0

TERAPI OKUPASI

image

Jenis-jenis terapi okupasi, pada umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan:

1. Obyek Terapi Okupasi

(a).  Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll.
(b) Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.

2. Tujuan Terapi Okupasi

(a) Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
(b) Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri & memupuk semangat kerja

3. Bentuk Kegiatan Aktivitas (Okupasi)

(a) ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
(b) Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.

4. Anggota Terapi Okupasi

(a) Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
(b) Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan

Menurut Creek (2003) okupasi terapi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut dengan occupational performance yaitu, activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang).

Bagaimanapun setiap individu yang hidup memerlukan ketiga komponen tersebut. Individu-individu tersebut perlu melakukan perawatan diri seperti aktivitas makan, mandi, berpakaian, berhias, dan sebagainya tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Individu juga perlu bekerja untuk bisa mempertahankan hidup dan mendapat kepuasan atau makna dalam hidupnya.

Selain itu, penting juga dalam kegiatan refresing, penyaluran hobi, dan pemanfaatan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat disela-sela kepenatan bekerja. Semua itu terangkum dalam terapi okupasi yang bertujuan mengembalikan fungsi individu agar menemukan kembali makna atau arti hidup meski telah mengalami gangguan fisik atau mental.

Lebih lanjut, Jenis terapi okupasi menurut Rogers & Holm (2004) dan Creek (2003) yaitu:

(1) Aktivitas Sehari-hari

Aktivitas sehari-hari atau yang dikenal sebagaiActivity of Daily Living adalah aktivitas yang ditujukan untuk merawat diri yang juga disebut Basic Activities of Daily Living atau Personal Activities of Daily Living terdiri dari: kebutuhan dasar fisik (makan, cara makan,kemampuan berpindah, merawat benda pribadi, tidur, buang air besar, mandi, dan menjaga kebersihan pribadi) dan fungsi kelangsungan hidup (memasak, berpakaian, berbelanja, dan menjaga lingkungan hidup seseorang agar tetap sehat).

(2) Pekerjaan

Kerja adalah kegiatan produktif, baik dibayar atau tidak dibayar. Pekerjaan di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya biasanya menjadi bagian penting dari identitas pribadi dan peran sosial, memberinya posisinya dalam masyarakat, dan rasa nilai sendiri sebagai anggotayang ikut berperan.

Pekerjaan yang berbeda diberi nilai-nilai sosial yang berbeda padamasyarakat. Termasuk aktivitas yang diperlukan untuk dilibatkan pada pekerjaan yangmenguntungkan/ menghasilkan atau aktivitas sukarela seperti minat pekerjaan, mencari pekerjaan dan kemahiran, tampilan pekerjaan, persiapan pengunduran dan penyesuaian,partisipasi sukarela, relawan sukarela.

Pekerjaan secara individu memiliki banyak fungsi yaitu pekerjaan memberikan orang peran utama dalam masyarakat dan posisi sosial, pekerjaan sebagai sarana dari mata pencaharian, memberikan struktur untuk pembagian waktu untuk kegiatan lain yangdapat direncanakan, dapat memberikan rasa tujuan hidup dan nilai hidup, dapat menjadi bagian penting dari identitas pribadi seseorang dan sumber harga diri, dapat menjadi forum untuk bertemu orang-orang dan membangun hubungan, dan dapat menjadi suatu kepentingan dan sumber kepuasan.

(3) Waktu Luang

Aktivitas mengisi waktu luang adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu luang yang bermotivasi dan memberikan kegembiraan, hiburan, serta mengalihkan perhatian pasien.Aktivitas tidak wajib yang pada hakekatnya kebebasan beraktivitas. Adapun jenis-jenis aktivitas waktu luang seperti menjelajah waktu luang (mengidentifikasi minat, keterampilan, kesempatan,dan aktivitas waktu luang yang sesuai) dan partisipasi waktu luang (merencanakan dan berpatisipasi dalam aktivitas waktu luang yang sesuai, mengatur keseimbangan waktu luang dengan kegiatan yang lainnya, dan memperoleh, memakai, dan mengatur peralatan dan barang yang sesuai).

0

Cara Mengatasi Perilaku Anak dengan Cara Time Out

“Time out” (menyetrap) merupakan salah satu cara yang bisa digunakan orangtua untuk menghentikan perilaku anak yang tidak dikehendaki. Meskipun time out bisa dikatakan termasuk jenis hukuman, orangtua tidak perlu mengkhawatirkan bahwa hukuman ini akan membawa trauma psikologis ataupun membawa dampak negatif bagi relasi orangtua dan anak. Jauh lebih baik orangtua menggunakan hukuman time out daripada menggunakan hukuman fisik untuk menghentikan perilaku anak yang tidak dikehendaki. Time out efektif untuk mengatasi perilaku anak yang bermasalah, di antaranya adalah perilaku agresif (suka memukul atau menyakiti orang lain). Di bawah ini akan dibahas bagaimana cara melaksanakan time out yang efektif.

Apa itu “Time Out?”
Yang dimaksud dengan time out adalah mengisolasi (menyendirikan) anak dalam suatu ruang atau tempat selama waktu tertentu. Anak ‘dikeluarkan’ dari aktivitas sosial (aktivitas bersama orang lain) yang sebelumnya sedang ia nikmati, dan diperintahkan untuk tinggal menyendiri. Dalam rentang waktu yang sudah ditentukan, anak tidak diajak bicara oleh siapapun juga dan tidak mendapatkan perhatian apapun, dengan kata lain, anak mengalami pengasingan komunikasi.

Bagaimana pelaksanaannya?
Time out harus dijalankan segera setelah anak melanggar larangan Anda atau melakukan perilaku buruk yang telah Anda larang sebelumnya. Katakan kepada anak perilaku mana yang membuatnya harus menjalani hukuman time out, lalu perintahkan anak untuk pergi menuju tempat time out dan tinggal di sana selama menit yang Anda tentukan. Apabila anak tidak mau pergi ke tempat tersebut dengan sukarela, Anda bisa mengangkatnya atau menuntunnya ke tempat itu.
Mengingat anak-anak cenderung lebih patuh ketika merasa diperlakukan orangtua dengan adil, sebaiknya orangtua mengizinkan anak untuk mengetahui kapan waktu time out-nya berakhir. Caranya yaitu dengan menyediakan jam di dekat anak sehingga anak bisa melihat kapan jam menunjukkan berakhirnya waktu time out sehingga saat itu ia bisa bebas. Seandainya Anda mempunyai timer atau penghitung waktu mundur, lebih baik (fasilitas ini biasanya tersedia di dalam handphone). Setelah Anda menyetelnya, letakkan timer atau penghitung waktu mundur tersebut di dekat anak berada sehingga anak bisa mendengar ketika timer berbunyi.

Bagaimana menentukan tempat?
Ruang untuk time out tidak perlu tertutup. Anak bisa dihukum time out dengan hanya disuruh duduk di kursi di sudut ruangan, atau duduk di tangga. Apabila anak patuh menaati perintah orangtua untuk tinggal diam di tempat, orangtua sesungguhnya tidak perlu mengunci ruang. Akan tetapi, apabila anak keluar mengikuti orangtua, orangtua bisa mengunci ruang (jika demikian, sebaiknya orangtua memberikan peringatan terlebih dahulu).

Bagaimana menentukan lama waktu time out?
Waktu untuk time out tidak perlu terlalu lama. Sesuaikan waktu dengan usia anak. Dua menit saja sudah cukup untuk anak yang masih kecil (usia di bawah 5 tahun). Untuk anak yang lebih besar, waktu time out bisa berkisar antara 5-10 menit.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan

Anda tidak perlu marah-marah, mengomel, atau menasihati anak dengan kalimat yang panjang-panjang saat menghukum anak dengan time out, karena anak telah mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah perbuatan yang Anda larang, sebab sebelum memberlakukan time out, Anda seharusnya sudah pernah memberi tahu anak bahwa perbuatan tersebut Anda larang. Saat memerintahkan anak untuk time out, orangtua cukup berkata, “Kamu tidak semestinya …”, atau “Kamu tidak boleh …”, cukup satu-dua kalimat saja untuk memberitahukan alasan mengapa anak harus menjalani time out. Seandainya Anda masih tetap ingin memberinya nasihat, lakukan pada saat sesudah time out berakhir, atau malam hari ketika Anda mengajak anak melihat kembali bagaimana tingkah lakunya hari itu. Nasihat lebih baik diberikan pada saat anak merasa santai sehingga anak bisa bersikap terbuka terhadap nasihat tersebut.

Hindari mengajak bicara atau menanggapi bicara anak saat time out. Oleh karena sifat hukuman time out adalah menarik anak keluar dari kegembiraan aktivitas sosialnya, maka selama menjalani time out, anak jangan diajak bicara oleh siapapun juga.

Apabila anak sengaja mengotori ruang selama menjalani time out, perintahkan anak untuk membereskannya sebelum ia boleh keluar dari ruang.

Time out berkurang efektivitasnya apabila terlalu sering digunakan. Oleh karena itu, gunakan metode ini seperlunya saja. Untuk perilaku-perilaku yang tidak terlalu membutuhkan penanganan segera (tidak membahayakan orang lain, misalnya), orangtua bisa menggunakan metode mengabaikan saja. Sebagai contoh, ketika orangtua melihat anak memukul temannya dalam usaha merebut mainan, dan menurut perkiraan orangtua, anak akan memukul lagi, maka orangtua bisa segera memberlakukan time out. Sementara itu, ketika anak memukul-mukul ayah karena tidak dituruti keinginannya untuk membeli es krim, sang ayah bisa mengabaikan perilaku tersebut.

0

Kegiatan Menggunting dan Manfaatnya

image

Kegiatan menggunting merupakan kelanjutan dari tahap kegiatan meremas dan merobek kertas pada anak PAUD. Kegiatan menggunting dimaksudkan untuk melatih kemampuan motorik halus anak khusunya untuk melatih jari-jari anak melalui kegiatan menggunting dengan media gunting dan kertas dengan berbagai pola sesuai tahap perkembangan anak.

Anak perlu mengunting karena 
a. Menggunting merupakan kegiatan yang sangat disukai anak 
b.berguna untuk mengembangkan sensori motor 
c.berguna untuk mengembangkan kekuatan otot tangan 
d.berguna untuk mengembangkan kekuatan jari tangan
e. Melatih konsentrasi anak
f. Melatih koordinasi mata dan gerak tangan (kefokusan)
g. Mengembangkan kreatifitas anak
h. Melatih kesabaran anak

Tujuan mengunting adalah untuk mempersiapkan anak usia dini menuju pendidikan tahap selanjutnya khususnya kemampuan untuk menulis karena dalam menulis dibutuhkan kekuatan otot-otot jari-jari dan koordinasi mata dengan tangan yang dapat dilatih melalui mengunting.

Sebelum anak memasuki tahapan pengalaman menggunting, anak harus diberikan kegiatan-kegiatan awal yang difasilitasi orang tua atau pendidik, yaitu :
1. Kegiatan anak memungut benda-benda kecil
2. Kegiatan meremas
3. Kegiatan merobek dengan sepenuh tangan
4. Kegiatan merobek dengan jari.  

Untuk kegiatan menggunting ini ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pendidik atau orang tua di rumah yaitu :

1. Menyiapkan gunting
Untuk anak berilah gunting yang bagian depannya tumpul agar tidak membahayakan bagi anak.

2. Menyiapkan kertas yang akan digunting anak dengan persiapan kertas sebagai berikut :
Kertas polos (tidak diberi pola)
Kertas dengan pola garis sejajar penuh
Kertas dengan pola garis sejajar patah-patah
Kertas dengan garis zig zag
Kertas dengan pola garis lengkung
Kertas dengan pola lingkaran
Kertas dengan pola kompleks dengan bentuk-bentuk tertentu
Pola-pola kertas tersebut di atas disediakan untuk memfasilitasi tahap perkembangan menggunting anak yang berbeda-beda

3. Menyiapkan amplop
Amplop disiapkan untuk mendokumentasikan hasilguntingan anak, satu amplop untuk satu anak.

Adapun tahapan-tahapan kegiatan menggunting yang dapat dilakukan bagi anak adalah:
Tahap ke-1 : Menggunting sekitar pinggiran kertas
Tahap ke-2 : Menggunting dengan sepenuh bukaan gunting
Tahap ke-3 : Membuka dan menggunting terus menerus untuk sepanjang kertas
Tahap ke-4 : Menggunting di antara dua garis lurus
Tahap ke-5 : Menggunting Bentuk tetapi tidak pada garis
Tahap ke-6 : Menggunting pada garis tebal dengan terkendali
Tahap ke-7 : Menggunting bermacam-macam bentuk

0

Mengatasi Anak Yang Sulit Diatur

Sewaktu bayi, sikecil adalah terlihat begitu menggemaskan, menginjak usia batita dikisaran usia 2-3 tahun mereka tumbuh menjadi pribadi yang begitu mengagumkan, memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar yang mana perilakunya ini tak jarang membuat ayah dan bundanya tertawa gemas. Seiring bertambahnya usia, sikecil menjadi pribadi unik yang memiliki harapan dan keinginan tersendiri dan bahkan keinginannya ini bisa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ayah dan bunda.

Pada beberapa kasus, ayah dan bunda menemukan anaknya yang periang dan penurut tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang mudah meledak, sentimentil, pembangkang, hiperaktif, agresif cengeng dan beberapa sifat yang kurang disenangi lainnya. Disinilah peran dan kesabaran ayah dan bunda sebagai orang tua tengah diuji.

Namun tak perlu cemas, kita perlu memahami bahwa sifat-sifat diatas adalah hal yang normal terjadi pada anak-anak. Sebagaimana orang dewasa yang tidak selalu sempurna, sikecil juga terkadang bisa berperilaku tidak menyenangkan dan dianggap menjengkelkan. Namun hal yang terpenting adalah mengajarkan batas-batas kewajaran pada sikecil adalah tugas wajib bagi seorang orang tua.

Penyebab Anak Susah Diatur
Apabila ayah bunda menemukan sikecil yang tiba-tiba menjadi pemarah, memiliki karakter negatif dan susah diatur, sebelum memarahinya dengan membabi buta, ada baiknya ayah dan bunda introspeksi terlebih dahulu, adakah karakter yang membuat sikecil merasa kurang diperhatikan, frustasi ataupun tertekan. Karena pada dasarnya, anak yang kurang diperhatikan akan melakukan hal apa saja agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya dan orang-orang disekelilingnya. Jadi jangan heran ketika berada dikeramaian, kemudian tiba-tiba sikecil menjadi susah diatur dan cenderung pembangkang. Selain itu, alasan lainnya adalah karena anak tersebut mengalami permasalahan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Atau bisa jadi ia adalah tipikal orang yang cenderung anti sosial yang menarik dirinya dari lingkungan.

Saat menghadapi anak yang sulit diatur, memarahinya bukanlah solusi cerdas untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, membiarkan anak terus berlaku seperti demikian, karena ayah dan bunda sudah lelah dengan perilakunya, juga bukanlah tindakan yang bijaksana. Sebagai orang tua, mendidik anak sudahlah menjadi kewajiban. Agar ayah dan bunda bisa mengatasi anak yang susah diatur.

Berikut tips pintar untuk mengatasinya :
1. Lakukan Pendekatan

Ketika anak rewel dan susah diatur, menanggapinya dengan keras dan panas tidaklah menyelesaikan masalah, sebaliknya anak malah akan semakin rewel dan sulit diatur. Ketika hal ini terjadi didean umum, maka ayah dan bunda akan sedikit kerepotan. Untuk itu, lakukan pendekatan secara halus dan mulai berikan ia nasihat yang bijak, buat ia mengerti apa yang diinginkannya bukanlah hal yang baik. jagalah kekonsistenan ayah dan bunda, seperti misalkan ketika ia menginginkan es krim, setelah ayah dan bunda melarangnya dengan mengatakan tidak, maka pertahankan hingga sikecil menurut. Dengan begitu nantinya anak akan mulai terbiasa dan menurut dengan perkataan ayah bunda.

2. Menunjukan Tekad yang Kuat

Selain konsitensi yang perlu dijaga, tekad yang kuat juga perlu ditunjukan. Saat dihadapkan pada pertengkaran yang sulit dnegan sikecil, orang tua harus senantiasa menunjukan tekad yang kuat. Hal ini penting, karena ketika kita mneyerah, meski tidak mengatakannya, anak-anak akan dapat mengetahui apakah mereka bisa menang atau tidak. Dengan tekad yang kuat anda harus memiliki kekuatan secara internal untuk menjauhkan sikecil dari hal-hal yang buruk untuknya. Anak-anak harus dapat melihat tekad dan kekuatan dari dalam diri orangtua untuk meluruskan ketika mereka salah serta mengetahui bahwa anda melakukannya atas dasar rasa sayang.

3. Buat Peraturan Khusus

Tips pintar lainnya yang bisa ayah dan bunda lakukan adalah dengan membuat peraturan khusus yang telah dibicarakan terlebih dahulu dengan sikecil. Peraturan ini tentunya memiliki konsekwensi agar anak berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Semakin ayah dan bunda sabar maka anak-anak akan semakin mudah dikendalikan. Dan jangan lupa untuk memberlakukan peraturan yang telah dibuat agar sikecil tetap mengingat batasan-batasannya. Selain itu, selalu berikan ia penghargaan ketika ia melakukan hal-hal baik yakni dengan memberikannya  pujian.

4. Tegas dan Konsisten

Tegas dan tidak bisa di tawar. Biasanya anak yang tidak bisa di atur selalu menawar apa yang sedang diperintahkan atau diajarkan kepadanya. Terkadang mereka juga pintar mengaligkan perhatian kita dengan tingkah laku mereka agar mereka tidak melaksanakan apa yang diperintahkan. Nah disinilah kita harus bersikap tegas dan konsisten supaya anak tidak menawar dan tidak mengalihkan perkataan kita. Kekompakan ayah dan bunda dalam mendidik buah hati anda juga sangat berperan penting. Bersikaplah sama memperlakukan buah hati anda. Jangan sampai sikap ayah dan bunda berbeda karena anak akan mencari perlindungan pada salah satu dari ayah dan ibu disaat anak bersalah atau kena hukuman.

Mereka adalah titipan Tuhan. Bersabarlah dan terus berdoa. Mereka pasti akan membuat kita bangga kelak mereka besar.

0

Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak Disleksia

image

Beberapa anak memang dilahirkan berbeda. Begitu juga dengan anak disleksia. Anak disleksia cenderung mengalami kesulitan belajar, terutama dalam membaca dan menulis. Kesulitan belajar pada anak disleksia bukan disebabkan karena sistem pengajaran yang buruk, namun lebih disebabkan karena adanya gangguan pada otak. Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia memang bukan perkara mudah. Walaupun demikian tidak berarti kesulitan belajar pada anak disleksia tidak dapat diatasi. Beberapa anak dengan disleksia yang mampu mengatasi kesulitan belajar justru berhasil menjadi orang hebat seperti Albert Einstein.
Disleksia bisa terjadi pada anak di semua tingkatan kecerdasan, baik itu pada anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata maupun di atas rata-rata. Namun kebanyakan disleksia terjadi pada keluarga yang memiliki gen disleksia. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab disleksia yang terjadi pada sebuah keluarga yang berlangsung secara turun temurun.
Kesulitan belajar pada anak disleksia, biasanya ditandai dengan gejala awal seperti kesulitan mengingat huruf, kesulitan membedakan huruf dan sering terbalik dalam menggunakan huruf yang hampir sama seperti b, d, p, q, u, n. Kesulitan inilah yang mengakibatkan anak disleksia mengalami masalah dalam membaca dan menulis.
Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia harus dilakukan dengan memahami terlebih dahulu cara belajar anak disleksia. Hal ini karena anak disleksia cenderung melihat huruf dengan cara yang berbeda dari anak normal. Anak disleksia memiliki cara pandang dan melihat huruf secara terbalik dan lebih mudah memahami sesuatu dalam bentuk gambar. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan cara belajar anak disleksia untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Berikut beberapa cara yang bisa Anda jadikan referensi untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia.

Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia:
Menggunakan media belajar
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia yang pertama adalah dengan menggunakan media belajar. Seperti yang telah disebutkan di atas, anak disleksia cenderung lebih mudah memahami sesuatu dengan gambar. Untuk itu Anda bisa menggunakan media belajar berupa gambar untuk membantu memudahkan dalam mengenalkan huruf, membedakan huruf hingga akhirnya anak disleksia mampu membaca dan menulis dengan lancar.
Tingkatkan motivasi belajar pada anak
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia yang kedua adalah dengan meningkatkan motivasi belajar pada anak. Meningkatkan motivasi belajar bisa Anda lakukan dengan membacakan sebuah cerita atau dongeng, kemudian memberitahukan segala manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh dengan membaca dan menulis. Dengan demikian anak akan termotivasi dan terdorong untuk bisa membaca dan menulis sendiri.
Tingkatkan rasa percaya diri anak
Kondisi anak disleksia yang mengakibatkan kesulitan menulis dan membaca membuat sebagian anak disleksia mengalami deperesi dan kehilangan rasa percaya diri karena kesulitan mengikuti pelajaran disekolah dan terkadang juga dikucilkan oleh teman-temannya. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak disleksia juga merupakan salah satu cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Dengan mengembalikan dan meningkatkan rasa percaya diri anak, anak membuat anak disleksia memiliki semangat belajar yang lebih tinggi untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.
Jangan pernah menyalahkan anak atas kondisi yang dialaminya
Beberapa orang tua yang tidak siap memiliki anak dengan disleksia cenderung menyalahkan anak karena kondisi yang dideritanya. Padahal kondisi disleksia yang menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar bukan merupakan kesalahan yang dilakukan oleh anak, namun karena adanya kesalahan dalam otak anak. Menyalahkan anak atas kondisi yang dialaminya justru akan membuat anak semakin depresi.
Selalu dampingi anak dalam belajar
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia berikutnya adalah dengan selalu mendampingi anak dalam belajar. Dengan selalu melakukan pendampingan dalam belajar, anak akan lebih mengingat apa yang dipelajarinya. Selain itu pendampingan belajar secara rutin juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan motivasi anak untuk selalu belajar.
Lakukan senam brain gym
Brain Gym adalah serangkaian latih-an gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiat-an belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan keseluruhan otak dan mengoptimalkan fungsi otak.
Memberikan waktu tambahan untuk anak menyelesaikan tugasnya
Anak akan membutuhkan waktu yang lebih lama saat mengerjakan tugas menulisnya. Maka berikanlah waktu tambahan agar anak dapat lebih konsentrasi saat menyelesaikan semua tugasnya.
Menulis dengan dua tangan
Anak disleksia memiliki kesulitan saat menulis huruf seperti b dan d, p dan q juga L dan J. Maka dengan menulis menggunakan dua tangan secara bersamaan dengan konsep “cermin” maka anak dapat melihat perbedaan dari kedua huruf yang biasanya mereka tulis salah. Buatlah garis lurus horizontal pada kertas, peganglah pensil pada tangan kanan dan kiri kemudian tulislah pada kertas dengan batasan garis horizontal yang telat dibuat sebagai cermin. Saat tangan kanan menulis huruf p, maka secara bersamaan tangan kiri membuat huruf q hasil cerminan dari huruf p.

Beberapa cara di atas bisa Anda gunakan sebagai referensi dalam mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Namun, gejala disleksia berbeda antara anak yang satu dengan anak yang lain. Selain menggunakan beberapa cara di atas, Anda juga bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia sesuai dengan gejala yang ditunjukkan.
Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa mengatasi disleksia, untuk itu terapi merupakan bentuk penanganan yang paling tepat untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia.

0

Senam Otak (Brain Gym) untuk Mengoptimalkan Fungsi Otak

image

PENDAHULUAN
Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua, hal yang wajar kenapa orang tua meinginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik. Mendapatkan anak-anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkan anak yang cerdas, seorang ibu sudah harus mempersiapkan dari awal kehamilan hingga pertumbuhan anak selanjutnya, dengan memberikan asupan gizi yang terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan otak anak.
Banyak cara untuk menjaga pertumbuhan otak yang maksimal pada ada, tidak hanya dengan menjaga gizi asupan makanya saja, akan tetapi ada beberapa cara yang bisa membantu untuk meningkatkan kecerdasan pada anak, salah satunya dengan Senam Otak (Brain Gym).
Pada mulanya Senam otak atau Brain Gym dimanfaatkan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan-kesulitan seperti sakit ADD (Attention Deficit Disorder), hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Dengan melakukan gerakan-gerakan Brain Gym kesulitan diatas dapat diperbaiki kemampuan otaknya. namun dalam perkembangan selanjutnya Brain gym digunakan untuk bermacam-macam kegunaan. Bahkan orang yang lanjut usia yang sudah kehilangan kewas-padaan serta refleks-nya, dapat dibang- kitkan kembali lewat Brain Gym. Di Amerika dan Eropa Brain Gym sudah populer, karena terbukti manfaatnya dan juga gerakan-ge-rakan yang mudah dilakukan.
Brain Gym adalah serangkaian latih-an gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiat-an belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan keseluruhan otak.
TUJUAN
            Dalam pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara menjaga dan meningkatkan kecerdasan anak dengan menerapkan sistem brain gym, dan kenapa brain gym ini diperlukan.
MANFAAT
            Brain gym diakui sebagai salah satu teknik belajar yang paling baik, sehingga banyak manfaat yang terdapat dalam brain gym itu sendiri. Manfaat di berikannya brain gym adalah :
Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress
Dapat dilakukan dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit)
Tidak memerlukan bahan atau tempat yang khusus
Dapat dipakai dalam semua situasi belajar/bekerja juga dalam kehidupan sehari-hari
Meningkatkan kepercayaan diri 
Menunjukkan hasil dengan segera
Sangat efektif dalam penanganan seorang yang mengalami hambatan dan stress belajar.
Memandirikan seorang dalam belajar dan mengaktifkan seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.
BRAIN GYM
            Brain gym atau senam otak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya kerja otak, dengan melakukan gerakan-gerakan brain gym otak dapat lebih bisa merelekskan sistem-sistem nya.
Brain Gym diperlukan karena :
Orang yang sulit belajar, berusaha terlalu keras
sehingga terjadi stress di otak.
Mekanisme integrasi otak melemah sehingga bagian-bagian otak tertentu kurang berfungsi.
Informasi yang diterima di otak bagian belakang  sulit diekspresikan sehingga orang merasa kurang berhasil dan stress yang meng-akibatkan semangat belajar atau bekerja menjadi berkurang
Orang yang kurang belajar dan berusaha mungkin prestasinya akan statis atau bahkan menurun, perasaan tidak berhasil akan semakin bertambah sehingga sulit keluar dari lingkaran negatif itu.
Mengatasi hal di atas dapat dilakukan dengan tes otot dan Brain Gym. Test otot berguna untuk mengetahui hambatan-hambatan di dalam tubuh yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan daya tangkap. Brain Gym membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat se-hingga kegiatan belajar atau bekerja menggunakan seluruh otak (whole brain learning).
Brain Gym akan memberikan hasil sebagai berikut:
Stress emosional berkurang dan pikiran lebih
jernih.
Hubungan antar manusia dan suasana belajar/kerja lebih rileks dan senang.
Kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat.
Orang menjadi lebih bersemangat, lebih kreatif dan efisien.
Orang merasa lebih sehat karena stress berkurang.
Prestasi belajar dan bekerja meningkat
Otak manusia seperti hologram, terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Pelajaran lebih mudah diterima apabila mengaktifkan sejumlah panca indera daripada hanya diberikan secara abstrak saja. Akan tetapi otak manusia juga spesifik tugasnya, untuk aplikasi gerakan Brain Gym dipakai istilah Dimensi Lateralitas untuk belahan otak kiri dan kanan, Dimensi Pemfokusan untuk bagian belakang otak (batang otak atau brainstem) dan bagian depan otak (frontal lobes), serta Dimensi Pemusatan untuk sistem limbis (midbrain) dan otak besar (cerebral cortex).
LATERALITAS
Sisi tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri dan sisi kanan. Otak bagian kiri aktif bila sisi kanan tubuh digerakkan dan otak bagian kanan aktif apabila sisi kiri tubuh digerakkan. Kemampuan belajar paling tinggi apabila kedua belahan otak bekerja sama dengan baik.
Gerakan menyeberang garis tengah mengaktifkan kerjasama tersebut. Gerakan untuk menyeberang garis tengah menyangkut: Sikap positif, mendengar, melihat menulis, bergerak.
Beberapa contoh gerakan Dimensi lateralitas:
Gerakan menyeberang garis tengah  (Midline Movements)
Belahan kiri aktif bila menggunakan badan sisi kanan. Belahan kanan aktif bila menggunakan badan sisi kiri. Membayangkan huruf X akan memberitahu otak untuk menggunakan kedua bagian pada saat yang sama. GERAKAN MENYEBERANG GARIS TENGAH membantu menggunakan kedua belahan otak secara bersamaan dan harmonis.
Gerakan Silang (Cross Crawl)
Menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan kaki kiri dengan tangan kanan. Berge-rak ke depan, ke samping, ke belakang, atau jalan di tempat. Untuk “menyeberang garis tengah” sebaiknya tangan menyentuh lutut yang berlawanan.
8 Tidur (Lazy 8s)
Gerakan dengan membuat angka delapan tidur di udara, tangan mengepal dan jari jempol ke atas, dimulai dengan menggerakkan kepalan ke sebelah kiri atas dan membentuk angka delapan tidur. Diikuti dengan gerakan mata melihat ke ujung jari jempol. Buatlah angka 8 tidur 3 kali setiap tangan dan dilanjutkan 3 kali dengan kedua tangan.
FOKUS
Fokus adalah kemampuan menyeberangi “garis tengah partisipasi” yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). Perkembangan refleks antara otak bagian belakang dan bagian depan  yang mengalami fokus kurang (underfocused) disebut “kurang perhatian”, “kurang mengerti”, “terlambat bicara”, atau “hi-peraktif”. Kadangkala perkembangan refleks an-tara otak bagian depan dan belakang mengalami fokus lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Gerakan-gerakan yang membantu melepaskan hambatan fokus adalah aktivitas integrasi de-pan/belakang.
Gerakan untuk mengintegrasikan otak depan dan otak belakang adalah Gerakan meregangkan Otot, dengan contoh sebagai berikut :
Burung Hantu
Burung hantu menghilangkan kekakuan yang ada jika kita terlalu banyak duduk atau membaca. Urutlah otot bahu kiri dan kanan. Tarik napas saat kepala berada di posisi tengah, kemudian embuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Ulangi gerakan dengan tangan kiri.
Mengaktifkan Tangan
Mengaktifkan tangan membantu menulis, mengeja dan juga menulis kreatif. Luruskan satu tangan ke atas, tangan yang lain ke samping kuping memegang tangan yang ke atas. Buang napas pelan, sementara otot-otot diaktifkan dengan mendorong tangan keempat jurusan (depan, belakang, dalam dan luar), sementara ta-ngan yang satu menahan dorongan tsb.
Lambaian Kaki
Gerakan yang bermanfaat untuk membuka otak “bahasa”, membantu kemampuan bicara dan   mengungkapkan diri. Cengkeram tempat-tempat yang terasa sakit di pergelangan kaki, betis dan belakang lutut, satu persatu, sambil pelan-pelan kaki di lambaikan/di-gerakkan ke atas dan ke bawah.
Pasang Kuda-kuda
Gerakan ini membantu berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan dan juga menolong mengingat apa yang telah dipelajari.
Mulai dengan kaki terbuka. Arahkan kaki kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Tekuk lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas waktu lutut kanan diluruskan kembali. Pinggul ditarik ke atas. Gerakan ini untuk menguatkan otot pinggul (bisa dirasakan di kaki yang lurus) dan membantu kestabilan punggung. Ulangi 3x, kemudian ganti dengan kaki kiri.
PEMUSATAN
Pemusatan adalah kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak, bagian tengah sistem limbis (mid brain) yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar(cerebrum) untuk berpikir yang abstrak. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai dengan ketakutan yang tak beralasan, ketidakmampuan untuk me- nyatakan emosi.
Otak mempunyai milyaran sel kecil yang disebut neuron yang dihubungkan dengan jalur-jalur syaraf. Gerakan-gerakan yang menyambungkan hubungan syaraf tersebut adalah gerakan-gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap yang merupakan bagian dari pemusatan.
Air
Air merupakan pembawa energi listrik yang sa-ngat baik. Dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Air dapat mengaktifkan otak untuk hubungan elektro kimiawi yang efisien antara otak dan sistem saraf, menyimpan dan menggunakan kembali informasi secara efisien. Dengan kecu- kupan air semua kemampuan akademik dapat meningkat. Minum air yang cukup sangat bermanfaat sebelum menghadapi test atau kegiatan lain yang menimbulkan stress. Kebutuhan air adalah kira-kira 2 % dari berat badan per hari.
Sakelar Otak
Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada), dipijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar.
Tombol Bumi
Letakkan dua jari dibawah bibir dan tangan yang lain  di pusar dengan jari menunjuk ke ba-wah.Ikutilah dengan mata satu garis dari lantai ke loteng dan kembali sambil bernapas dalam-dalam. Napaskan energi ke atas, ke tengah-tengah badan
Pasang Telinga
Gerakan ini membantu mendengar lebih baik. Sebaiknya dilakukan sebelum kelas dimulai. Pijit daun telinga pelan-pelan, dari atas sampai ke bawah 3x sampai dengan 5x.
Kait Relaks
Kait relaks menghubungkan lingkungan elektris di tubuh, dalam kaitannya dengan pemusatan perhatian dan kekacauan energi. Pikiran dan tubuh  relaks bila energi mengalir lagi dengan baik di dae-rah yang semula mengalami ketegangan.
Letakkan  kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawa, jari-jari kedua tangan saling meng-genggam, kemudian tarik kedua tangan ke arah pusat dan terus ke depan dada. Tutuplah mata dan pada saat menarik napas lidah ditempelkan di langit-langit mulut dan dilepaskan lagi pada saat menghembuskan napas. Tahap kedua, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari kedua tangan saling bersentuh-an secara halus, di dada atau dipangkuan, sambil bernapas dalam 1 menit lagi.
Titik Positif
Titik positif adalah dua tonjolan di tengah dahi. Sentuhlah titik positif dengan kedua ujung jari tangan selama 30 detik sampai dengan 30 menit.
Gerakan ini mengaktifkan bagian depan otak guna menyeimbangkan stress yang berhubungan dengan ingatan tertentu, situasi, orang, tempat dan ketrampilan. Menghilangkan refleks “bertindak tanpa berpikir”, Mengatasi “lupa” karena gugup, menunjang ungkapan kata, menenangkan pada saat menghadapi tes di sekolah dan dalam penyesuaian sehari-hari.
Brain gym atau senam otak sangat mudah dilakukan, baikdalam keadaan formal ataupun non formal. Dapat dilakukan di rumah ataupun disekolah. Brain gym sangat membantu kalau anak sudah merasa penat dalam belajar, brain gym dapat mereleksakan kembali daya kerja otak, sehingga otak dapat kembali bekerja dan anak dapat belajar dengan baik kembali. Jangan lupa mengkonsumsi air putih sebelum melakukan brain gym.

Referensi 
Buku Panduan Lengkap Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Dennison, Ph.D, Gail E. Dennison
Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Denisson, Ph.D, Gail E. Dennison

0

Resep Mendidik Anak

1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah:
“Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”.
Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur:
“Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata:”Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6— Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV.
Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”.
Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.