0

INTERVENSI DINI PADA HAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK

Pada tanggal 29 Maret 2018 saya diminta untuk mengisi materi parenting dalam acara pembagian hasil evaluasi pertiga bulan TK Ar Rauf yang bertempat di Jalan Banteng No.49 (bersebelahan dengan Bintang Hati Bunda). Alhamdulillah terlihat antusias para orang tua dan wali murid saat mengikuti acara parenting tersebut. Mudah-mudahan materi yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Jika yang ingin bertanya boleh ditulis di kolom komentar atau langsung kontak saya di bio.

PENDAHULUAN

Setiap anak merupakan individu yang unik dengan kapasitas dan pertumbuhan yang berbeda-beda. Namun, untuk dapat melihat perkembangan apa saja yang seharusnya sudah dikuasai anak sesuai usianya dan mengetahui apakah perkembangan yang sekarang dimiliki anak kita sudah sesuai dengan usianya atau belum, orang tua harus cepat tanggap dengan mencari informasi yang tepat. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor tersebut dapat bersifat positif dan negatif. Faktor yang memberikan pengaruh positif seperti intake nutrisi yang baik dan seimbang, pemeliharaan kesehatan yang baik, pola pengasuhan yang baik, serta kondisi lingkungan yang bersih dan sehat, dll. Sedangkan faktor yang memberikan pengaruh negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak seperti kurangnya stimulus, terlalu asik dengan gadget, kemiskinan, keterlantaran, ketunasosialan, layanan kesehatan yang kurang baik dan lain-lain.

Perkembangan anak pada umumnya memang dapat berkembang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, namun pada beberapa anak ada yang memang membutuhkan dukungan, perhatian dan stimulasi lebih agar perkembangannya dapat sesuai dengan usia anak.

PENGERTIAN INTERVENSI DINI

Intervensi dini adalah Salah satu bentuk perlakuan atau campur tangan pihak luar pada obyek sasaran pelayanan yang dilakukan segera setelah diduga adanya gangguan/permasalahan. Intervensi ini biasanya dilakukan pada usia sekolah, bahkan lebih kecil dari itu untuk mendeteksi apakah ada faktor yang menghambat dalam pertumbuhan dan perkembangan anak dari berbagai aspek agar segera diberikan penanganan yang tepat.

Intervensi dini dapat dilakukan oleh orang tua sendiri karena orang tua adalah orang terdekat anak dan mengetahui bagaimana perkembangan anak. Adapun tata cara intervensi dini yaitu:

  1. Perhatikan dan catat perkembangan anak yang telah dikuasai
  2. Cari tahu dari berbagai sumber mengenai tahapan perkembangan yang harusnya sudah dikuasai anak seusianya
  3. Temukan beberapa kemampuan yang belum dikuasai anak
  4. Lakukan intervensi dengan merikan stimulasi lebih pada aspek yang dianggap kurang berkembang (bila perlu terapi)
  5. Jika ternyata setelah diberikan stimulasi belum terlihat kemajuannya, maka orang tua membutuhkan peran para ahli dibidangnya seperti dokter spesialis, psikolog atau terapis.
  6. Penanganan yang tepat dan pemeliharaan.

Tidak semua anak berkembang sama sesuai dengan tahapan perkembangan yang ada. Namun dengan mengetahui beberapa tahapan perkembangan anak sesuai usianya, kita bisa menjadikan acuan atau gambaran apakah perkembangan anak kita sudah sesuai atau belum dan jika memang terdapat hambatan perkembangan, maka dapat segera ditangani.

TAHAPAN PERKEMBANGAN ANAK

  1. Perkembangan Bahasa
  • Usia 1 tahun

Memanggil orang tuanya saat meminta sesuatu

Mengucapkan minimal 3-6 kata bermakna

Mulai membeo

  • Usia 2 tahun

Membuat kalimat yang terdiri dari 2 – 3 kata

Mempelajari kata dengan perlahan

Minimal mengucapkan 50 kata

  • Usia 3 tahun

Hampir semua kata yang diucapkan sudah dapat dimengerti

  • Usia 4 tahun

Menanyakan mengapa

74% bahasanya sudah dapat dimengerti

  • Usia 5 tahun

Menyusun kalimat dengan baik

100% bahasanyasudah dapat dimengerti

  1. Perkembangan motorik
  • Usia 1 tahun

Mengangkat badan untuk berdiri dan melangkah

Bertepuk tangan

  • Usia 2 tahun

Merangkak naik turun tangga

Berjalan mundur

Naik tangga tabpa bantuan

Melompat dengan dua kaki

Menendang bola

  • Usia 3 tahun

Naik tangga tanpa bantuan dengan menempatkan satu kaki disetiap anak tangga

Mengayuh sepeda roda tiga

  • Usia 4-5 tahun

Melompat dengan satu kaki

Berlari sejauh 10 meter selama 6 detik

  1. Perkembangan sosial
  • Usia 1 tahun

Mulai menunjukan tanda tanda mampu bicara

Tidak mau berpisah dengan bunda

Berinteraksi dengan orang lain

  • Usia 2 tahun

Mulai menunjukan perhatiannya melalui ciuman dan pelukan

Cepat tertarik dan cepat menarik diri juga

Menangis saat mainannya diambil

  • Usia 3 tahun

Mengingat dan membutuhkan teman

Mulai penasaran terhadap karakter dari dongeng yang sering dibacakan

Mulai belajar konsep berbagi, empati dan mengenal berbagai emosi

  • Usia 4-5 tahun

Lebih menunjukan kepercaya dirian dan kemandirian dibanding sebelumnya

Senang bermain dalam group

  1. Perkembangan Kognitif
  • Usia 1 tahun

Dapat melihat cahaya dn mengikuti arah cahaya

Mengenal fungsi benda yang taka sing baginya

Mengenal orang asing atau bukan

  • Usia 2 tahun

Imajinasi anak menggabungkan realita dengan dunia fantasinya

Menganggap semua dilihat adalah nyata

Menganggap orang tua tau apa yang anak pikirkan

Dapat bereksplorasi dengan benda sekitar

  • Usia 3 tahun

Anak mulai memahami bahwa dia merupakan pribadi yang berbeda dengan orang lain

Anak hanya punya satu pandangan baik atau buruk

  • Usia 4-5 tahun

Mengetahui fungsi benda

Mengcocokan hingga belasan warna

Dapat membaca kata singkat 4 huruf

 

HAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK YANG HARUS DIWASPADAI

  1. Perkembangan Bahasa
  • Usia 12 bulan

Anak belum mengucapkan sepatah katapun

Tidak berceloteh dan bergumam

Belum bisa melambaikan tangan, menggeleng dan menunjuk sesuatu

  • Usia 18 bulan

Tidak mengerti cara berkomunikasi/ butuh sesuatu

Tidak mengerti anggota tubuh

Belum bisa mengucapkan 3-4 kata bermakna

Tidak menambah kosa kata baru min 1 kata perminggu

  • Usia 2 tahun

Tidak meniru tingkah atau kata kata orang sekitar

Belum mengerti fungsi barang

Tidak mampu menggabung kata kata menjadi suatu kalimat

Tidak bisa menunjukan gambar saat diminta

Belum merespon perintah sederhana

  • Usia 3 tahun

Tidak dapat menggunakan aku/ kamu

Tidak tertarik bermain dengan anak lain

Ucapannya tidak jelas dan sulit dipahami

  • Usia 4 – 5 tahun

Tidak mengerti konsep sama dan berbeda

Belum bisa menggunakan kata aku dan kamu dengan tepat

Belum menguasai konsonan

  1. Perkembangan motorik
  • Usia 1 tahun

Anak belum bisa duduk tegak 5-10 menit

Anak belum bisa merangkak dan belum bisa ditarik ke posisi berdiri

Anak belum bisa berjalan sendiri saat usia 18-21 bulan

  • Usia 2 tahun

Belum bisa berjalan

Belum bisa melompat

Terlihat pasif

  • Usia 3- 5 tahun

Tidak bisa duduk diam (aktif)

Belum bisa menggenggam

  1. Perkembangan sosial
  • Usia 1 tahun

Anak tidak menoleh ke sumber suara

Anak tidak menoleh saat dipanggil nama

Anak tidak tertawa saat diajak bermain

  • Usia 2 tahun

Anak tidak mau melakukan kontak mata

Tidak tertarik bermain dengan anak lain

  • Usia 3 – 5 tahun

Tidak bisa berpisah dengan orang tua

Tidak mau bermain dengan teman

  1. Perkembangan Kognitif
  • Usia 1 tahun

Anak tidak tertarik pada wajah ibu

Anak tidak mencari benda jatuh

Anak tidak tertarik bermain cilukba

  • Usia 2 tahun

Anak tidak mampu mengelompokan bentuk dan warna yang sma

  • Usia 3 tahun

Anak tidak bisa menyebutkan namanya sendiri

  • Usia 4 – 5 tahun

Anak tidak bisa berhitung dengan benar

Anak tidak mengenali warna

 

STIMULASI YANG DAPAT DIBERIKAN

  1. Perkembangan Bahasa
  • Bermain pura-pura
  • Membacakan buku
  • Kurangi menonton TV
  • Jadwalkan untuk bermain bersama minimal 40 menit
  • Belajar meniup kapas, tissue atau bena lain yang ringan
  • Minum menggunakan sedotan
  • Bermain menggunakan flashcard
  • Pancing anak untuk mengucapkan sesuatu saat dia menginginkannya
  • Pada usia 2 tahun, anak sudah lepas empeng dan tidak minum susu dari dot
  1. Perkembangan motorik
  • Batasi waktu yang dihabiskan di bouncher, walkers dll,
  • Perbolehkan bayi bermain di lantai dengan pengawasan penuh
  • Bermain menumpuk dan menyususn balok
  • Memasukan manik manik ke dalam botol yang dilubangi
  • Menyediakan alat untuk berkreasi seni
  • Mainan yang meningkatkan kemampuan manipulatif
  • Bermain sepeda dan bermain di playground
  • Menyediakan dan menemani anak berolah raga
  1. Perkembangan sosial
  • Ajaklah anak bermain dengan teman sebaya
  • Libatkan anak saat ada tugas bersama temannya
  • Ajarkan anak berempati terhadap kondisi temannya yang sedang sedih
  • Ajarkan tentang identitas diri
  • Mengenalkan berbagai jenis emosi
  • Mengenalkan dan mengajarkan konsep negosiasi, kompetisi dan menolong
  1. Perkembangan Kognitif
  • Biarkan anak mencari sumber suara
  • Rajin membacakan buku dan mengajak anak berbicara
  • Menanggapi celotehan anak
  • Berikan kesempatan untuk anak bereksplorasi
  • Bernyanyi dan menggerakan tubuh

Semakin cepat intervensi ini dilakukan, maka akan semakin cepat juga anak diberikan penanganan yang tepat dan itu menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilah belajar atau terapi. Jangan menyerah untuk kebaikan anak. Hargai setiap usaha yang telah anak-anak lakukan. Percayalah tak ada usaha yang sia-sia. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk menjalani semua proses pembelajarannya.

 

SEMOGA BEMANFAAT

Advertisements
0

Lowongan Pekerjaan

Lowongan pekerjaan

Dibutuhkan tenaga terapis untuk Anak Berkebutuhan Khusus Bandung.

Kirim CV dan lamaran anda ke Bintang Hati Bunda, Jalan Banteng No.49 Bandung atau kirim via email ke bintanghatibunda@gmail.com

Mari bergabung bersama kami untuk masa depan mereka.

Info selanjutnya hubungi:

Wulan 082115457261

0

Kini Kami Hadir di Kota Semarang

Alhamdulillah kini Bintang Hati Bunda dengan layanan private home visit untuk anak berkebutuhan khusus hadir bukan hanya di Bandung saja. Sekarang telah hadir di Kota SEMARANG 🎉🎉🎉

Banyak orang tua yang minta bantuan dicarikan terapis diluar kota bandung, namun untuk saat ini baru bisa tersedia di Kota Semarang. Semoga kedepannya kami bisa hadir di setiap kota untuk memudahkan orang tua dengan anak spesial agar bisa terapi di rumah dan mendaparkan pelayanan sesuai kebutuhannya.

Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan berusaha mendidik anak-anak dengan baik dan penuh kasih agar anak-anak bisa tumbuh dengan perkembangan yang baik pula. Kami selalu mlakukan inovasi dalam berbagai aspek seperti alat peraga, cara pendekatan terhadap anak, termasuk proses pembelajaran dengan tujuan yang sama yaitu agar anak lebih berkembang dengan baik sesuai kebutuhan.

Semoga bisa membantu mengatasi masalah bagi orang tua yang mempunyai banyak kendala saat akan memasukan anaknya ke tempat-tempat terapi seperti tidak ada yang mengantarkan terapi, waiting list untuk konsultasi dan terapi sedangkan anak semakin hari semakin bertambah usia, menginginkan private terapi, menghemat waktu dan lebih simple karena kami yang datang ke rumah murid.

Tenaga terapis Bintang Hati Bunda adalah lulusan Pendidikan Luar Biasa dan memiliki pengalaman menjadi terapis selama lebih dari 5 tahun. Insya Allah, dengan ilmu dan pengalaman yang telah kami miliki, kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Metode terapi yang kami gunakan adalah metode ABA dengan pendekatan teori perilaku. Tegas tanpa kekerasan, one on one, adanya imbalan dan menyenangkan.

Metode ABA banyak dipakai oleh sekolah sekolah tumbuh kembang anak karena kurikulumnya terstruktur (dari berbagai aspek perkembangan dan mulai dari materi dasar) dan terukur (karena ada catatan penilaian). Awal terapi akan dilaksanakan asesmen terlebih dahulu dengan berbagai instrumen dari berbagai aspek seperti kognitif dasar, motorik, bahasa, pre akademik, akademik dan bina diri untuk selanjutnya dibuatkan program sesuai kemampuan dan kebutuhan murid. Laporan hasil belajar dilakukan setelah terapi dilaksanakan agar orang tuapun tau materi apa yang disampaikan dan bisa diulang di rumah. Rapotan atau laporan hasil perkembangan dilakukan per tiga bulan.

Tunggu apalagi bunda, ayo segera hubungi kami untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak bunda.
Free konsultasi

Wulan Tresnawati S.Pd

082115457261

Ig @bintanghatibunda

0

Mengenal Lebih Dekat Dengan Terapi Wicara

Apa itu Terapi Wicara?

Terapi wicara adalah ilmu kedokteran yang menangani evaluasi, diagnosis, dan pengobatan gangguan penyebab ketidakmampuan bicara dan menelan. Terapi wicara memiliki lingkup yang luas. Terapis wicara menangani pasien dari berbagai usia dengan gangguan yang berbeda. Ada pula sub-spesialisasi yang khusus menangani anak. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan diberikannya layanan terapi wicara bisa pada anak-anak, kemampuan bicara merrka akan lebih baik. Selain itu, terapi wicara juga bermanfaat untuk keterampilan mengunyah anak dan juga bisa menambah nafsu makan anak. Intervensi sedini mungkin pada anak yang memiliki hambatan bicara sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan nantinya.

Siapa saja yang perlu mendapatkan layanan terapi wicara?

Terapi wicara dibutuhkan oleh pasien dengan masalah bahasa, komunikasi, dan menelan karena gangguan kesehatan, harus menjalani terapi wicara. Gangguan komunikasi merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerapkan dan memahami pembicaraan dan berbahasa sebagai cara bersosialisasi. Gangguan ini mencakup keterlambatan bicara, perubahan suara, tidak mampu memahami pembicaraan atau berbicara dengan baik.

Contoh-contoh gangguan bicara adalah:

  • Apraksia verbal pada anak
  • Gagap
  • Gangguan artikulasi atau bicara tidak jelas
  • Disartria atau gangguan artikulasi karena kerusakan saraf pusat
  • Gangguan otot orofasial
  • Kesulitan belajar, dalam membaca, mengeja, atau menulis
  • Mutisme
  • Afasia atau gangguan berbahasa
  • Gangguan irama bicara
  • Lisp atau tidak mampu melafalkan huruf dengan baik

Gangguan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Kelainan pertumbuhan, seperti celah bibir dan langit mulut
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan saraf
  • Cedera otak

Namun, dalam kasus tertentu, penyebab gangguan ini tidak diketahui sama sekali.

Terapi wicara sangat penting untuk gangguan yang menyebabkan disfagia atau kesulitan menelan, seperti:

  • Penyakit Parkinsonmultiple sclerosis
  • Distrofi otot
  • Lumpuh otak
  • Autisme
  • Gangguan pendengaran
  • Penyakit asam lambung
  • Esofagitis
  • Kanker
  • Stroke
  • Sindrom pasca-polio
  • Skleroderma
  • Cedera sumsum tulang

Dimana layanan terapi wicara dapat ditemukan?

Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi wicara. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Seorang terapis wicara adalah seorang ahli di bidang wicara. Namun untuk kebutuhan ABK, masih bisa ditangani oleh terapis lainnya yang pada dasarnya mengetahui metode dan cara pembelajaran terapi wicara sendiri sesuai kebutuhan anak.
Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

Sebagai orang tua, kita sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan anak setiap bulan atau tahunnya. Berikan stimulus disetiap aspek perkembangannya termasuk aspek komunikasi/ bicaranya agar perkembangan anak dapat berkembang sesuai usianya. Menurut dokter spesialis anak, batas toleran anak belum dapat bicara sedikitpun (babling, mengoceh) adalah 18 bulan. Jika sudah begitu, segeralah konsultasikan ke dokter. Memang perkembangan setiap anak berbeda-beda termasuk pada aspek bicaranya. Namun, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua lebih cepat tanggap dengan perkembangan anak. Lebih cepat ditangani, maka akan lebih baik kan dari pada terlambat, kita tidak bisa mengulang waktu yang sudah dilewati. Waktu yang baik untuk penerapan terapi wicara (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

Untuk beberapa anak berkebutuhan khusus biasanya sebelum mendapatkan layanan terapi wicara, anak sebaiknya mendapatkan terapi perilaku terlebih dahulu/ berdampingan. Karena pada banyak kasus ABK apalagi anak autis, lebih baik mereka belajar kepatuhan dan kontak mata dulu sebelum melanjutkan ke program terapi wicara agar dapat belajar dengan efektif.

Untuk kasus orang dewasa, terapi diberikan setelah saran dari dokter (sesuai kebutuhan).

Apa saja yang dilakukan saat terapi wicara?



Komponen dan metode dalam terapi wicara, antara lain:

  • Fonasi
  • Resonansi
  • KelancaranIntonasi
  • Variasi pola titinada
  • Suara dan pernafasan

Komponen bahasan dan komunikasi yang terlibat adalah:

  • Fonologi
  • Manipulasi suara
  • MorfologiSintaksisTata bahasa
  • Semantik
  • Interpretasi atau penerjemahan tanda dan lambang komunikasi
  • Pragmatis

Program pengobatan/ pembelajaran terapi wicara berbeda-beda setiap pasiennya tergantung kebutuhan dan hambatan yang dialami.

Untuk anak usia sekolah, terapi dipadukan dengan layanan edukasi khusus, yang dikenal sebagai IEP (Individualized Education Program). Program ini untuk mendidik anak sesuai dengan tingkat dan fase yang dapat dipahami.

Beberapa teknik yang juga diterapkan adalah:

  • Bersiul, untuk meningkatkan penguasaan otot-otot mulut, tenggorokan, dan lidah
  • Mainan dan boneka tangan
  • Pemadu suara
  • Teknologi asistif
  • Permainan berbicara
  • Kartu bergambar

Referensi: https://www.google.co.id/amp/s/www.docdoc.com/id/info/specialty/terapis-wicara/amp

0

Mengenal lebih dekat dengan terapi okupasi

Apa itu terapi okupasi?
Terapi Okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan latihan/ aktivitas mengerjakan sasaran yang terseleksi (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari Okupasi Terapi adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Seperti untuk anak berkebutuhan khusus yang pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus yang perlu dilatih agar dapat mengerjakan berbagai aktifitas dengan mandiri seperti makan, minum, memakai dan melepas pakaian, memegang pensil dll.

Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi okupasi?

Terapi okupasi sangat dibutuhkan untuk anak berkebutuhan khusus. Diperlukan perhatian khusus dan energi ekstra untuk mempelajari keterampilan dasar dalam perawatan diri (makan, mandi, dsb) atau keterampilan akademiknya. Contoh: menulis. Melakukan aktivitas menulis memerlukan keterampilan yang komplek, diantaranya: integrasi visual motorik (koordinasi mata dan tangannya), kognitif perceptual, perencanaan gerak, kekuatan otot, hubungan ruang dan jarak, dan masih banyak komponen lain yang dipelukan didalamnya. Disini peran terapi okupasi yaitu mempersiapkan dan melatih anak agar siap melakukan berbagai kegiatan sehari-harinya dengan mandiri.

Untuk kondisi dewasa, yang biasa ditangani okupasi Terapis diantaranya kondisi neurology dan ortopedi. Contohnya, stroke, frozen shoulder (bahu beku), TBI (Traumatic brain injury/cidera kepala), SCI (Spinal cord injury/paraplegia), kondisi luka bakar, osteoarthritis, remathoid arthritis, fraktur (patah tulang), amputasi, dan sebagainya. Dengan menggunakan Okupasi Terapi, dapat membantu proses penyembuhan seorang individu atau pasien agar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Dimana layanan terapi okupasi bisa didapatkan?

Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Seorang terapis okupasi adalah seorang ahli di bidang okupasi. Namun untuk kebutuhan ABK, masih bisa ditangani oleh terapis lainnya yang pada dasarnya mengetahui metode dan cara pembelajaran terapi okupasi itu sendiri.

Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

Waktu yang tepat untuk penerapan terapi okupasi (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

Untuk kasus orang dewasa, terapi diberikan setelah saran dari dokter (sesuai kebutuhan).

Apa saja yang dilakukan selama terapi okupasi?

  • Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  1. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan. Misalkan dengan kegiatan menggunting, massage tangan, menyobek, meronce, pasang puzzle, menempel, menjepit kertas, meremas, mengenal halus dan kasar dll.
  2. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telpon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.
  3. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya, dan memberi saran penyederhanaan (simplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.
  • Untuk orang dewasa
  1. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.
  2. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-vocational training. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan kerja, sosialisasi, minat, potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya ke pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja.
  3. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna.
  4. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.

Materi yang didapatkan setiap anak/ orang dewasa berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi atau hasil rujukan dokter.

Semoga bermanfaat. 

2

​Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Anak merupakan aset terbesar orang tua untuk masa depan. Banyak harapan besar yang ditumpukan oleh orang tua kepada mereka. Demi kemajuan anak orang tua bisa mengorbankan apa saja termasuk pendidikannya. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan bagi anak.
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan juara kelas dengan menjejalkan berbagai macam les mata pelajaran di luar jam sekolahnya seketika dia masuk di sekolah dasar. Tanpa adanya bekal yang cukup, tuntutan orang tua yang seperti demikian hanya akan membebani anak.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,80% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Bolehkah anak usia dini diajarkan berbagai macam materi?

Pada usia 3-6 tahun biasanya orang tua memasukan anaknya ke sekolah sekolah supaya anaknya bisa diajarkan berbagaimacam kemampuan dan keterampilan. Tapi mesti ingat bunda, pada usia 3-6 tahun anak boleh saja dikenalkan berbagai macam pelajaran namun jangan sampai kita memaksakan dengan memberikan berbagai jenis les dan pembelajaran dengan tujuan anak supaya pintar segalanya. Pembelajaran pada anak usia dini haruslah menyenangkan agar mereka tidak merasa sedang belajar. Mereka tetap merasa nyaman dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Pada usia 3-6 tahun adalah masa anak bermain, mereka boleh saja belajar angka, huruf, baca dan tulis namun. Kita harus melihat kemampuan anak tersebut. Jangan sampai masa kanak kanaknya hilang, masa bermain dengan teman seusianya terenggut dengan banyak kegiatan belajar dengan tuntutan harus sudah bisa ini itu. Biasanya, anak dengan banyak materi yang di dapatkan pada usia dini, mereka akan menjadi anak yang pemarah, jail dan berontak pada usia 6-8 tahun. Mereka merasa tertekan dengan tuntutan pelajaran yang selalu diberikan. 

Anak saya suka menolak belajar, apakah dia belum siap atau memang tidak tertarik ya? Bagaimana cara mengatasinya?

Kita sebagai orang tua harus peka memperhatikan setiap respon dan perkembangan anak dalam setiap pembelajaran yang di dapatkan. Jika dilihat anak mampu dan senang dengan berbagai kegiatan dan pembelajar yang diberika, maka lanjutkanlah. Jika memang agak sulit, maka tidak usah dipaksakan. Perlu diingat juga bahwa kemampuan setiap anak berbeda bunda, jadi tidak usah sedih saat kemampuan anak kita dibawah anak lain.

Jika anak mengalami kesulitan atau penolakan dalam belajar, Kita harus pandai memperhatikan penyebabnya dan mengetahui cara menanganinya. Misalkan,

  1. Jika anak belum bisa menerima materi dengan baik dan sulit fokus, maka kita harus ajarkan anak kita untuk bisa fokus dan konsentrasi dengan baik. Salah satunya dengan kegiatan brain gym (ada pada artikel sebelumnya), berbagai aktifitas fisik lainnya, juga dengan memberikan kegiatan seperti menggunting atau mencocok gambar. Melalui beberapa kegiatan teraebut, kefokusan anak akan terlatih menjadi lebih baik.
  2. Jika anak menolak menulis, mungkin saja anak belum siap menulis misalkan keterampilan memegang pensilnya belum begitu bagus, anak merasa kesakitan saat menekan pensil (otot jari lemas), maka latihan motorik halus sangat dibutuhkan anak. Berikan pijitan kecil pada telapak tangan anak dan jari jari anak. Selain itu, berikan anak mainan edukatif seperti ronce, puzzle dan juga beri kegiatan memindahkan biji-bijian dari mangkuk ke mangkuk lain menggunakan tiga jari, anak belajar membawa beban ditangannya seperti menenteng tas kecil yang diberi beban sesuai usianya. Semua kegiatan itu bertujuan untuk mnguatkan otot jari tangan agar anak siap menulis dengan cara memegang pensil yang baik.
  3. Jika anak sering menolak belajar dan selalu mengalihkan perhatian, terapkan metode behavior terapi. Berikan reward yang disukai anak setia anak melakukan kegiatan yang diperintahkan/ menyelesaikan tugas. Lakukan dengan konsisten dan tegas. Buatlah susana belajar yang menarik agar anak mau mengikuti pembelajaran.
  4. Anak tidak percaya diri dan pemalu. Berikan terus ia semangat dan biarkan ia melakukan kegiatan/ menyelesaikan materi sendiri dan jangan lupa berikan reward untuk penyemangat anak. Jangan terlalu sering menatap mata anak saat memberikan instruksi atau materi. Terkadang kita harus pura-pura cuek dengan respon anak saat kita memberikan materi/perintah agar anak berani memulai / menjawab. Selalu libatkan anak dalam setiap kegiatan sangat berpengaruh terhadap kepercaya dirian anak.
  5. Berikan contoh yang baik. Ajarkan pendidikan agama dan sosial sedini mungkin. Karena anak mudah sekali meniru dibandingan dengan mengikuti nasehat orang tua. Maka, orang tua yang lebih kama bersama anak, maka orang tualah yang pertama menjadi contoh untuk mereka. Berikan contoh yang baik dan sederhana misalkan membuang sampah pada tempatnya, menyapa orang lain, berbicara lembut bahkan cara menolak sesuatu (menyampaikannketidak sukaan).

Kedekatan anak dan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Lakukanlah pembelajaran yang menarik di rumah. Dengan suasana yang menyenangkan, anak akan selalu bahagia, dan dengan hati yang bahagia, anak akan dapat menyerap materi dengan cepat dan tumbuh dengan baik.

Anak anak adalah penerus bangsa. Mendidik anak sedini mungkin kita bisa lakukan dirumah, dilingkungan luar, disekolah dan dimanapun tempatnya. Dengan didikan yang baik di waktu kecil, akan menjadi pondasi yang kokoh dan akan berpengaruh sampai mereka dewasa. Tetaplah menjaga kedekatan dan keharmonisan bersama keluarga karena anak yang bahagia berasal dari keluarga yang harmonis dan keluarga yang harmonis akan menghasilkan anak bangsa yang cerdas dan berbudi pekerti baik.

0

Pentingnya Belajar Matematika

​Matematika merupakan keterampilan dasar dalam kehidupan dan aplikasinya yang bertebaran di seluruh lapisan masyarakat. Mengerjakan Matematika dengan keseriusan merupakan aspek penting dari pendidikan yang berhasil dan perlu perencanaan yang  tepat dari masa anak-anak sampai dewasa karena matematika memang sangat penting bagi kehidupan kita. 
Dan Berikut ini adalah alasan mengapa Kita harus belajar Matematika sejak dini.

1. Matematika mengajarkan keterampilan pemecahan masalah
Masalah dalam matematika dan cara penyelesaiannya dapat anak terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika siswa memecahkan masalah matematika di berbagai cabang, mereka sudah dibekali dengan kemampuan untuk mengatur informasi, mengatur ulang informasi dan uji kebenaran iformasi.
2. Belajar untuk hidup cerdas
Ada berbagai kesempatan dalam kehidupan di mana kita harus menggunakan kemampuan matematika untuk penyelesaiannya contohnya Menghitung seberapa panjang jalan yang dilalui dari rumah ke sekolah, memeriksa garansi produk, pintar mengemudi tanpa membuang-buang waktu dan bahan bakar, membeli bahan makanan di toko bahkan membuat bangunan semuanya berdasarkan ilmu matematika, pengetahuan tentang ilmu matematika juga digunakan untuk mengambil  keputusan yang tepat.
3. Matematika membuka wawasan tentang pelajaran akademik lainnya
 Matematika adalah pintu gerbang untuk mata pelajaran Sains seperti Fisika, ilmuTeknik, akuntan dan ekonomi. Dengan  keterampilan Matematika maka pelajaran lainnya akan terasa mudah dipahami karena dasarnya tetap matematika.
4. Matematika menyediakan Lapangan kerja yang luas dan menjanjikan
Matematika merupakan keterampilan yang dapat mengantarkan kita menuju karir yang gemilang karena dengan keterampilan matematika kita bisa mendapat pekerjaan yang menjanjikan seperti, programemer computer, Pedagang besar, Ekonoi, Arsitek Guru, Dosen Bahkan Dokter. Memang mata pelajaran lainpun berpeluang menyediakan lapangan kerja yang banyak dan menjanjikan tetapi tidak sebanyak dan semenjanjikan matematika.

5. Matematika bisa Membuktikan bahwa kita cerdas di tempat kerja
Keterampilan Matematika menawarkan kita kepada kemampuan analitis, struktur dan keterampilan organisasi. Setiap Atasan (bos) mengharapkan karyawannya untuk menghadapi situasi yang menantang di tempat kerja dengan otak analitis dan memberikan solusi untuk segala situasi. Keterampilan matematika dapat membentuk kemampuan analitis seseorang.
6. Dengan matematika Kita menjadi orangtua yang baik di masa depan:
Kita hari ini masih berstatus sebagai siswa, tetapi siswa hari ini adalah orang tua besok dan mereka yang memiliki kemampuan Matematika yang kuat tentunya akan mampu menanamkan keterampilan matematikanya  kepada  anak-anak mereka. Kita dapat membesarkan anak-anak kita dengan pengetahuan ilmu Matematika yang tentunya akan sangat berdampak baik bagi kehidupan anak-anak kita kelak.
Banyak faktor yang membuat upaya kita sukses dalam memperoleh keterampilan Matematika. Salah satunya adalah motivasi dengan motivasi positif dari guru terhadap pembelajaran Matematika . Guru harus membuat siswa terinspirasi dan merangsang kepekaan otak kita dengan matematika. Ini harus dimulai dari anak usia dini dari pelajar muda untuk mempromosikan sikap belajar yang positif mereka terhadap Matematika.