0

​Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Anak merupakan aset terbesar orang tua untuk masa depan. Banyak harapan besar yang ditumpukan oleh orang tua kepada mereka. Demi kemajuan anak orang tua bisa mengorbankan apa saja termasuk pendidikannya. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan bagi anak.
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan juara kelas dengan menjejalkan berbagai macam les mata pelajaran di luar jam sekolahnya seketika dia masuk di sekolah dasar. Tanpa adanya bekal yang cukup, tuntutan orang tua yang seperti demikian hanya akan membebani anak.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,80% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Bolehkah anak usia dini diajarkan berbagai macam materi?

Pada usia 3-6 tahun biasanya orang tua memasukan anaknya ke sekolah sekolah supaya anaknya bisa diajarkan berbagaimacam kemampuan dan keterampilan. Tapi mesti ingat bunda, pada usia 3-6 tahun anak boleh saja dikenalkan berbagai macam pelajaran namun jangan sampai kita memaksakan dengan memberikan berbagai jenis les dan pembelajaran dengan tujuan anak supaya pintar segalanya. Pembelajaran pada anak usia dini haruslah menyenangkan agar mereka tidak merasa sedang belajar. Mereka tetap merasa nyaman dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Pada usia 3-6 tahun adalah masa anak bermain, mereka boleh saja belajar angka, huruf, baca dan tulis namun. Kita harus melihat kemampuan anak tersebut. Jangan sampai masa kanak kanaknya hilang, masa bermain dengan teman seusianya terenggut dengan banyak kegiatan belajar dengan tuntutan harus sudah bisa ini itu. Biasanya, anak dengan banyak materi yang di dapatkan pada usia dini, mereka akan menjadi anak yang pemarah, jail dan berontak pada usia 6-8 tahun. Mereka merasa tertekan dengan tuntutan pelajaran yang selalu diberikan. 

Anak saya suka menolak belajar, apakah dia belum siap atau memang tidak tertarik ya? Bagaimana cara mengatasinya?

Kita sebagai orang tua harus peka memperhatikan setiap respon dan perkembangan anak dalam setiap pembelajaran yang di dapatkan. Jika dilihat anak mampu dan senang dengan berbagai kegiatan dan pembelajar yang diberika, maka lanjutkanlah. Jika memang agak sulit, maka tidak usah dipaksakan. Perlu diingat juga bahwa kemampuan setiap anak berbeda bunda, jadi tidak usah sedih saat kemampuan anak kita dibawah anak lain.

Jika anak mengalami kesulitan atau penolakan dalam belajar, Kita harus pandai memperhatikan penyebabnya dan mengetahui cara menanganinya. Misalkan,

  1. Jika anak belum bisa menerima materi dengan baik dan sulit fokus, maka kita harus ajarkan anak kita untuk bisa fokus dan konsentrasi dengan baik. Salah satunya dengan kegiatan brain gym (ada pada artikel sebelumnya), denganemberikan kegiatan menggunting atau mencocok gambar.
  2. Jika anak belum siap menulis, maka latihan motorik halus sangat dibutuhkan anak. Berikan pijitan kecil pada telapak tangan anak dan jari jari anak. Selain itu, berikan anak mainan edukatif seperti ronce, puzzle dan juga beri kegiatan memindahkan biji-bijian dari mangkuk ke mangkuk lain menggunakan tiga jari. Semua kegiatan itu bertujuan untukenguatkan otot jari tangan agar anak siap menulis dengan cara memegang pensil yang baik.
  3. Jika anak sering menolak belajar dan selalu mengalihkan perhatian, terapkan metode behavior terapi. Berikan reward yang disukai anak setia anak melakukan kegiatan yang diperintahkan/ menyelesaikan tugas. Lakukan dengan konsisten dan tegas. Buatlah susana belajar yang menarik agar anak mau mengikuti pembelajaran.
  4. Anak tidak percaya diri dan pemalu. Berikan terus ia semangat dan biarkan ia melakukan kegiatan/ menyelesaikan materi sendiri dan jangan lupa berikan reward untuk penyemangat anak. Jangan terlalu sering menatap mata anak saat memberikan instruksi atau materi. Terkadang kita harus pura-pura cuek dengan respon anak saat kita memberikan materi/perintah agar anak berani memulai / menjawab. Selalu libatkan anak dalam seriap kegiatan.

Kedekatan anak dan bunda sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Lakukanlah pembelajaran yang menarik di rumah. Dengan suasana yang menyenangkan, anak akan selalu bahagia, dan dengan hati yang bahagia, anak akan dapat menyerap materi dengan cepat dan tumbuh dengan baik.

0

Pentingnya Belajar Matematika

​Matematika merupakan keterampilan dasar dalam kehidupan dan aplikasinya yang bertebaran di seluruh lapisan masyarakat. Mengerjakan Matematika dengan keseriusan merupakan aspek penting dari pendidikan yang berhasil dan perlu perencanaan yang  tepat dari masa anak-anak sampai dewasa karena matematika memang sangat penting bagi kehidupan kita. 
Dan Berikut ini adalah alasan mengapa Kita harus belajar Matematika sejak dini.

1. Matematika mengajarkan keterampilan pemecahan masalah
Masalah dalam matematika dan cara penyelesaiannya dapat anak terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika siswa memecahkan masalah matematika di berbagai cabang, mereka sudah dibekali dengan kemampuan untuk mengatur informasi, mengatur ulang informasi dan uji kebenaran iformasi.
2. Belajar untuk hidup cerdas
Ada berbagai kesempatan dalam kehidupan di mana kita harus menggunakan kemampuan matematika untuk penyelesaiannya contohnya Menghitung seberapa panjang jalan yang dilalui dari rumah ke sekolah, memeriksa garansi produk, pintar mengemudi tanpa membuang-buang waktu dan bahan bakar, membeli bahan makanan di toko bahkan membuat bangunan semuanya berdasarkan ilmu matematika, pengetahuan tentang ilmu matematika juga digunakan untuk mengambil  keputusan yang tepat.
3. Matematika membuka wawasan tentang pelajaran akademik lainnya
 Matematika adalah pintu gerbang untuk mata pelajaran Sains seperti Fisika, ilmuTeknik, akuntan dan ekonomi. Dengan  keterampilan Matematika maka pelajaran lainnya akan terasa mudah dipahami karena dasarnya tetap matematika.
4. Matematika menyediakan Lapangan kerja yang luas dan menjanjikan
Matematika merupakan keterampilan yang dapat mengantarkan kita menuju karir yang gemilang karena dengan keterampilan matematika kita bisa mendapat pekerjaan yang menjanjikan seperti, programemer computer, Pedagang besar, Ekonoi, Arsitek Guru, Dosen Bahkan Dokter. Memang mata pelajaran lainpun berpeluang menyediakan lapangan kerja yang banyak dan menjanjikan tetapi tidak sebanyak dan semenjanjikan matematika.

5. Matematika bisa Membuktikan bahwa kita cerdas di tempat kerja
Keterampilan Matematika menawarkan kita kepada kemampuan analitis, struktur dan keterampilan organisasi. Setiap Atasan (bos) mengharapkan karyawannya untuk menghadapi situasi yang menantang di tempat kerja dengan otak analitis dan memberikan solusi untuk segala situasi. Keterampilan matematika dapat membentuk kemampuan analitis seseorang.
6. Dengan matematika Kita menjadi orangtua yang baik di masa depan:
Kita hari ini masih berstatus sebagai siswa, tetapi siswa hari ini adalah orang tua besok dan mereka yang memiliki kemampuan Matematika yang kuat tentunya akan mampu menanamkan keterampilan matematikanya  kepada  anak-anak mereka. Kita dapat membesarkan anak-anak kita dengan pengetahuan ilmu Matematika yang tentunya akan sangat berdampak baik bagi kehidupan anak-anak kita kelak.
Banyak faktor yang membuat upaya kita sukses dalam memperoleh keterampilan Matematika. Salah satunya adalah motivasi dengan motivasi positif dari guru terhadap pembelajaran Matematika . Guru harus membuat siswa terinspirasi dan merangsang kepekaan otak kita dengan matematika. Ini harus dimulai dari anak usia dini dari pelajar muda untuk mempromosikan sikap belajar yang positif mereka terhadap Matematika.

0

Kegiatan Menggunting dan Manfaatnya

image

Kegiatan menggunting merupakan kelanjutan dari tahap kegiatan meremas dan merobek kertas pada anak PAUD. Kegiatan menggunting dimaksudkan untuk melatih kemampuan motorik halus anak khusunya untuk melatih jari-jari anak melalui kegiatan menggunting dengan media gunting dan kertas dengan berbagai pola sesuai tahap perkembangan anak.

Anak perlu mengunting karena 
a. Menggunting merupakan kegiatan yang sangat disukai anak 
b.berguna untuk mengembangkan sensori motor 
c.berguna untuk mengembangkan kekuatan otot tangan 
d.berguna untuk mengembangkan kekuatan jari tangan
e. Melatih konsentrasi anak
f. Melatih koordinasi mata dan gerak tangan (kefokusan)
g. Mengembangkan kreatifitas anak
h. Melatih kesabaran anak

Tujuan mengunting adalah untuk mempersiapkan anak usia dini menuju pendidikan tahap selanjutnya khususnya kemampuan untuk menulis karena dalam menulis dibutuhkan kekuatan otot-otot jari-jari dan koordinasi mata dengan tangan yang dapat dilatih melalui mengunting.

Sebelum anak memasuki tahapan pengalaman menggunting, anak harus diberikan kegiatan-kegiatan awal yang difasilitasi orang tua atau pendidik, yaitu :
1. Kegiatan anak memungut benda-benda kecil
2. Kegiatan meremas
3. Kegiatan merobek dengan sepenuh tangan
4. Kegiatan merobek dengan jari.  

Untuk kegiatan menggunting ini ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pendidik atau orang tua di rumah yaitu :

1. Menyiapkan gunting
Untuk anak berilah gunting yang bagian depannya tumpul agar tidak membahayakan bagi anak.

2. Menyiapkan kertas yang akan digunting anak dengan persiapan kertas sebagai berikut :
Kertas polos (tidak diberi pola)
Kertas dengan pola garis sejajar penuh
Kertas dengan pola garis sejajar patah-patah
Kertas dengan garis zig zag
Kertas dengan pola garis lengkung
Kertas dengan pola lingkaran
Kertas dengan pola kompleks dengan bentuk-bentuk tertentu
Pola-pola kertas tersebut di atas disediakan untuk memfasilitasi tahap perkembangan menggunting anak yang berbeda-beda

3. Menyiapkan amplop
Amplop disiapkan untuk mendokumentasikan hasilguntingan anak, satu amplop untuk satu anak.

Adapun tahapan-tahapan kegiatan menggunting yang dapat dilakukan bagi anak adalah:
Tahap ke-1 : Menggunting sekitar pinggiran kertas
Tahap ke-2 : Menggunting dengan sepenuh bukaan gunting
Tahap ke-3 : Membuka dan menggunting terus menerus untuk sepanjang kertas
Tahap ke-4 : Menggunting di antara dua garis lurus
Tahap ke-5 : Menggunting Bentuk tetapi tidak pada garis
Tahap ke-6 : Menggunting pada garis tebal dengan terkendali
Tahap ke-7 : Menggunting bermacam-macam bentuk

0

Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak Disleksia

image

Beberapa anak memang dilahirkan berbeda. Begitu juga dengan anak disleksia. Anak disleksia cenderung mengalami kesulitan belajar, terutama dalam membaca dan menulis. Kesulitan belajar pada anak disleksia bukan disebabkan karena sistem pengajaran yang buruk, namun lebih disebabkan karena adanya gangguan pada otak. Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia memang bukan perkara mudah. Walaupun demikian tidak berarti kesulitan belajar pada anak disleksia tidak dapat diatasi. Beberapa anak dengan disleksia yang mampu mengatasi kesulitan belajar justru berhasil menjadi orang hebat seperti Albert Einstein.
Disleksia bisa terjadi pada anak di semua tingkatan kecerdasan, baik itu pada anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata maupun di atas rata-rata. Namun kebanyakan disleksia terjadi pada keluarga yang memiliki gen disleksia. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab disleksia yang terjadi pada sebuah keluarga yang berlangsung secara turun temurun.
Kesulitan belajar pada anak disleksia, biasanya ditandai dengan gejala awal seperti kesulitan mengingat huruf, kesulitan membedakan huruf dan sering terbalik dalam menggunakan huruf yang hampir sama seperti b, d, p, q, u, n. Kesulitan inilah yang mengakibatkan anak disleksia mengalami masalah dalam membaca dan menulis.
Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia harus dilakukan dengan memahami terlebih dahulu cara belajar anak disleksia. Hal ini karena anak disleksia cenderung melihat huruf dengan cara yang berbeda dari anak normal. Anak disleksia memiliki cara pandang dan melihat huruf secara terbalik dan lebih mudah memahami sesuatu dalam bentuk gambar. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan cara belajar anak disleksia untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Berikut beberapa cara yang bisa Anda jadikan referensi untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia.

Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia:
Menggunakan media belajar
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia yang pertama adalah dengan menggunakan media belajar. Seperti yang telah disebutkan di atas, anak disleksia cenderung lebih mudah memahami sesuatu dengan gambar. Untuk itu Anda bisa menggunakan media belajar berupa gambar untuk membantu memudahkan dalam mengenalkan huruf, membedakan huruf hingga akhirnya anak disleksia mampu membaca dan menulis dengan lancar.
Tingkatkan motivasi belajar pada anak
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia yang kedua adalah dengan meningkatkan motivasi belajar pada anak. Meningkatkan motivasi belajar bisa Anda lakukan dengan membacakan sebuah cerita atau dongeng, kemudian memberitahukan segala manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh dengan membaca dan menulis. Dengan demikian anak akan termotivasi dan terdorong untuk bisa membaca dan menulis sendiri.
Tingkatkan rasa percaya diri anak
Kondisi anak disleksia yang mengakibatkan kesulitan menulis dan membaca membuat sebagian anak disleksia mengalami deperesi dan kehilangan rasa percaya diri karena kesulitan mengikuti pelajaran disekolah dan terkadang juga dikucilkan oleh teman-temannya. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak disleksia juga merupakan salah satu cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Dengan mengembalikan dan meningkatkan rasa percaya diri anak, anak membuat anak disleksia memiliki semangat belajar yang lebih tinggi untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.
Jangan pernah menyalahkan anak atas kondisi yang dialaminya
Beberapa orang tua yang tidak siap memiliki anak dengan disleksia cenderung menyalahkan anak karena kondisi yang dideritanya. Padahal kondisi disleksia yang menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar bukan merupakan kesalahan yang dilakukan oleh anak, namun karena adanya kesalahan dalam otak anak. Menyalahkan anak atas kondisi yang dialaminya justru akan membuat anak semakin depresi.
Selalu dampingi anak dalam belajar
Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia berikutnya adalah dengan selalu mendampingi anak dalam belajar. Dengan selalu melakukan pendampingan dalam belajar, anak akan lebih mengingat apa yang dipelajarinya. Selain itu pendampingan belajar secara rutin juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan motivasi anak untuk selalu belajar.
Lakukan senam brain gym
Brain Gym adalah serangkaian latih-an gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiat-an belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan keseluruhan otak dan mengoptimalkan fungsi otak.
Memberikan waktu tambahan untuk anak menyelesaikan tugasnya
Anak akan membutuhkan waktu yang lebih lama saat mengerjakan tugas menulisnya. Maka berikanlah waktu tambahan agar anak dapat lebih konsentrasi saat menyelesaikan semua tugasnya.
Menulis dengan dua tangan
Anak disleksia memiliki kesulitan saat menulis huruf seperti b dan d, p dan q juga L dan J. Maka dengan menulis menggunakan dua tangan secara bersamaan dengan konsep “cermin” maka anak dapat melihat perbedaan dari kedua huruf yang biasanya mereka tulis salah. Buatlah garis lurus horizontal pada kertas, peganglah pensil pada tangan kanan dan kiri kemudian tulislah pada kertas dengan batasan garis horizontal yang telat dibuat sebagai cermin. Saat tangan kanan menulis huruf p, maka secara bersamaan tangan kiri membuat huruf q hasil cerminan dari huruf p.

Beberapa cara di atas bisa Anda gunakan sebagai referensi dalam mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia. Namun, gejala disleksia berbeda antara anak yang satu dengan anak yang lain. Selain menggunakan beberapa cara di atas, Anda juga bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia sesuai dengan gejala yang ditunjukkan.
Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa mengatasi disleksia, untuk itu terapi merupakan bentuk penanganan yang paling tepat untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia.