumpukan oleh orang tua kepada mereka. Demi kemajuan anak orang tua bisa mengorbankan apa saja termasuk pendidikannya. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan bagi anak.
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan juara kelas dengan menjejalkan berbagai macam les mata pelajaran di luar jam sekolahnya seketika dia masuk di sekolah dasar. Tanpa adanya bekal yang cukup, tuntutan orang tua yang seperti demikian hanya akan membebani anak.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,80% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Bolehkah anak usia dini diajarkan berbagai macam materi?

Pada usia 3-6 tahun biasanya orang tua memasukan anaknya ke sekolah sekolah supaya anaknya bisa diajarkan berbagaimacam kemampuan dan keterampilan. Tapi mesti ingat bunda, pada usia 3-6 tahun anak boleh saja dikenalkan berbagai macam pelajaran namun jangan sampai kita memaksakan dengan memberikan berbagai jenis les dan pembelajaran dengan tujuan anak supaya pintar segalanya. Pembelajaran pada anak usia dini haruslah menyenangkan agar mereka tidak merasa sedang belajar. Mereka tetap merasa nyaman dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Pada usia 3-6 tahun adalah masa anak bermain, mereka boleh saja belajar angka, huruf, baca dan tulis namun. Kita harus melihat kemampuan anak tersebut. Jangan sampai masa kanak kanaknya hilang, masa bermain dengan teman seusianya terenggut dengan banyak kegiatan belajar dengan tuntutan harus sudah bisa ini itu. Biasanya, anak dengan banyak materi yang di dapatkan pada usia dini, mereka akan menjadi anak yang pemarah, jail dan berontak pada usia 6-8 tahun. Mereka merasa tertekan dengan tuntutan pelajaran yang selalu diberikan. 

Anak saya suka menolak belajar, apakah dia belum siap atau memang tidak tertarik ya? Bagaimana cara mengatasinya?

Kita sebagai orang tua harus peka memperhatikan setiap respon dan perkembangan anak dalam setiap pembelajaran yang di dapatkan. Jika dilihat anak mampu dan senang dengan berbagai kegiatan dan pembelajar yang diberika, maka lanjutkanlah. Jika memang agak sulit, maka tidak usah dipaksakan. Perlu diingat juga bahwa kemampuan setiap anak berbeda bunda, jadi tidak usah sedih saat kemampuan anak kita dibawah anak lain.

Jika anak mengalami kesulitan atau penolakan dalam belajar, Kita harus pandai memperhatikan penyebabnya dan mengetahui cara menanganinya. Misalkan,

  1. Jika anak belum bisa menerima materi dengan baik dan sulit fokus, maka kita harus ajarkan anak kita untuk bisa fokus dan konsentrasi dengan baik. Salah satunya dengan kegiatan brain gym (ada pada artikel sebelumnya), berbagai aktifitas fisik lainnya, juga dengan memberikan kegiatan seperti menggunting atau mencocok gambar. Melalui beberapa kegiatan teraebut, kefokusan anak akan terlatih menjadi lebih baik.
  2. Jika anak menolak menulis, mungkin saja anak belum siap menulis misalkan keterampilan memegang pensilnya belum begitu bagus, anak merasa kesakitan saat menekan pensil (otot jari lemas), maka latihan motorik halus sangat dibutuhkan anak. Berikan pijitan kecil pada telapak tangan anak dan jari jari anak. Selain itu, berikan anak mainan edukatif seperti ronce, puzzle dan juga beri kegiatan memindahkan biji-bijian dari mangkuk ke mangkuk lain menggunakan tiga jari, anak belajar membawa beban ditangannya seperti menenteng tas kecil yang diberi beban sesuai usianya. Semua kegiatan itu bertujuan untuk mnguatkan otot jari tangan agar anak siap menulis dengan cara memegang pensil yang baik.
  3. Jika anak sering menolak belajar dan selalu mengalihkan perhatian, terapkan metode behavior terapi. Berikan reward yang disukai anak setia anak melakukan kegiatan yang diperintahkan/ menyelesaikan tugas. Lakukan dengan konsisten dan tegas. Buatlah susana belajar yang menarik agar anak mau mengikuti pembelajaran.
  4. Anak tidak percaya diri dan pemalu. Berikan terus ia semangat dan biarkan ia melakukan kegiatan/ menyelesaikan materi sendiri dan jangan lupa berikan reward untuk penyemangat anak. Jangan terlalu sering menatap mata anak saat memberikan instruksi atau materi. Terkadang kita harus pura-pura cuek dengan respon anak saat kita memberikan materi/perintah agar anak berani memulai / menjawab. Selalu libatkan anak dalam setiap kegiatan sangat berpengaruh terhadap kepercaya dirian anak.
  5. Berikan contoh yang baik. Ajarkan pendidikan agama dan sosial sedini mungkin. Karena anak mudah sekali meniru dibandingan dengan mengikuti nasehat orang tua. Maka, orang tua yang lebih kama bersama anak, maka orang tualah yang pertama menjadi contoh untuk mereka. Berikan contoh yang baik dan sederhana misalkan membuang sampah pada tempatnya, menyapa orang lain, berbicara lembut bahkan cara menolak sesuatu (menyampaikannketidak sukaan).

Kedekatan anak dan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Lakukanlah pembelajaran yang menarik di rumah. Dengan suasana yang menyenangkan, anak akan selalu bahagia, dan dengan hati yang bahagia, anak akan dapat menyerap materi dengan cepat dan tumbuh dengan baik.

Anak anak adalah penerus bangsa. Mendidik anak sedini mungkin kita bisa lakukan dirumah, dilingkungan luar, disekolah dan dimanapun tempatnya. Dengan didikan yang baik di waktu kecil, akan menjadi pondasi yang kokoh dan akan berpengaruh sampai mereka dewasa. Tetaplah menjaga kedekatan dan keharmonisan bersama keluarga karena anak yang bahagia berasal dari keluarga yang harmonis dan keluarga yang harmonis akan menghasilkan anak bangsa yang cerdas dan berbudi pekerti baik.

0

Pentingnya Belajar Matematika

‚ÄčMatematika merupakan keterampilan dasar dalam kehidupan dan aplikasinya yang bertebaran di seluruh lapisan masyarakat. Mengerjakan Matematika dengan keseriusan merupakan aspek penting dari pendidikan yang berhasil dan perlu perencanaan yang  tepat dari masa anak-anak sampai dewasa karena matematika memang sangat penting bagi kehidupan kita. 
Dan Berikut ini adalah alasan mengapa Kita harus belajar Matematika sejak dini.

1. Matematika mengajarkan keterampilan pemecahan masalah
Masalah dalam matematika dan cara penyelesaiannya dapat anak terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika siswa memecahkan masalah matematika di berbagai cabang, mereka sudah dibekali dengan kemampuan untuk mengatur informasi, mengatur ulang informasi dan uji kebenaran iformasi.
2. Belajar untuk hidup cerdas
Ada berbagai kesempatan dalam kehidupan di mana kita harus menggunakan kemampuan matematika untuk penyelesaiannya contohnya Menghitung seberapa panjang jalan yang dilalui dari rumah ke sekolah, memeriksa garansi produk, pintar mengemudi tanpa membuang-buang waktu dan bahan bakar, membeli bahan makanan di toko bahkan membuat bangunan semuanya berdasarkan ilmu matematika, pengetahuan tentang ilmu matematika juga digunakan untuk mengambil  keputusan yang tepat.
3. Matematika membuka wawasan tentang pelajaran akademik lainnya
 Matematika adalah pintu gerbang untuk mata pelajaran Sains seperti Fisika, ilmuTeknik, akuntan dan ekonomi. Dengan  keterampilan Matematika maka pelajaran lainnya akan terasa mudah dipahami karena dasarnya tetap matematika.
4. Matematika menyediakan Lapangan kerja yang luas dan menjanjikan
Matematika merupakan keterampilan yang dapat mengantarkan kita menuju karir yang gemilang karena dengan keterampilan matematika kita bisa mendapat pekerjaan yang menjanjikan seperti, programemer computer, Pedagang besar, Ekonoi, Arsitek Guru, Dosen Bahkan Dokter. Memang mata pelajaran lainpun berpeluang menyediakan lapangan kerja yang banyak dan menjanjikan tetapi tidak sebanyak dan semenjanjikan matematika.

5. Matematika bisa Membuktikan bahwa kita cerdas di tempat kerja
Keterampilan Matematika menawarkan kita kepada kemampuan analitis, struktur dan keterampilan organisasi. Setiap Atasan (bos) mengharapkan karyawannya untuk menghadapi situasi yang menantang di tempat kerja dengan otak analitis dan memberikan solusi untuk segala situasi. Keterampilan matematika dapat membentuk kemampuan analitis seseorang.
6. Dengan matematika Kita menjadi orangtua yang baik di masa depan:
Kita hari ini masih berstatus sebagai siswa, tetapi siswa hari ini adalah orang tua besok dan mereka yang memiliki kemampuan Matematika yang kuat tentunya akan mampu menanamkan keterampilan matematikanya  kepada  anak-anak mereka. Kita dapat membesarkan anak-anak kita dengan pengetahuan ilmu Matematika yang tentunya akan sangat berdampak baik bagi kehidupan anak-anak kita kelak.
Banyak faktor yang membuat upaya kita sukses dalam memperoleh keterampilan Matematika. Salah satunya adalah motivasi dengan motivasi positif dari guru terhadap pembelajaran Matematika . Guru harus membuat siswa terinspirasi dan merangsang kepekaan otak kita dengan matematika. Ini harus dimulai dari anak usia dini dari pelajar muda untuk mempromosikan sikap belajar yang positif mereka terhadap Matematika.

0

CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA

Halo assalamualaikum
Sudah lama rasanya saya tidak memposting artikel disini. Kebetulan 4 bulan yang lalu saya telah melahirkan anak pertama saya tepatnya pada tanggal 8 April 2016 yang diberi nama Elnino Putra Sunarya.

image

Ini Nino sama ayahnya waktu umur 1 bulan

Terlalu keasikan mengurusi sang bayi jadi belum sempat menulis lagi. Sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan memiliki buah hati yang sangat lucu. Biasanya saya hanya bermain bersama murid-murid saya dan sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan bermain dengan putra saya sendiri. Memang benar sangat terasa perubahan yang berbeda di hidup saya setelah adanya pangeran kecil ini. Setiap hari kita lalui bersama karena kebetulan baru satu minggu saya cuti kerja saya langsung lahiran dan saya memiliki banyak waktu untuk mengurusi pangeran kecil ini. Sibuk memang dan sayapun merasakan kelelahan karena mengurusi bayi sendiri namun semua itu saya nikmati dan saya syukuri karena dengan itu saya bisa membangun chemistry yang erat dengan pangeran kecil ini.

Haduh, malah jadi curhat gini ya ūüėÄ
Maaf maaf, baiklah dikesempatan kali ini saya akan membahas mengenai CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA. Sedikit nyambung kan dengan cerita saya di atas hehehe.

Menjalin kedekatan dengan anak merupakan hal yang mesti diupayakan oleh orangtua. Namun, tak banyak orangtua yang paham bagaimana cara membangun kedekatan dengan anak sesuai usia mereka.

Anda mungkin pernah mendengar istilah bonding. Bonding adalah suatu keterikatan antara orangtua dan anak. Dalam ilmu psikologi, bonding kerap diartikan dengan keterikatan pada beberapa hari hingga beberapa minggu setelah kelahiran anak. Para ahli psikolog lebih suka menyebut proses pembentukan kedekatan tersebut dengan istilah attachment.

Tiga tahun pertama
Seorang ahli psikologi, John Bowlbymengembangkan suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa tiga tahun pertama hidup seorang anak adalah waktu paling baik untuk pengembangan kedekatan antara orangtua-anak. Studi Bowlby kemudian dikembangkan oleh koleganya, Mary Ainsworth yang kemudian mengklasifikasikan bentuk-bentukattachment tersebut. Dari studi Ainsworth, kita mengetahui bahwa sebagian besar anak sebetulnya mengalami perasaan aman terhadap orang tuanya (secure attachment). Sementara ada sebagian kecil yang mengembangkan perasaan tidak aman (insecure).

Secure vs insecure
Studi attachment kemudian membuktikan bahwa anak  yangsecure cenderung berkembang lebih sehat dibandingkan anak insecure.Shaffer (2005) mengumpulkan berbagai penelitian yang membandingkan antara anak keduanya.

Anak yang secure terbukti memiliki karakteristik sebagai berikut:

Mampu memecahkan masalah dengan lebih baik
Lebih kreatif
Menunjukkan lebih banyak emosi positif
Lebih bisa bergaul karena lebih sensitif kepada teman-temannya
Lebih banyak inisiatif dan lebih mampu menjadi pemimpin
Lebih semangat belajar sehingga cenderung lebih berprestasi
Dan masih banyak kelebihan positif lain.

Sementara anak insecure cenderung menunjukkan karakteristik:

Lebih banyak menunjukkan kemarahan dan agresivitas
Sulit diatur
Mengalami gangguan psikologis
Dan beberapa kekurangan lain.

Tidak berhenti di masa kanak-kanak, ketika dewasa, individu secure pun berbeda dari invidu yang insecure.  Menurut  Miller (2012), mereka yangsecure cenderung lebih menghargai dan lebih bersahabat dengan pasangannya.  Sementara mereka yang insecure cenderung terus mencurigai pasangannya, lebih posesif, pemarah dan penuntut terhadap pasangannya sehingga cenderung bermasalah dengan pasangannya. Individu insecure lebih banyak terlibat dalam pertengkaran dengan orang lain di sekitarnya, bahkan banyak diantara mereka yang melakukan tindak kriminal.

Manfaat bagi orangtua
Bagaimana dengan orangtua yang berusaha menjalin attachment dengan anaknya? Ternyata mereka cenderung mengalami perkembangan individu yang lebih positif pula seperti berkurangnya egoisme, lebih bertanggung jawab, bahkan secara umum lebih bahagia. Artinya menjalin attachment tidak hanya menguntungkan buat perkembangan anak, namun juga menguntungkan untuk perkembangan orang tuanya.

Dua kata kunci
Ainsworth menekankan 2 kata kunci untuk meningkatkan kualitas attachment; sensitif dan responsif. Sensitif artinya orangtua betul-betul memahami apa yang sungguh dibutuhkan (bukan sekadar diinginkan) oleh anak. Contoh, orangtua perlu segera paham apa arti tangisan anak, apakah ia lapar, mengantuk, lelah atau karena lainnya. Responsif artinya segera mungkin memenuhi kebutuhan anak. Contoh ketika anak terjatuh, orangtua langsung menghentikan kegiatannya

Attachment yang secure buat anak-anak

Bagaimana menciptakan bentuk attachment yang secure untuk anak-anak. Ide-ide di bawah ini bisa dicoba :

0-6 bulan Menyusui bayi bukan hanya memberikan ASI tetapi membentuk attachment dengan cara pelukan, tatapan yang hangat dan diajak ngobrol.

6-12 bulan Terkandang menggendong dan memeluk perlu dilakukan pada anak namun kita juga harus memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi dunianya sendiri.

Batita Pastikan anak memiliki rutinitas harian misalnya makan, bermain dan tidur. Adanya keteraturan membuat anak merasa lebih aman karena ia bisa memprediksi apa saja yang harus ia lakukan.

Balita Ajak anak bermain apa yang digemari dan ajak pula ia mengobrol suatu topik dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami. Pada beberapa anak di usia ini akan banyak melakukan kenakalan-kenakalan yang akan menguji kesabaran kita sebagai orang tua. Disini kita di tuntut untuk tegas kepada mereka. Bukan berarti harus marah dan menyalahkan semua kenakalan mereka. Namun tetap mengarahkan dan mengingatkan agar mereka tidak bersikap seperti itu lagi. Kita tidak usah terlalu khawatir dengan kenakalan tersebut karena itu semua termasuk fase yang akan dialami setiap anak.

Anak usia sekolah Ketika anak mulai disibukkan oleh rutinitas sekolah, berikan dukungan dengan menemani ia belajar. Ketika anak mendapat nilai buruk jangan langsung dimarahi, namun bantulah ia mengatasi permasalahannya. Dukungan dan perhatian kita sangat berarti bagi mereka. Jika anda sibuk, luangkanlah waktu sebentar walau hanya untuk menemaninya mengerjakan PR.

Bagi Ayah:

Setiap orang tua perlu menyadari seberapa dekat dirinya dengan sang buah hati, termasuk ayah. Sebagai orang tua, kita perlu berupaya untuk merespon kebutuhan emosional anak, sehingga anak pada akhirnya merasa dimengerti dan dihargai. Setiap anak memiliki kebutuhan akan afeksi dan perhatian yang berbeda, tergantung kepribadian dan tempramennya.
Bonding atau keterikatan tidak hanya terjadi pada Ibu dan bayi saja. Saat ini ayah juga bisa memiliki dan menciptakan keterikatan yang erat dengan si kecil. Beberapa dari para ayah mungkin akan bertanya mengenai apa yang dapat ayah lakukan untuk menciptakan bonding dengan si kecil?
Beberapa kegiatan berikut dapat ayah coba untuk menciptakan bonding dengan si kecil:

Mengusap perut Ibu dan mulai mengajak bicara si kecil 
Sejak si kecil masih dalam kandungan, ayah sudah dapat memulai melakukan bonding dengan si kecil dengan cara mengusap perut Ibu dan mengajak si kecil berbicara. Cara ini di yakini akan membuat si kecil merasa aman, nyaman, terlindungi, dan si kecil akan merasa disayangi. Memberikan komunikasi yang intensif dengan mengajak bicara si kecil sejak masih didalam kandungan juga diyakini akan menciptakan dan membangun bonding yang kuat antara ayah dan si kecil.

Menghadiri kelahiran si kecil 
Usahakan untuk ayah menghadiri kelahiran si kecil, selain kehadiran ayah akan memberikan semangat untuk Ibu, kehadiran ayah di saat si kecil dilahirkan akan membuat si kecil melihat untuk pertama kalinya siapa ayah dan ibunya. Apabila keadaan memungkinkan dan dokter mengizinkan, ayah dapat memotong tali pusat si kecil setelah dilahirkan. Hal ini dapat menciptakan ikatan batin antara ayah dan si kecil.

Ikut serta dalam membesarkan si kecil 
Ayah juga harus ikut serta dalam membesarkan si kecil, ayah harus memberanikan diri untuk menggendong si kecil, memandikan si kecil, menggantikan popok, memakaikan baju, ikut menyuapi si kecil, menemani Ibu saat si kecil diajak kedokter untuk imunisasi atau pemeriksaan rutin, membacakan dongeng sebelum si kecil tidur.

Mengajak si kecil bermain 
Bermain dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan dan juga dapat menjadi cara untuk ayah menunjukan kecintaan dan menjalin kedekatan dengan si kecil.

Semakin banyak dan semakin sering ayah melakukan kegiatan bersama si kecil, maka akan semakin memperat ikatan antara ayah dengan si kecil.
Jangan biarkan anak kita merasa lebih nyaman berada dengan orang lain dibandingkan bersama orang tuanya sendiri. Sesibuk apapun, luangkanlah waktu untuk mereka. Kebutuhan mereka bukan sekedar materi namun perhatian dan waktu luang dari orang tua. Buatlah mereka merasa bangga dan bahagia menjadi anak anda.