0

Private Home Visit Anak Berkebutuhan Khusus (Bandung dan Semarang)

Bintang hati bunda private home visit memberikan layanan untuk: 

Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Disleksia, Disgrafia, Diskalkulia, Speech delay, Hyperactif)

*Terapi perilaku (Metode ABA)

Terapi perilaku bertujuan untuk memperbaiki atau merubah perilaku seseorang yang di anggap mengganggu atau tidak wajar menjadi perilaku yang lebih baik melalui metode ABA. Melalui terapi perilaku, aspek perkembangan anak yang belum berkembang dengan baik/mengalami hambatan dan gangguan, dapat di atasi karena materi dalam terapi ini mencangkup semua aspek seperti motorik halus dan kasar, melatih konsentrasi dan kesabaran, kemampuan mengikuti pelajaran, kemampuan kognitif, bahasa reseptif, bahasa ekspresif, pre akademik juga bina diri

*Terapi wicara

Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan bicara anak.

Massage dan oromotor baik diberikan kepada anak dengan hambatan atau bahkan gangguan bicara. Selain itu, berikan terus stimulus seperti mengajarkan dan memperkenalkan banyak kosa kata disertai obyek nyata atau flash card. Jangan lupa berikan reward setiap anak mau berusaha mengeluarkan suaea atau kata.

*Terapi okupasi

Terapi okupasi bertujuan untuk memberi kesibukan kepada anak melalui aktifitas motorik halus agar kekuatan otot dan keterampilan tangan (khususnya) lebih baik lagi. 

Anak berkebutuhan khusus pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus yang masih lemas dan akibatnya mereka kesulitan melakukan berbagai aktifitas sehari-hari seperti memakai baju, memasang kancing, makan dan kinum sendiri, menulis, menggenggam, melempar dll. Maka peran terapi okupasi disini untuk melatih kekuatan otot tangan anak agar lebih kuat dan terampil untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Terapis/ guru adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya lebih dari 5 tahun dan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas swasta bandung.

Awal terapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu agar dapat terlihat sejauhmana kemampuan dan kabutuhannya dalam pembelajaran.

Laporan hasil belajar di lakukan setiap selesai terapi, dan rapotan/ evaluasi diadakan 3 bulan sekali.

✨ Free pendaftaran dan konsultasi ✨
More info: 

Wulan Tresnawati S.Pd

WA 082115457261

http://www.bintanghatibunda.wordpress.com

#bintanghatibunda

#terapiperilaku

#autis

#speechdelay

#telatbicara

#tempatterapi

#privatebandung

#privatesemarang

#terapisemarang

#slbsemarang

#terapiwicara

#terapiokupasi

#metodeABA

Advertisements
0

Kini Kami Hadir di Kota Semarang

Alhamdulillah kini Bintang Hati Bunda dengan layanan private home visit untuk anak berkebutuhan khusus hadir bukan hanya di Bandung saja. Sekarang telah hadir di Kota SEMARANG πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

Banyak orang tua yang minta bantuan dicarikan terapis diluar kota bandung, namun untuk saat ini baru bisa tersedia di Kota Semarang. Semoga kedepannya kami bisa hadir di setiap kota untuk memudahkan orang tua dengan anak spesial agar bisa terapi di rumah dan mendaparkan pelayanan sesuai kebutuhannya.

Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan berusaha mendidik anak-anak dengan baik dan penuh kasih agar anak-anak bisa tumbuh dengan perkembangan yang baik pula. Kami selalu mlakukan inovasi dalam berbagai aspek seperti alat peraga, cara pendekatan terhadap anak, termasuk proses pembelajaran dengan tujuan yang sama yaitu agar anak lebih berkembang dengan baik sesuai kebutuhan.

Semoga bisa membantu mengatasi masalah bagi orang tua yang mempunyai banyak kendala saat akan memasukan anaknya ke tempat-tempat terapi seperti tidak ada yang mengantarkan terapi, waiting list untuk konsultasi dan terapi sedangkan anak semakin hari semakin bertambah usia, menginginkan private terapi, menghemat waktu dan lebih simple karena kami yang datang ke rumah murid.

Tenaga terapis Bintang Hati Bunda adalah lulusan Pendidikan Luar Biasa dan memiliki pengalaman menjadi terapis selama lebih dari 5 tahun. Insya Allah, dengan ilmu dan pengalaman yang telah kami miliki, kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Metode terapi yang kami gunakan adalah metode ABA dengan pendekatan teori perilaku. Tegas tanpa kekerasan, one on one, adanya imbalan dan menyenangkan.

Metode ABA banyak dipakai oleh sekolah sekolah tumbuh kembang anak karena kurikulumnya terstruktur (dari berbagai aspek perkembangan dan mulai dari materi dasar) dan terukur (karena ada catatan penilaian). Awal terapi akan dilaksanakan asesmen terlebih dahulu dengan berbagai instrumen dari berbagai aspek seperti kognitif dasar, motorik, bahasa, pre akademik, akademik dan bina diri untuk selanjutnya dibuatkan program sesuai kemampuan dan kebutuhan murid. Laporan hasil belajar dilakukan setelah terapi dilaksanakan agar orang tuapun tau materi apa yang disampaikan dan bisa diulang di rumah. Rapotan atau laporan hasil perkembangan dilakukan per tiga bulan.

Tunggu apalagi bunda, ayo segera hubungi kami untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak bunda.
Free konsultasi

Free Uang pendaftaran

Wulan Tresnawati S.Pd

082115457261

Ig @bintanghatibunda

0

Mengenal lebih dekat dengan Montessori

Ini dia yang sedang trending topik di dunia parenting dan per emak’an πŸ˜„. Yuk kita belajar lebih dalam lagi tentang montessori.

  • Pengertian Montessori

Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah. Pada awal penelitian, metode ini diterapkan pada anak berkebutuhan khusus.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut “direktur” atau “pembimbing”). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

Montessori juga memperhatikan adanya saat-saat yang sensitif, ketika anak-anak memiliki kesempatan lebih baik dalam mempelajari sesuatu dibanding masa-masa lainnya.

Misalkan di awal masa anak-anak, mereka mempelajari segala sesuatunya melalui aktifitas gerak dan penginderaan, dengan berbagai material yang mengembangkan kekuatan kognitif melalui pengalaman langsung.

Beranjak besar, di tingkatan dasar, anak-anak mulai mengatur pikirannya dari hal-hal yang nyata ke arah yang abstrak. Mereka mulai mengaplikasikan pengetahuannya ke pengalaman nyata.

Pada setiap tingkatan usia, anak disiapkan untuk menghadapi dunia orang dewasa ketika pikiran dan emosi berkembang untuk lebih memahami konsep-konsep yang lebih abstrak seperti keadilan, kebebasan dan kesetaraan.

Semasa hidupnya Maria Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir, bahkan tahun-tahun awal kehidupannya meupakan masa-masa formatif yang paling penting baik fisik maupun mental anak. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, tidak hanya secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis bila selalu ditinggal sendiri.

Metode pembelajaran yang sesuai dalam tahun-tahun kelahiran sampai usia 6 tahun biasanya akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa. Karena perkembangan mental dalam usia- usia awal berjalan dengan cepat, periode ini tidak boleh disepelekan. Montessori yakin bahwa  pada  tahun-tahun awal,  anak mempunyai  β€œPeriode-periode Sensitif (Sensitive Periods)”, selama masa-masa inilah dia secara khusus mudah menerima stimulasi- stimulasi itu. Kegiatan yang ada di dalam montessori ini sama seperti kegiatan terapi okupasi. Jadi, memang kegiatan ini sangat bermanfaat diberikan kepada anak-anak usia dini.

  •  Tujuan Montessori

Metode Montessori bertujuan sebagai pengantar prinsip, agar anak-anak mereka dapat memasuki kesenjangan pendidikan yang lebih tinggi dengan persiapan yang matang dimulai pada usia prasekolah.

Adapun tujuan yang lain dari metode Maria Montessori adalah

  • Membantu para orang tua dalam menerapkan pola pengajaran yang efektif bagi anak mereka.
  • Membantu anak-anak didik dalam mengembangkan tingkat intelektual, psikomotor, dan afektif yang ada pada diri mereka.
  • Membuat anak dituntut untuk dapat berkembang sesuai dengan periode perkembangannya saat mereka mulai peka terhadap tugas-tugas.
  • Mengajarkan pada anak cara belajar yang efektif dan optimal melalui permainan.
  • Mengembangkan keterampilan yang menekankan pada pentingnya anak bekerja bebas dan dalam pengawasan terbatas.
  • Anak diajarkan untuk dapat berkonsenterasi dan berkreasi
  • Anak dibiasakan untuk memilih sesuai dengan keinginan sendiri.

Adapun manfaat dari beberapa kegiatan montessori adalah untuk:

  • Meningkatkan kemampuan motorik halus
  • Meningkatkan keterampilan jari dalam memegang dan menggenggam
  • Meningkatkan konsentrasi anak
  • Meningkatkan kreatifitas anak
  • Mengenal warna
  • Mengebal ukuran
  • Mengenal tekstur
  • Melatih kesabaran
  • Melatih emosi
  • Dan banyak lagi sesuai jenis kegiatannya.

    Berikut adalah contoh kegiatan montessori untuk usia 12 sampai 36 bulan atau anak usia  1 – 3 th (toddler).

    Montessori di rumah dengan alat peraga yang ada di rumah. Bisa kita buat sendiri, yang penting niat dan kemauan bunda. Main kaya gini lebih baik dibandingkan terus pantengin gadget kan. Perhatikan setiap respon anak saat bermain dan saat menyelesaikan permainan sampai selesai dan sampai bisa. Dampingi anak disaat mereka mulai belajar sampai mereka bisa mandiri menyelesaikan tugasnya ya bun.

    Selamat mencoba 😍

    Memasang tutup yang sesuai

    Bermain dengan air (mengambil benda yang diatas air)

    Memasukan ring tissu

    Memberi makan hewan dengan pom pom πŸ˜„

    Melukis diatas pasir (pakai jari ya bun)

    Memindahkan benda kecil menggunakan scoop

    Memberi makan kucing

    Melempar bola ke gawang

    Melukis munggunakan air saja πŸ˜…

    Mencari hewan di sobekan kertas

    Memindahkan bola menggunakan sendok besar

    Meronce bekas gulungan tissu

    Memasukan cotton bud ke lubang kecil

    Matching warna

    Kalau belum bisa mengenal warna, masukin aja dulu tepat ke lubangnya ya.

    Memasukan kancing sesuai warna

    Bermain peek a boo

    Memasukan sedotan ke botol

    Ide bermain lainnya

    Waaaah banyak nih ide bermain montessori di rumah. Gampang kan alat dan bahannya bun. Tidak mesti sama persis dengan yang ada di gambar ya bun, manfaatkan saja barang yang ada di rumah yang penting inti, tujuan dan sasarannya sama.

    Kegiatan ini diberikan sesuai usia dan kemampuan anak juga y. Dimulai dari yang termudah dulu.
    Mari bermain 😍

    0

    Mengenal Lebih Dekat Dengan Terapi Wicara

    Apa itu Terapi Wicara?

    Terapi wicara adalah ilmu kedokteran yang menangani evaluasi, diagnosis, dan pengobatan gangguan penyebab ketidakmampuan bicara dan menelan. Terapi wicara memiliki lingkup yang luas. Terapis wicara menangani pasien dari berbagai usia dengan gangguan yang berbeda. Ada pula sub-spesialisasi yang khusus menangani anak. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan diberikannya layanan terapi wicara bisa pada anak-anak, kemampuan bicara merrka akan lebih baik. Selain itu, terapi wicara juga bermanfaat untuk keterampilan mengunyah anak dan juga bisa menambah nafsu makan anak. Intervensi sedini mungkin pada anak yang memiliki hambatan bicara sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan nantinya.

    Siapa saja yang perlu mendapatkan layanan terapi wicara?

    Terapi wicara dibutuhkan oleh pasien dengan masalah bahasa, komunikasi, dan menelan karena gangguan kesehatan, harus menjalani terapi wicara. Gangguan komunikasi merujuk pada ketidakmampuan seseorang dalam menerapkan dan memahami pembicaraan dan berbahasa sebagai cara bersosialisasi. Gangguan ini mencakup keterlambatan bicara, perubahan suara, tidak mampu memahami pembicaraan atau berbicara dengan baik.

    Contoh-contoh gangguan bicara adalah:

    • Apraksia verbal pada anak
    • Gagap
    • Gangguan artikulasi atau bicara tidak jelas
    • Disartria atau gangguan artikulasi karena kerusakan saraf pusat
    • Gangguan otot orofasial
    • Kesulitan belajar, dalam membaca, mengeja, atau menulis
    • Mutisme
    • Afasia atau gangguan berbahasa
    • Gangguan irama bicara
    • Lisp atau tidak mampu melafalkan huruf dengan baik

    Gangguan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

    • Kelainan pertumbuhan, seperti celah bibir dan langit mulut
    • Gangguan pendengaran
    • Gangguan saraf
    • Cedera otak

    Namun, dalam kasus tertentu, penyebab gangguan ini tidak diketahui sama sekali.

    Terapi wicara sangat penting untuk gangguan yang menyebabkan disfagia atau kesulitan menelan, seperti:

    • Penyakit Parkinsonmultiple sclerosis
    • Distrofi otot
    • Lumpuh otak
    • Autisme
    • Gangguan pendengaran
    • Penyakit asam lambung
    • Esofagitis
    • Kanker
    • Stroke
    • Sindrom pasca-polio
    • Skleroderma
    • Cedera sumsum tulang

    Dimana layanan terapi wicara dapat ditemukan?

    Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi wicara. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Seorang terapis wicara adalah seorang ahli di bidang wicara. Namun untuk kebutuhan ABK, masih bisa ditangani oleh terapis lainnya yang pada dasarnya mengetahui metode dan cara pembelajaran terapi wicara sendiri sesuai kebutuhan anak.
    Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

    Sebagai orang tua, kita sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan anak setiap bulan atau tahunnya. Berikan stimulus disetiap aspek perkembangannya termasuk aspek komunikasi/ bicaranya agar perkembangan anak dapat berkembang sesuai usianya. Menurut dokter spesialis anak, batas toleran anak belum dapat bicara sedikitpun (babling, mengoceh) adalah 18 bulan. Jika sudah begitu, segeralah konsultasikan ke dokter. Memang perkembangan setiap anak berbeda-beda termasuk pada aspek bicaranya. Namun, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua lebih cepat tanggap dengan perkembangan anak. Lebih cepat ditangani, maka akan lebih baik kan dari pada terlambat, kita tidak bisa mengulang waktu yang sudah dilewati. Waktu yang baik untuk penerapan terapi wicara (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

    Untuk beberapa anak berkebutuhan khusus biasanya sebelum mendapatkan layanan terapi wicara, anak sebaiknya mendapatkan terapi perilaku terlebih dahulu/ berdampingan. Karena pada banyak kasus ABK apalagi anak autis, lebih baik mereka belajar kepatuhan dan kontak mata dulu sebelum melanjutkan ke program terapi wicara agar dapat belajar dengan efektif.

    Untuk kasus orang dewasa, terapi diberikan setelah saran dari dokter (sesuai kebutuhan).

    Apa saja yang dilakukan saat terapi wicara?



    Komponen dan metode dalam terapi wicara, antara lain:

    • Fonasi
    • Resonansi
    • KelancaranIntonasi
    • Variasi pola titinada
    • Suara dan pernafasan

    Komponen bahasan dan komunikasi yang terlibat adalah:

    • Fonologi
    • Manipulasi suara
    • MorfologiSintaksisTata bahasa
    • Semantik
    • Interpretasi atau penerjemahan tanda dan lambang komunikasi
    • Pragmatis

    Program pengobatan/ pembelajaran terapi wicara berbeda-beda setiap pasiennya tergantung kebutuhan dan hambatan yang dialami.

    Untuk anak usia sekolah, terapi dipadukan dengan layanan edukasi khusus, yang dikenal sebagai IEP (Individualized Education Program). Program ini untuk mendidik anak sesuai dengan tingkat dan fase yang dapat dipahami.

    Beberapa teknik yang juga diterapkan adalah:

    • Bersiul, untuk meningkatkan penguasaan otot-otot mulut, tenggorokan, dan lidah
    • Mainan dan boneka tangan
    • Pemadu suara
    • Teknologi asistif
    • Permainan berbicara
    • Kartu bergambar

    Referensi: https://www.google.co.id/amp/s/www.docdoc.com/id/info/specialty/terapis-wicara/amp

    0

    Mengenal lebih dekat dengan terapi okupasi

    Apa itu terapi okupasi?
    Terapi Okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan latihan/ aktivitas mengerjakan sasaran yang terseleksi (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari Okupasi Terapi adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Seperti untuk anak berkebutuhan khusus yang pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus yang perlu dilatih agar dapat mengerjakan berbagai aktifitas dengan mandiri seperti makan, minum, memakai dan melepas pakaian, memegang pensil dll.

    Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi okupasi?

    Terapi okupasi sangat dibutuhkan untuk anak berkebutuhan khusus. Diperlukan perhatian khusus dan energi ekstra untuk mempelajari keterampilan dasar dalam perawatan diri (makan, mandi, dsb) atau keterampilan akademiknya. Contoh: menulis. Melakukan aktivitas menulis memerlukan keterampilan yang komplek, diantaranya: integrasi visual motorik (koordinasi mata dan tangannya), kognitif perceptual, perencanaan gerak, kekuatan otot, hubungan ruang dan jarak, dan masih banyak komponen lain yang dipelukan didalamnya. Disini peran terapi okupasi yaitu mempersiapkan dan melatih anak agar siap melakukan berbagai kegiatan sehari-harinya dengan mandiri.

    Untuk kondisi dewasa, yang biasa ditangani okupasi Terapis diantaranya kondisi neurology dan ortopedi. Contohnya, stroke, frozen shoulder (bahu beku), TBI (Traumatic brain injury/cidera kepala), SCI (Spinal cord injury/paraplegia), kondisi luka bakar, osteoarthritis, remathoid arthritis, fraktur (patah tulang), amputasi, dan sebagainya. Dengan menggunakan Okupasi Terapi, dapat membantu proses penyembuhan seorang individu atau pasien agar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

    Dimana layanan terapi okupasi bisa didapatkan?

    Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Seorang terapis okupasi adalah seorang ahli di bidang okupasi. Namun untuk kebutuhan ABK, masih bisa ditangani oleh terapis lainnya yang pada dasarnya mengetahui metode dan cara pembelajaran terapi okupasi itu sendiri.

    Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

    Waktu yang tepat untuk penerapan terapi okupasi (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

    Untuk kasus orang dewasa, terapi diberikan setelah saran dari dokter (sesuai kebutuhan).

    Apa saja yang dilakukan selama terapi okupasi?

    • Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
    1. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan. Misalkan dengan kegiatan menggunting, massage tangan, menyobek, meronce, pasang puzzle, menempel, menjepit kertas, meremas, mengenal halus dan kasar dll.
    2. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telpon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.
    3. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya, dan memberi saran penyederhanaan (simplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.
    • Untuk orang dewasa
    1. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.
    2. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-vocational training. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan kerja, sosialisasi, minat, potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya ke pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja.
    3. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna.
    4. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.

    Materi yang didapatkan setiap anak/ orang dewasa berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi atau hasil rujukan dokter.

    Semoga bermanfaat. 

    0

    Mengenal lebih dekat dengan terapi perilaku

    Apa itu terapi perilaku?
    Terapi perilaku adalah suatu pendekatan atau intervensi kepada seseorang untuk merubah atau menghilangkan perilaku negatif menjadi perilaku yang sewajarnya dan tidak membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lagi. Melalui terapi perilaku, anak akan belajar banyak konsep dan salah satunya adalah konsep sebab akibat. Adapun tujuan terapi perilaku ini adalah supaya terciptanya perilaku baru yang lebih baik dari sebelumnya, anak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri tidak bergantung pasa orang lain dan anak dapat bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

    Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi perilaku?

    Terkadang kita merasa aneh dan was was mendengar kata terapi. Tak sedikit juga orang tua yang beranggapan bahwa terapi (khususnya terapi perilaku) adalah penanganan untuk anak dengan gangguan yang serius. Padahal terapi dapat diberikan bukan hanya kepada anak dengan gangguan serius saja. Anak yang suka marah-marah (emosi), anak yang terlalu pasif, anak yang sulit konsentrasi belajar, anak yang sulit di atur bahkan anak yang baru mempunyai adik (cemburu) yang selalu bertingkahpun bisa mendapatkan layanan terapi ini (pembentukan karakter).

    Untuk anak yang sudah terlihat memiliki hambatan perkembangan dari segi sosial, bicara dan tingkah lakunya seperti autisme, speech delay, down syndrom, celebral palsy, disleksia dll baiknya segera diberikan layanan ini (sesuai kebutuhan). Biasanya untuk anak speech delay, sebelum mengikuti terapi wicara sebaiknya diberikan layanan terapi perilaku terlebih dahulu (atau berdampingan) karena tidak sedikit anak dengan keterlambatan bicara pasti memiliki hambatan sosial juga yang perlu diarahkan.

    Dimana layanan terapi perilaku bisa didapatkan?

    Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Namun sayang, setau saya layanan terapi ini belum banyak ditemukan di SLB- SLB Bandung. Hanya beberapa SLB yang menyediakan layanan ini.

    Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

    Waktu yang tepat untuk penerapan terapi perilaku (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

    Terapi perilaku sebaiknya diberikan pada awal penanganan pada anak berkebutuhan khusus sebelum dilakukannya terapi lainnya dengan tujuan agar anak lebih paham dan mengerti instruksi dan sudah bisa duduk diam apalagi untuk anak autism dan hyperaktif. Layanan terapi perilaku lebih didahulukan sebelum terapi wicara.

    Jika untuk anak dengan gangguan atau hambatan perkembangan lainnya seperti kesulitan mengontrol emosi, sulit konsentrasi juga anak yang tidak bisa diatur/ tidak disiplin maka sebaiknya, setelah dirasakan tingkah lakunya mengganggu aspek perkembangan lainnya maka segeralah diberi tindakan terapi perilaku.

    Apa saja yang dilakukan anak selama terapi perilaku?

    Selama terapi perilaku, kunci pertama yang diajarkan adalah pembentukan kontak mata dan kepatuhan. Ini berlaku untuk semua anak sesuai kekampuannya. Terlebih untuk anak autis yang memang sulit melakukan kontak mata dan kepatuhan. 

    Kontak mata saat dipanggil, kontak mata saag instruksi juga kontak mata saat dipanggil dari jauh. Kepatuhan saat menjalankan instruksi ataupun materi yang diberikanpun butuh pembiasaan. Dari mulai instruksi yang sederhana seperti duduk dan berdiri.

    Metode ABA adalah metode yang banyak dipakai untuk penanganan melalui terapi perilaku. Metode ini terukur dan terstruktur dengan baik. Adapun kurikulum didalamnya meliputi:

    1. Kemampuan kontak mata dan kepatuhan
    2. Kemampuan menirukan (gerakan)
    3. Kemampuan bahasa reseptif
    4. Kemampuan bahasa ekspresif
    5. Kemampuan pra akademik
    6. Kemampuan akademik dan
    7. Kemampuan bina diri

    Semua materi yang diberikan sudah terstruktur dari mulai kegiatan yang mudah hingga yang sulit dan dapat di ukur karena selalu ada catatan hasil perkembangan setiap harinya, juga evaluasi setiap tiga bulan.

    Materi yang didapatkan setiap anak berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan anak yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi.
    Semoga bermanfaat bunda.*

    0

    Kapan anak saya bisa bicara ya bu?

    image

    Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari orang tua murid kepada saya juga kepada terapis lainnya.

    Sebenarnya semua tergantung kepada kita. Kita yang dapat mengevaluasi sendiri. Apakah kita sudah melakukan yang terbaik atau kita merasa lelah padahal baru melakukan sedikit usaha. Bisa dilihat juga dari materi atau layanan yang diberikan. Apakah sesuai atau tidak dengan anak anda.
    Anak yang dapat berkomunikasi dengan baik adalah dambaan setiap orang tua. Melihat tumbuh kembang anak yang baik adalah kebahagiaan yang tak tertandingi dari apapun. Maka memang wajar jika orang tua sangat berharap anaknya yang belum dapat berbicara dapat segera berbicara.

    Berdasarkan kondisi tersebut di atas banyak orangtua anak autis sangat khawatir dengan perkembangan kemampuan komunikasi anaknya. Karena itu, mereka berusaha untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dengan melatih anak untuk berbicara. Padahal melatih berbicara saja belum tentu tepat, apalagi pada anak autis yang memang nonverbal. Mereka dapat berkomunikasi melalui gerakan tubuh ataupun bahasa isyarat. Tidak sedikit juga anak autis atau anak berkebutuhan khusus lainnya merasa terpaksa dan merasa gagal saat mereka diharuskan belajar berkomunikasi verbal. Terkadang kegagalan ini menjadi salah satu penyebab tantrum pada anak autis dan abk lainnya.

    Kemampuan dalam berbahasa dapat dilihat dari sejauhmana seseorang dapat memahami apa yang orang lain maksud dan menyampaikan apa yang diinginkan. Menurut Alloy (2005) dalam Yuwono (2012:63) β€œAspek bahasa dapat dibagi dua yaitu Receptive Language (bahasa reseptif) dan Expresive Language (bahasa ekspresif)”. Bahasa reseftif adalah kemampuan pikiran manusia untuk memahami apa yang diucapkan orang lain. Sedangkan bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan pikiran dan keinginan.

    Pada tahapan bahasa reseptif, anak mampu menjalankan perintah sederhana, mampu menirukan beberapa gerakan dan mengenal banyak nama nama benda, ekspresi, kata kerja, anggota keluarga dll. Jangan lelah untuk terus memperkenalkan banyak hal kepada anak. Walaupun anak belum dapat menirukan atau menyebutkan nama benda yang dimaksud, namun pada tahapan ini anak menyerap banyak stimulus yang diberikan. Perkenalkan kepada anak benda benda disekitar yang dekat daan yang disukainya. Itu akan lebih mempermudah anak mengingat.
    Jika anak sudah pada tahapan ini, orang tua tidak perlu khawatir. Berarti tidak lama lagi anak akan mampu berbicara walau mungkin tidak langsung mengeluarkan banyak kata atau kalimat. Setidaknya anak memahami apa yang diperintahkan atau apa yang dimaksud oleh orang disekitarnya.

    Pada tahapan selanjutnya yaitu bahasa ekspresif. Pada tahapan ini anak sudah mulai mengeluarkan beberapa kata walau dengan pelafalan yang belum tepat. Mungkin pada beberapa kata yang mudah dan sering diucapkan anak dapat menyebutkannya dengan baik. Teruslah melatih dan memberi rangsangan agar anak dapat menirukan beberapa suku kata, kata bahkan kalimat. Jangan lupa memberikah reward setiap anak melakukan kegitan yang benar untuk terus memotivasinya.
    Pada tahapan ini juga anak mulai dapat mengungkapkan apa yang diinginkannya melalui beberapa kata yang mewakili keinginannya. Anak juga mulai memanggil anggota keluarga seperti mama, papa, dan lain lain.

    Terapi wicara adalah terapi yang baik diberikan kepada anak dengan kesulitan bicara. Jangan lupa juga selalu melakukan komunikasi dengan terapisnya dan mengulang dirumah materi yang telah diajarkan agar perkembangan anak lebih cepat.
    Namun jika kendala anak bukan hanya pada bicaranya saja, misalnya anak belum dapat bersosialisasi dengan lingkungan, belum mengerti perintah sederhana, belum bisa berkonsentrasi dengan baik dan gangguan perkembangan lainnya yang tidak sesuai dengan usianya maka sebaiknya berikan pula layanan terapi perilaku kepada anak. Terapi perilaku bukan hanya untuk anak autis saja. Anak dengan gangguan perkembangan lainpun alangkah baiknya diberikan layanan ini. Namun sayangnya kebanyakan orang tua hanya mengejar kamampuan bicaranya anak saja tanpa melihat bahwa anak tersebut membutuhkan layanan lain untuk perkembanganya.

    Perlu diketahui juga bahwa keberhasilan semua pembelajaran ataupun terapi bergantung pada beberapa hal dibawah ini:

    1. Intensitas terapi
    2. Berat ringannya gangguan yang dialami
    3. Pengulangan materi dirumah
    4. Usia awal terapi

    Maka deteksi dini pada anak berkebutuhan khusus sangatlah penting agar anak dapat segera mendapatkan layanan yang tepat.

    Tetap berusaha dan yakinlah tak ada usaha yang tak membuahkan hasil.
    Tetap berdoa, lakukan yang terbaik dan jangan menyerah. Semangat kita adalah dorongan anak untuk terus berkembang dengan baik.
    Semoga kita semua selalu diberi kesabaran dan semangat yang luar biasa untuk selalu mendukung dan membimbing mereka. Makhluk Tuhan yang paling special 😘😘