0

Kebiasaan nakal ini adalah sebuah fase

image

Jika Anda sedang membesarkan anak balita, mungkin akrab dengan kata-kata, “Oh, itu mungkin hanya sebuah fase,” ketika Si Kecil berulah.Tapi benarkah itu?

Berikut adalah 8 kebiasaan balita yang sekedar fase masa pertumbuhan, seperti dilansir dari Parentdish.com.

Terbangun di malam hari

Saat baru lahir, sudah menjadi fase bayi untuk menangis di tengah malam. Jangan khawatir, ini akan menjadi kenangan yang meredup seiring bertambahnya usia Si Buah Hati. Tunggu saja hingga beberapa bulan berikutnya, kebiasaan ini akan memudar seiring perasaan aman yang didapat dari orangtuanya.

Beberapa anak yang belum genap berusia 2 tahun juga mengalami regresi tidur atau kerap terbangun di tengah malam. Jangan terlalu mengambil hati, cukup tenangkan dan beri pengertian untuk tidur kembali karena Anda akan selalu mengawasinya kendati tak selalu bersamanya di tempat tidur. Saat kecerdasan anak sudah mulai semakin berkembang, anak akan memahaminya. Memang, akan sulit pada awal mengenalkan konsep tidur di kamar sendiri, namun lama kelamaan ini akan hilang. Biarkan anak berangkat tidur dengan lampu menyala pada tahap-tahap awal. Namun setelah anak pulas, matikan lampu atau pasang lampu tidur.

Bencana popok

Pada usia-usia awal bayi, Anda mungkin beberapa kali mengalami popok yang belepotan kotoran atau becek karena terlalu penuh. Atau lebih parah lagi, bayi Anda buang kotoran saat sudah diganti popok atau saat dibuka popoknya. Alhasil, Anda kerepotan mencari popok pengganti untuk membereskannya.

Tenang saja, hal ini akan menghilang seiring transisi  yang dialami bayi mulai teradaptasi. Biasanya kebiasaan ini berkurang di saat bayi sudah mulai disapih, sudah berhenti minum ASI dan diganti susu formula, memahami rutinitas ganti popok, maupun nyaman dengan pencernaannya. Ini akan hilang seiring dengan proses tumbuh kembang bayi.

Tak mau mandi

Anak-anak terutama balita kerap berganti mood saat di kamar mandi. Semenit mereka asyik bermain bebek karet, tak diduga menit berikutnya mereka tak mau sama sekali di kamar mandi. Dan, keesokannya juga tak mau sama sekali masuk kamar mandi.  Tak ada bukti konklusif yang menjelaskan mengapa banyak balita tiba-tiba takut ke kamar mandi. Dan kebanyakan, hal ini sembuh dengan sendirinya.

Untuk membantu anak Anda melalui transisi ini, tetap lakukan rutinitas mandi mereka kendati mungkin mereka mandi di sebelah kamar mandi tetap menggunakan air dan handuk kecil. Sampai Anda dapat membujuk mereka kembali secara bertahap. Atau, Anda bisa selalu membujuk mereka dengan mainan mandi baru!

Ketakutan Tiba-tiba

Serupa dengan ketakutan ke kamar mandi, jangan heran jika sebelumnya jagoan kecil pemberani Anda yang  sebelumnya tak takut main perosotan dan ayunan, tiba-tiba menjadi penakut untuk pergi ke taman bermain. Bisa jadi ini karena Si Kecil baru saja sadar akan bahaya dan rasa sakit yang dialaminya atau dilihatnya ketika berada di taman bermain. Namun lama kelamaan, rasa takut ini akan berkurang dan menghilang seiring kesadaran anak jika ada pengalaman luar biasa menyenangkan yang lebih berharga dari ketakutan itu sendiri.

Teruslah membujuknya ke taman bermain dengan lembut. Jika anak gusar untuk bermain ayunan, ajaklah duduk di ayunan bersama-sama. Lama kelamaan anak akan tertarik mencobanya kembali. Pendekatan lembut Anda akan membantu anak membangun kepercayaan dirinya kembali.

Favoritkan Ayah atau Ibu

Saat anak balita Anda menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang lebih besar kepada pasangan (atau cenderung memfavoritkan salah satu orangtuanya), memang terasa menyakitkan. Jangan gusar, kebiasaan memfavoritkan salah satu orangtua ini akan berganti-ganti seiring waktu. Jadi, nikmati saja waktu yang dimiliki dan akan tiba saatnya Anda menjadi favoritnya.

Berteriak-teriak

Balita suka berteriak atau menjerit. Baik itu merupakan eksperimen pita suara atau menemukan cara baru untuk mendapatkan perhatian orangtua, tentunya sangat menguji kesabaran Anda bukan?

Jika kecenderungan pada cara anak untuk mencoba kemampuan pita suara, ajaklah anak mencoba gaya lain seperti berbisik atau bersuara rendah. Namun jika anak kerap melakukannya untuk mendapat perhatian, tegaskan jika apa yang dilakukannya tak akan berhasil.

Memukul dan menggigit

Jangan kaget jika mendadak Anda dilapori pihak Pre-School jika balita Anda  telah memukul atau menggigit anak lain. Tenang, ini bukan  refleksi Anda sebagai orangtua atau anak  sebagai pribadi. Kemampuan komunikasi yang terbatas untuk mengekspresikan keinginan melalui kosa kata ditambah kontrol  diri yang masih minimal merupakan penyebab balita menyerang teman bermainnya.

Pastikan anak memahami bahwa ini bukan perilaku yang dapat diterima. Dan, cobalah tetap tenang sehingga Anda memberikan contoh atau teladan yang dapat diterimanya.

Memasukkan jari ke tenggorokan

Percaya atau tidak, anak-anak suka memasukkan jari mereka ke tenggorokan tanpa sebab. Bahkan hal ini kerap dilakukan hingga  mereka muntah. Kendati ini bukan sifat balita normal,  fase ini merupakan tahap dimana balita mulai memahami gagasan sebab dan akibat. Anak-anak memulai eksplorasi dari  tubuh mereka sendiri dengan melakukan sedikit trik yang menurut mereka menyenangkan.

Dan setelah mereka menyadari jika apa yang dilakukan  membuat Anda pusing tujuh keliling, mereka tak segan mengulang cara yang sama untuk perhatian orangtuanya. Cara terbaik menghindari anak mengulang memasukkan jari ke tenggorokan adalah jaga reaksi Anda tetap stabil.

Laili Damayanti #TabloidNova

0

TERAPI OKUPASI

image

Jenis-jenis terapi okupasi, pada umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan:

1. Obyek Terapi Okupasi

(a).  Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll.
(b) Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.

2. Tujuan Terapi Okupasi

(a) Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
(b) Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri & memupuk semangat kerja

3. Bentuk Kegiatan Aktivitas (Okupasi)

(a) ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
(b) Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.

4. Anggota Terapi Okupasi

(a) Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
(b) Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan

Menurut Creek (2003) okupasi terapi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut dengan occupational performance yaitu, activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang).

Bagaimanapun setiap individu yang hidup memerlukan ketiga komponen tersebut. Individu-individu tersebut perlu melakukan perawatan diri seperti aktivitas makan, mandi, berpakaian, berhias, dan sebagainya tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Individu juga perlu bekerja untuk bisa mempertahankan hidup dan mendapat kepuasan atau makna dalam hidupnya.

Selain itu, penting juga dalam kegiatan refresing, penyaluran hobi, dan pemanfaatan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat disela-sela kepenatan bekerja. Semua itu terangkum dalam terapi okupasi yang bertujuan mengembalikan fungsi individu agar menemukan kembali makna atau arti hidup meski telah mengalami gangguan fisik atau mental.

Lebih lanjut, Jenis terapi okupasi menurut Rogers & Holm (2004) dan Creek (2003) yaitu:

(1) Aktivitas Sehari-hari

Aktivitas sehari-hari atau yang dikenal sebagaiActivity of Daily Living adalah aktivitas yang ditujukan untuk merawat diri yang juga disebut Basic Activities of Daily Living atau Personal Activities of Daily Living terdiri dari: kebutuhan dasar fisik (makan, cara makan,kemampuan berpindah, merawat benda pribadi, tidur, buang air besar, mandi, dan menjaga kebersihan pribadi) dan fungsi kelangsungan hidup (memasak, berpakaian, berbelanja, dan menjaga lingkungan hidup seseorang agar tetap sehat).

(2) Pekerjaan

Kerja adalah kegiatan produktif, baik dibayar atau tidak dibayar. Pekerjaan di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya biasanya menjadi bagian penting dari identitas pribadi dan peran sosial, memberinya posisinya dalam masyarakat, dan rasa nilai sendiri sebagai anggotayang ikut berperan.

Pekerjaan yang berbeda diberi nilai-nilai sosial yang berbeda padamasyarakat. Termasuk aktivitas yang diperlukan untuk dilibatkan pada pekerjaan yangmenguntungkan/ menghasilkan atau aktivitas sukarela seperti minat pekerjaan, mencari pekerjaan dan kemahiran, tampilan pekerjaan, persiapan pengunduran dan penyesuaian,partisipasi sukarela, relawan sukarela.

Pekerjaan secara individu memiliki banyak fungsi yaitu pekerjaan memberikan orang peran utama dalam masyarakat dan posisi sosial, pekerjaan sebagai sarana dari mata pencaharian, memberikan struktur untuk pembagian waktu untuk kegiatan lain yangdapat direncanakan, dapat memberikan rasa tujuan hidup dan nilai hidup, dapat menjadi bagian penting dari identitas pribadi seseorang dan sumber harga diri, dapat menjadi forum untuk bertemu orang-orang dan membangun hubungan, dan dapat menjadi suatu kepentingan dan sumber kepuasan.

(3) Waktu Luang

Aktivitas mengisi waktu luang adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu luang yang bermotivasi dan memberikan kegembiraan, hiburan, serta mengalihkan perhatian pasien.Aktivitas tidak wajib yang pada hakekatnya kebebasan beraktivitas. Adapun jenis-jenis aktivitas waktu luang seperti menjelajah waktu luang (mengidentifikasi minat, keterampilan, kesempatan,dan aktivitas waktu luang yang sesuai) dan partisipasi waktu luang (merencanakan dan berpatisipasi dalam aktivitas waktu luang yang sesuai, mengatur keseimbangan waktu luang dengan kegiatan yang lainnya, dan memperoleh, memakai, dan mengatur peralatan dan barang yang sesuai).

0

Mengatasi Anak Yang Sulit Diatur

Sewaktu bayi, sikecil adalah terlihat begitu menggemaskan, menginjak usia batita dikisaran usia 2-3 tahun mereka tumbuh menjadi pribadi yang begitu mengagumkan, memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar yang mana perilakunya ini tak jarang membuat ayah dan bundanya tertawa gemas. Seiring bertambahnya usia, sikecil menjadi pribadi unik yang memiliki harapan dan keinginan tersendiri dan bahkan keinginannya ini bisa tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ayah dan bunda.

Pada beberapa kasus, ayah dan bunda menemukan anaknya yang periang dan penurut tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang mudah meledak, sentimentil, pembangkang, hiperaktif, agresif cengeng dan beberapa sifat yang kurang disenangi lainnya. Disinilah peran dan kesabaran ayah dan bunda sebagai orang tua tengah diuji.

Namun tak perlu cemas, kita perlu memahami bahwa sifat-sifat diatas adalah hal yang normal terjadi pada anak-anak. Sebagaimana orang dewasa yang tidak selalu sempurna, sikecil juga terkadang bisa berperilaku tidak menyenangkan dan dianggap menjengkelkan. Namun hal yang terpenting adalah mengajarkan batas-batas kewajaran pada sikecil adalah tugas wajib bagi seorang orang tua.

Penyebab Anak Susah Diatur
Apabila ayah bunda menemukan sikecil yang tiba-tiba menjadi pemarah, memiliki karakter negatif dan susah diatur, sebelum memarahinya dengan membabi buta, ada baiknya ayah dan bunda introspeksi terlebih dahulu, adakah karakter yang membuat sikecil merasa kurang diperhatikan, frustasi ataupun tertekan. Karena pada dasarnya, anak yang kurang diperhatikan akan melakukan hal apa saja agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya dan orang-orang disekelilingnya. Jadi jangan heran ketika berada dikeramaian, kemudian tiba-tiba sikecil menjadi susah diatur dan cenderung pembangkang. Selain itu, alasan lainnya adalah karena anak tersebut mengalami permasalahan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Atau bisa jadi ia adalah tipikal orang yang cenderung anti sosial yang menarik dirinya dari lingkungan.

Saat menghadapi anak yang sulit diatur, memarahinya bukanlah solusi cerdas untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, membiarkan anak terus berlaku seperti demikian, karena ayah dan bunda sudah lelah dengan perilakunya, juga bukanlah tindakan yang bijaksana. Sebagai orang tua, mendidik anak sudahlah menjadi kewajiban. Agar ayah dan bunda bisa mengatasi anak yang susah diatur.

Berikut tips pintar untuk mengatasinya :
1. Lakukan Pendekatan

Ketika anak rewel dan susah diatur, menanggapinya dengan keras dan panas tidaklah menyelesaikan masalah, sebaliknya anak malah akan semakin rewel dan sulit diatur. Ketika hal ini terjadi didean umum, maka ayah dan bunda akan sedikit kerepotan. Untuk itu, lakukan pendekatan secara halus dan mulai berikan ia nasihat yang bijak, buat ia mengerti apa yang diinginkannya bukanlah hal yang baik. jagalah kekonsistenan ayah dan bunda, seperti misalkan ketika ia menginginkan es krim, setelah ayah dan bunda melarangnya dengan mengatakan tidak, maka pertahankan hingga sikecil menurut. Dengan begitu nantinya anak akan mulai terbiasa dan menurut dengan perkataan ayah bunda.

2. Menunjukan Tekad yang Kuat

Selain konsitensi yang perlu dijaga, tekad yang kuat juga perlu ditunjukan. Saat dihadapkan pada pertengkaran yang sulit dnegan sikecil, orang tua harus senantiasa menunjukan tekad yang kuat. Hal ini penting, karena ketika kita mneyerah, meski tidak mengatakannya, anak-anak akan dapat mengetahui apakah mereka bisa menang atau tidak. Dengan tekad yang kuat anda harus memiliki kekuatan secara internal untuk menjauhkan sikecil dari hal-hal yang buruk untuknya. Anak-anak harus dapat melihat tekad dan kekuatan dari dalam diri orangtua untuk meluruskan ketika mereka salah serta mengetahui bahwa anda melakukannya atas dasar rasa sayang.

3. Buat Peraturan Khusus

Tips pintar lainnya yang bisa ayah dan bunda lakukan adalah dengan membuat peraturan khusus yang telah dibicarakan terlebih dahulu dengan sikecil. Peraturan ini tentunya memiliki konsekwensi agar anak berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Semakin ayah dan bunda sabar maka anak-anak akan semakin mudah dikendalikan. Dan jangan lupa untuk memberlakukan peraturan yang telah dibuat agar sikecil tetap mengingat batasan-batasannya. Selain itu, selalu berikan ia penghargaan ketika ia melakukan hal-hal baik yakni dengan memberikannya  pujian.

4. Tegas dan Konsisten

Tegas dan tidak bisa di tawar. Biasanya anak yang tidak bisa di atur selalu menawar apa yang sedang diperintahkan atau diajarkan kepadanya. Terkadang mereka juga pintar mengaligkan perhatian kita dengan tingkah laku mereka agar mereka tidak melaksanakan apa yang diperintahkan. Nah disinilah kita harus bersikap tegas dan konsisten supaya anak tidak menawar dan tidak mengalihkan perkataan kita. Kekompakan ayah dan bunda dalam mendidik buah hati anda juga sangat berperan penting. Bersikaplah sama memperlakukan buah hati anda. Jangan sampai sikap ayah dan bunda berbeda karena anak akan mencari perlindungan pada salah satu dari ayah dan ibu disaat anak bersalah atau kena hukuman.

Mereka adalah titipan Tuhan. Bersabarlah dan terus berdoa. Mereka pasti akan membuat kita bangga kelak mereka besar.

0

Senam Otak (Brain Gym) untuk Mengoptimalkan Fungsi Otak

image

PENDAHULUAN
Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua, hal yang wajar kenapa orang tua meinginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik. Mendapatkan anak-anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkan anak yang cerdas, seorang ibu sudah harus mempersiapkan dari awal kehamilan hingga pertumbuhan anak selanjutnya, dengan memberikan asupan gizi yang terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan otak anak.
Banyak cara untuk menjaga pertumbuhan otak yang maksimal pada ada, tidak hanya dengan menjaga gizi asupan makanya saja, akan tetapi ada beberapa cara yang bisa membantu untuk meningkatkan kecerdasan pada anak, salah satunya dengan Senam Otak (Brain Gym).
Pada mulanya Senam otak atau Brain Gym dimanfaatkan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan-kesulitan seperti sakit ADD (Attention Deficit Disorder), hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Dengan melakukan gerakan-gerakan Brain Gym kesulitan diatas dapat diperbaiki kemampuan otaknya. namun dalam perkembangan selanjutnya Brain gym digunakan untuk bermacam-macam kegunaan. Bahkan orang yang lanjut usia yang sudah kehilangan kewas-padaan serta refleks-nya, dapat dibang- kitkan kembali lewat Brain Gym. Di Amerika dan Eropa Brain Gym sudah populer, karena terbukti manfaatnya dan juga gerakan-ge-rakan yang mudah dilakukan.
Brain Gym adalah serangkaian latih-an gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiat-an belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan keseluruhan otak.
TUJUAN
            Dalam pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara menjaga dan meningkatkan kecerdasan anak dengan menerapkan sistem brain gym, dan kenapa brain gym ini diperlukan.
MANFAAT
            Brain gym diakui sebagai salah satu teknik belajar yang paling baik, sehingga banyak manfaat yang terdapat dalam brain gym itu sendiri. Manfaat di berikannya brain gym adalah :
Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress
Dapat dilakukan dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit)
Tidak memerlukan bahan atau tempat yang khusus
Dapat dipakai dalam semua situasi belajar/bekerja juga dalam kehidupan sehari-hari
Meningkatkan kepercayaan diri 
Menunjukkan hasil dengan segera
Sangat efektif dalam penanganan seorang yang mengalami hambatan dan stress belajar.
Memandirikan seorang dalam belajar dan mengaktifkan seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.
BRAIN GYM
            Brain gym atau senam otak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya kerja otak, dengan melakukan gerakan-gerakan brain gym otak dapat lebih bisa merelekskan sistem-sistem nya.
Brain Gym diperlukan karena :
Orang yang sulit belajar, berusaha terlalu keras
sehingga terjadi stress di otak.
Mekanisme integrasi otak melemah sehingga bagian-bagian otak tertentu kurang berfungsi.
Informasi yang diterima di otak bagian belakang  sulit diekspresikan sehingga orang merasa kurang berhasil dan stress yang meng-akibatkan semangat belajar atau bekerja menjadi berkurang
Orang yang kurang belajar dan berusaha mungkin prestasinya akan statis atau bahkan menurun, perasaan tidak berhasil akan semakin bertambah sehingga sulit keluar dari lingkaran negatif itu.
Mengatasi hal di atas dapat dilakukan dengan tes otot dan Brain Gym. Test otot berguna untuk mengetahui hambatan-hambatan di dalam tubuh yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan daya tangkap. Brain Gym membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat se-hingga kegiatan belajar atau bekerja menggunakan seluruh otak (whole brain learning).
Brain Gym akan memberikan hasil sebagai berikut:
Stress emosional berkurang dan pikiran lebih
jernih.
Hubungan antar manusia dan suasana belajar/kerja lebih rileks dan senang.
Kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat.
Orang menjadi lebih bersemangat, lebih kreatif dan efisien.
Orang merasa lebih sehat karena stress berkurang.
Prestasi belajar dan bekerja meningkat
Otak manusia seperti hologram, terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Pelajaran lebih mudah diterima apabila mengaktifkan sejumlah panca indera daripada hanya diberikan secara abstrak saja. Akan tetapi otak manusia juga spesifik tugasnya, untuk aplikasi gerakan Brain Gym dipakai istilah Dimensi Lateralitas untuk belahan otak kiri dan kanan, Dimensi Pemfokusan untuk bagian belakang otak (batang otak atau brainstem) dan bagian depan otak (frontal lobes), serta Dimensi Pemusatan untuk sistem limbis (midbrain) dan otak besar (cerebral cortex).
LATERALITAS
Sisi tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri dan sisi kanan. Otak bagian kiri aktif bila sisi kanan tubuh digerakkan dan otak bagian kanan aktif apabila sisi kiri tubuh digerakkan. Kemampuan belajar paling tinggi apabila kedua belahan otak bekerja sama dengan baik.
Gerakan menyeberang garis tengah mengaktifkan kerjasama tersebut. Gerakan untuk menyeberang garis tengah menyangkut: Sikap positif, mendengar, melihat menulis, bergerak.
Beberapa contoh gerakan Dimensi lateralitas:
Gerakan menyeberang garis tengah  (Midline Movements)
Belahan kiri aktif bila menggunakan badan sisi kanan. Belahan kanan aktif bila menggunakan badan sisi kiri. Membayangkan huruf X akan memberitahu otak untuk menggunakan kedua bagian pada saat yang sama. GERAKAN MENYEBERANG GARIS TENGAH membantu menggunakan kedua belahan otak secara bersamaan dan harmonis.
Gerakan Silang (Cross Crawl)
Menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan kaki kiri dengan tangan kanan. Berge-rak ke depan, ke samping, ke belakang, atau jalan di tempat. Untuk “menyeberang garis tengah” sebaiknya tangan menyentuh lutut yang berlawanan.
8 Tidur (Lazy 8s)
Gerakan dengan membuat angka delapan tidur di udara, tangan mengepal dan jari jempol ke atas, dimulai dengan menggerakkan kepalan ke sebelah kiri atas dan membentuk angka delapan tidur. Diikuti dengan gerakan mata melihat ke ujung jari jempol. Buatlah angka 8 tidur 3 kali setiap tangan dan dilanjutkan 3 kali dengan kedua tangan.
FOKUS
Fokus adalah kemampuan menyeberangi “garis tengah partisipasi” yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). Perkembangan refleks antara otak bagian belakang dan bagian depan  yang mengalami fokus kurang (underfocused) disebut “kurang perhatian”, “kurang mengerti”, “terlambat bicara”, atau “hi-peraktif”. Kadangkala perkembangan refleks an-tara otak bagian depan dan belakang mengalami fokus lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Gerakan-gerakan yang membantu melepaskan hambatan fokus adalah aktivitas integrasi de-pan/belakang.
Gerakan untuk mengintegrasikan otak depan dan otak belakang adalah Gerakan meregangkan Otot, dengan contoh sebagai berikut :
Burung Hantu
Burung hantu menghilangkan kekakuan yang ada jika kita terlalu banyak duduk atau membaca. Urutlah otot bahu kiri dan kanan. Tarik napas saat kepala berada di posisi tengah, kemudian embuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Ulangi gerakan dengan tangan kiri.
Mengaktifkan Tangan
Mengaktifkan tangan membantu menulis, mengeja dan juga menulis kreatif. Luruskan satu tangan ke atas, tangan yang lain ke samping kuping memegang tangan yang ke atas. Buang napas pelan, sementara otot-otot diaktifkan dengan mendorong tangan keempat jurusan (depan, belakang, dalam dan luar), sementara ta-ngan yang satu menahan dorongan tsb.
Lambaian Kaki
Gerakan yang bermanfaat untuk membuka otak “bahasa”, membantu kemampuan bicara dan   mengungkapkan diri. Cengkeram tempat-tempat yang terasa sakit di pergelangan kaki, betis dan belakang lutut, satu persatu, sambil pelan-pelan kaki di lambaikan/di-gerakkan ke atas dan ke bawah.
Pasang Kuda-kuda
Gerakan ini membantu berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan dan juga menolong mengingat apa yang telah dipelajari.
Mulai dengan kaki terbuka. Arahkan kaki kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Tekuk lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas waktu lutut kanan diluruskan kembali. Pinggul ditarik ke atas. Gerakan ini untuk menguatkan otot pinggul (bisa dirasakan di kaki yang lurus) dan membantu kestabilan punggung. Ulangi 3x, kemudian ganti dengan kaki kiri.
PEMUSATAN
Pemusatan adalah kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak, bagian tengah sistem limbis (mid brain) yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar(cerebrum) untuk berpikir yang abstrak. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai dengan ketakutan yang tak beralasan, ketidakmampuan untuk me- nyatakan emosi.
Otak mempunyai milyaran sel kecil yang disebut neuron yang dihubungkan dengan jalur-jalur syaraf. Gerakan-gerakan yang menyambungkan hubungan syaraf tersebut adalah gerakan-gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap yang merupakan bagian dari pemusatan.
Air
Air merupakan pembawa energi listrik yang sa-ngat baik. Dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Air dapat mengaktifkan otak untuk hubungan elektro kimiawi yang efisien antara otak dan sistem saraf, menyimpan dan menggunakan kembali informasi secara efisien. Dengan kecu- kupan air semua kemampuan akademik dapat meningkat. Minum air yang cukup sangat bermanfaat sebelum menghadapi test atau kegiatan lain yang menimbulkan stress. Kebutuhan air adalah kira-kira 2 % dari berat badan per hari.
Sakelar Otak
Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada), dipijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar.
Tombol Bumi
Letakkan dua jari dibawah bibir dan tangan yang lain  di pusar dengan jari menunjuk ke ba-wah.Ikutilah dengan mata satu garis dari lantai ke loteng dan kembali sambil bernapas dalam-dalam. Napaskan energi ke atas, ke tengah-tengah badan
Pasang Telinga
Gerakan ini membantu mendengar lebih baik. Sebaiknya dilakukan sebelum kelas dimulai. Pijit daun telinga pelan-pelan, dari atas sampai ke bawah 3x sampai dengan 5x.
Kait Relaks
Kait relaks menghubungkan lingkungan elektris di tubuh, dalam kaitannya dengan pemusatan perhatian dan kekacauan energi. Pikiran dan tubuh  relaks bila energi mengalir lagi dengan baik di dae-rah yang semula mengalami ketegangan.
Letakkan  kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawa, jari-jari kedua tangan saling meng-genggam, kemudian tarik kedua tangan ke arah pusat dan terus ke depan dada. Tutuplah mata dan pada saat menarik napas lidah ditempelkan di langit-langit mulut dan dilepaskan lagi pada saat menghembuskan napas. Tahap kedua, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari kedua tangan saling bersentuh-an secara halus, di dada atau dipangkuan, sambil bernapas dalam 1 menit lagi.
Titik Positif
Titik positif adalah dua tonjolan di tengah dahi. Sentuhlah titik positif dengan kedua ujung jari tangan selama 30 detik sampai dengan 30 menit.
Gerakan ini mengaktifkan bagian depan otak guna menyeimbangkan stress yang berhubungan dengan ingatan tertentu, situasi, orang, tempat dan ketrampilan. Menghilangkan refleks “bertindak tanpa berpikir”, Mengatasi “lupa” karena gugup, menunjang ungkapan kata, menenangkan pada saat menghadapi tes di sekolah dan dalam penyesuaian sehari-hari.
Brain gym atau senam otak sangat mudah dilakukan, baikdalam keadaan formal ataupun non formal. Dapat dilakukan di rumah ataupun disekolah. Brain gym sangat membantu kalau anak sudah merasa penat dalam belajar, brain gym dapat mereleksakan kembali daya kerja otak, sehingga otak dapat kembali bekerja dan anak dapat belajar dengan baik kembali. Jangan lupa mengkonsumsi air putih sebelum melakukan brain gym.

Referensi 
Buku Panduan Lengkap Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Dennison, Ph.D, Gail E. Dennison
Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Denisson, Ph.D, Gail E. Dennison

0

PRIVATE home visit (Bandung)

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Disleksia, Disgrafia, Diskalkulia, Speech delay, Hyperactif)
*Terapi perilaku (Metode ABA)
*Terapi wicara
*Terapi okupasi
Terapis adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya dan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas swasta bandung.
Awal terapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu pada anak agar dapat terlihat sejauhmana kemampuan dan kabutuhannya dalam pembelajaran. Laporan hasil belajar di lakukan setiap selesai terapi dan gratis konsultasi. Rapotan/ evaluasi diadakan 3 bulan sekali.
Terapi dilakukan di rumah klien selama satu jam.
More info: Wulan (082115457261, pin 5C954A7D)

1

Jenis Terapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak terapi yang dapat diberikan untuk anak berkebutuhan khusus terutama untuk anak autis. Semua jenis terapi baik diberikan pada ABK sesuai yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sikap orang tua terhadap anak dirumah. Agar perkembangan anak dapat meningkat dengan baik, maka selain anak di terapi atau di sekolahkan, orang tua dirumahpun menjalankan materi yang telah diterima anak.
Dibawah ini adalah beberapa jenis terapi untuk anak autis dan anak berkebutuhan lainnya.

Applied Behavioral Analysis (ABA) 
ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bisa diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

Terapi Wicara
Gangguan bicara dan bahasa bisa diakibatkan adanya gangguan di pusat bahasa pada otak. Namun, bisa juga diakibatkan oleh gangguan di wilayah perifer atau tepi. Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

Terapi Okupasi
Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau pekerjaan tertentu. Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar. Terapi okupasi juga dapat diberikan pada anak dengan berkebutuhan khusus lainnya untuk melatih motorik halusnya.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan usaha penyembuhan untuk mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial anak secara optimal. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual dilatih ketika anak menemukan, memeriksa dan menerangkan atau memberi tanda atas rengsangan yang ditemukan saat bermain.

Terapi musik
Para ahli percaya bahwa musik dapat dijadikan wahana untuk kegiatan pendidikan, baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Ruang lingkup terapi musik yaitu: a. menggerakan tubuh sesuai musik, bunyi atau suara, b. mendengarkan bunyi atau suara musik, c. menggunakan alat-alat instrumen atau alat musik, d. membunyikan alat bersama-sama, e. menyanyi dan f. bergerak atau bermain sesuai musik.

Terapi Biomedis
Dengan mengikuti terapi biomedis, orang tua dipadu selangkah demi selangkah membersihkan tubuh anak dari bahan-bahan yang mrngganggu metabolisme dan kerja sistem saraf. Dengan cara ini kemajuan anakpun dapat dimonitor dengan tepat dan penyebab autisme bisa diketahui dengan pasti. Ini memudahkan orang tua memperbaiki cara penanganan yanh salah, dan mengulangi cara penanganan yang bermanfaat.

0

Muridku Inspirasiku Bahagiaku

Bertemu dengan mereka memang tidak terbayangkan sebelumnya. Bahkan saya selalu berasumsi bahwa saya akan merasa terganggu jika dekat dengan mereka.
Namun alur cerita Allah memang indah. Saya dipertemukan dengan anak anak spesial beserta segala keunikannya. Tahun demi tahun berlalu dan sayapun semakin dekat dengan mereka, semakin mengenal karakteristik mereka.

Mereka adalah salah satu inspirasi hidup saya. Motivasi saya untuk terus maju, semangat mencari ilmu dan terus belajar agar dapat diterapkan pada murid-murid saya dan membuat mereka semakin pintar. Mereka mengajarkan saya bahwa hidup itu tidak usah mengeluh dan harus pandai bersyukur. Mereka adalah anak spesial yang tak berdosa, mereka tidak tau apa apa.

Menurut saya, selama saya bekerja itu seperti saya menulis diatas kertas putih yang bersih. Apa yang saya ajarkan, itulah yang mereka tau. Sungguh berat kepercayaan yang telah Ia berikan. Oleh karena itu, saya akan selalu berusaha lakukan yang terbaik untuk mereka.
Kepercayaan orang tua murid terhadap terapis seperti saya dan terapis lainnya juga sangat berarti bagi saya. Walaupun saya belum menjadi seorang ibu dan terbilang masih muda dengan kondisi emosi yang labil, namun saya menganggap semua murid saya adalah buah hati saya dan memang pada dasarnya saya senang dengan anak kecil. Saat emosi saya mulai muncul, saya memilih untuk berdiam dan meninggalkan kelas sejenak untuk menenangkan diri dan kembali mengajar dengan hati yang tenang.

Terkadang disaat saya dalam keadaan mumet karena suatu masalah tertentu, merekalah yang menjadi alasan saya tersenyum bahkan tertawa bahagia. Bersama mereka saya dapat melupakan kesedihan yang ada.
Senyum mereka adalah kekuatan saya. Kemajuan mereka adalah kepuasan saya.
Semangat terus murid-muridku.
Semangat terus para terapis.
Semangat terus wahai ayah bunda.

Kita adalah harapan mereka. Selalu ada do’a disetiap tatapan matanya.