0

Mengenal lebih dekat dengan terapi okupasi

Apa itu terapi okupasi?
Terapi Okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan latihan/ aktivitas mengerjakan sasaran yang terseleksi (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari Okupasi Terapi adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Seperti untuk anak berkebutuhan khusus yang pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus yang perlu dilatih agar dapat mengerjakan berbagai aktifitas dengan mandiri seperti makan, minum, memakai dan melepas pakaian, memegang pensil dll.

Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi okupasi?

Terapi okupasi sangat dibutuhkan untuk anak berkebutuhan khusus. Diperlukan perhatian khusus dan energi ekstra untuk mempelajari keterampilan dasar dalam perawatan diri (makan, mandi, dsb) atau keterampilan akademiknya. Contoh: menulis. Melakukan aktivitas menulis memerlukan keterampilan yang komplek, diantaranya: integrasi visual motorik (koordinasi mata dan tangannya), kognitif perceptual, perencanaan gerak, kekuatan otot, hubungan ruang dan jarak, dan masih banyak komponen lain yang dipelukan didalamnya. Disini peran terapi okupasi yaitu mempersiapkan dan melatih anak agar siap melakukan berbagai kegiatan sehari-harinya dengan mandiri.

Untuk kondisi dewasa, yang biasa ditangani okupasi Terapis diantaranya kondisi neurology dan ortopedi. Contohnya, stroke, frozen shoulder (bahu beku), TBI (Traumatic brain injury/cidera kepala), SCI (Spinal cord injury/paraplegia), kondisi luka bakar, osteoarthritis, remathoid arthritis, fraktur (patah tulang), amputasi, dan sebagainya. Dengan menggunakan Okupasi Terapi, dapat membantu proses penyembuhan seorang individu atau pasien agar mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Dimana layanan terapi okupasi bisa didapatkan?

Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Seorang terapis okupasi adalah seorang ahli di bidang okupasi. Namun untuk kebutuhan ABK, masih bisa ditangani oleh terapis lainnya yang pada dasarnya mengetahui metode dan cara pembelajaran terapi okupasi itu sendiri.

Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

Waktu yang tepat untuk penerapan terapi okupasi (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

Untuk kasus orang dewasa, terapi diberikan setelah saran dari dokter (sesuai kebutuhan).

Apa saja yang dilakukan selama terapi okupasi?

  • Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
  1. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot dan koordinasi gerakan. Misalkan dengan kegiatan menggunting, massage tangan, menyobek, meronce, pasang puzzle, menempel, menjepit kertas, meremas, mengenal halus dan kasar dll.
  2. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian, belajar menggunakan fasilitas umum (telpon, televisi, dan lain-lain), baik dengan maupun tanpa alat bantu, mandi yang bersih, dan lain-lain.
  3. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya, dan memberi saran penyederhanaan (simplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.
  • Untuk orang dewasa
  1. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada.
  2. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-vocational training. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan kerja, sosialisasi, minat, potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya ke pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja.
  3. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna.
  4. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.

Materi yang didapatkan setiap anak/ orang dewasa berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi atau hasil rujukan dokter.

Semoga bermanfaat. 

0

Tutorial Massage Dan Oromotor Untuk Merangsang Kemampuan Bicara Anak

Kemampuan bicara anak pada umumnya mulai berkembang pada usia 8 bulan. Pada masa ini, orang tua seharusnya sudah mulai menstimulasi kemampuan bicara anak dengan berbagai cara seperti mengajak ngobrol, membacakan cerita, bernyanyi dan bila perlu berikan pijatan halus dan sederhana di area mulut anak agar otot bagian sekitar mulut tidak kaku. Pada dasarnya, perkembangan anak akan berjalan sendiri seiring dengan pertumbuhan umurnya. Namun ada beberapa anak yang memang membutuhkan stimulus dan perhatian lebih untuk dapat berkembang baik. Biasanya orang tua mulai khawatir jika anak usia 2 tahun tetapi belum dapat berbicara atau hanya dapat mengeluarkan satu atau dua kata. Pada zaman sekarang yang serba canggih, kita dapat mencari informasi dengan mudah melalui internet, dan orang tuapun lebih cepat tanggap terhadap hal seperti ini. Maka dari itu sudah mulai banyak anak dengan usia 2 – 3 tahun yang belum bisa bicara kini mendapatkan layanan yang tepat.

Banyak hal yang dapat menyebabkan anak terlambat bicara seperti:

  • Mengalami hambatan pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

  • Anak terlalu sering melihat handphone atau televisi (penonton pasif)

Dari beberapa kasus yang saya temui, ini menjadi penyebab yang paling banyak membuat anak menjadi terlambat bicara. Anak asik menikmati gambar dan mendengarkan suaranya saja. ditambah lagi dengan kurangnya bimbingan/ arahan orang tua saat menonton televisi atau memainkan handphone. Bukan berarti anak jangan nonton tv lho ya bun, menonton tv atau bermain handphone termasuk hiburan dan pembelajaran juga untuk anak, tetapi tetap harus didampingi orang tua seperti diberikan instruksi menirukan suara yang ada di tv dan membahas gambar yang muncul di tv. Harus diingat juga bunda, menonton tv dan main handphone jangan terlalu lama. Berinteraksi dan bermain dengan bunda.

  • Kurangnya stimulus dari lingkungan

Pada anak usia dibawah 5 tahun adalah masa keemasan anak. Dimana anak akan cepat menyerap dan menerima pembelajaran. Maka dari itu orang tua harus memberikan stimulasi kepada anak dengan kegiatan yang sesuai dengan usianya dari mulai kemampuan motorik, bicara, indra ataupun kognitif.

  • Faktor keturunan

Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

  • Dimanjakan yang berlebihan

Dalam hal ini biasanya anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus mengutarakan dan menyampaikannya kepada orang lain. Dengan itu anak akan menjadi malas bicara dan pastinya lebih manja. Ingat bunda, kita harus MENGASIHI anak dengan memberikan apa yang mereka butuhkan bukan MENGASIHANINYA dengan melayani dan memverikan apa yang dia mau.

Cara menangani anak terlambat bicara

Batas toleran anak belum dapat bicara satu katapun yaitu 18 bulan. Jika pada umur itu anak belum mengoceh ataupun babbling, maka segeralah bawa ke dokter. 

Untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan penyebab adanya gangguan pendengaran, maka konsultasikan terlebih dahulu pada dokter dan jika perlu, pakaikanlah alat bantu mendengar agar anak dapat berinterasi. Anak dengan gangguan pendengaran pasti memiliki gangguan bicara juga. Maka dari itu, jika anak sudah memakai alat bantu dengar, berikan layanan speech therapy untuk anak agar anak dapat berbicara dengan jelas.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk manangani anak dengan terlambat bicara. Penanganan sedini mungkin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan perkembangan anak kedepannya. Sebelum pergi ke dokter untuk konsultasi, maka ada baiknya bunda coba berikan stimulus terlebih dahulu pada anak untuk merangsang kemampuan bicaranya yaitu dengan cara memberikan pijatan/ massage oromotor.

Berikut saya bagikan tutorial massage

Siapkan baby oil ya bunda, supaya licin nanti pas massage. Kondisikan anak berbaring. Kalau anaknya banyak gerak, boleh posisi bunda di belakang anak. Ciptakan suasana yang nyaman. Bila perlu supaya anak anteng, kasih mainan dulu biar dia gak sadar lagi di massage *trikjituaku.

Oke kita mulai tutorialnya. 

*pijat bersamaan tangan kanan dan kiri ya bun

  1. Pijat pipi anak memutar ke arah atas 5-7 kali. 
  2. Tarik bagian bawah hidung ke arah bawah tulang pipi sampai bawah telinga 3-5 kali. 
  3. Tarik bagian atas bibir ke arah samping bawah. Tarik bagian bawah bibir bawah ke arah pipi 3-5 kali. 
  4. Pijat/ tekan titik warna putih, merah, biru, kuning dan hitam selama 3 kali putaran bersamaan kanan dan kiri (warna yang sama). 
  5. Pijat memutar dengan jari telunjuk mulai dari kanan titik warna putih, merah, biru, dan seterusnya sampai ketemu titik putih lagi. lakukan 3 kali putaran. 
  6. Pijat memutar bagian pangkal rahang atas/ bawah telinga dan bagian pelipis 3 kali (bagian yang bergerak saat membuka mulut). Yang bagian bawahnya bukan pipi ya bun. tapi bawah telinga. 
  7. Pijat/ tekan bagian titik dari mulai bawah telinga, sampai ke bawah dagu bersamaan kanan dan kiri 3 kali. 

Tutorial oromotor

Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Alat yang dipakai untuk oromotor adalah toothbrush.

Jenis toothbrush:


1. Silicone finger toothbrush

Kalau saya pribadi lebih nyaman pake ini buat pijat anak. Soalnya tekanannya bisa kita rasakan langsung jadi bisa kita kontrol tekanannya. Cuman susahnya sih pas pijat bagian lidah dan langit-langit, kadang suka kena gigit anak 😂.

2. Training toothbrush set

Nah kalau pakai yang ini, enaknya kita bisa lebih leluasa menjangkau bagian dalam mulut anak tanpa takut kena gigit. Cuman gak enaknya saya suka takut pijatnya kekencengan.

Training Toothbrush Set dapat digunakan untuk semua tahap pertumbuhan gigi. Tahap 1 (pegangan putih) memiliki pelindung keamanan untuk latihan menggunakan sikat gigi di dalam mulut. Tahap 2 (pegangan hijau) memiliki bulu sikat yang lembut untuk gusi bayi. Terakhir adalah Tahap 3 (pegangan kuning) sesudah semua gigi susu tumbuh. Ujung bulu sikatnya yang bulat lembut dan halus terhadap gusi bayi.

Cara oromotor menggunakan toothbrush:

  1. Tekan bagian bibir atas 3-5 detik kemudian bibir bawah 3-5 detik 3 kali bergantian (posisi telunjuk memanjang/menyamping).
  2. Pijat bagian pipi dalam sampai menggelembung. Pijatlah hingga pipi anak tidak terasa kaku. Lakukan dari pipi kanan – pipi kiri bergantian 3 kali.
  3. Pijat memutar bagian gusi dari atas, masuk ke gusi ujung atas, gusi bawah kanan – kiri sampai kembali bertemu ke titik awal pijat. Lakukan 3 kali putaran.
  4. Pijat bagian langit-langit dari arah depan (dekat gigi) sampai bagian tengah langit-langit (3 titik) 3 kali.
  5. Pijat bagian lidah, dan sikat lidah ke arah depan.

Dengan sering melakukan massage wajah dan otomotor kepada anak, apalagi anak dengan keterlambatan bicara, akan membantu melemaskan otot wajah yang kaku, dapat meningkatkan keterampilan makan/ mengunyah, menambah nafsu makan, dan yang pasti meningkatkan perkembangan bicara anak.

Massage dan oromotor ini bermanfaat bukan hanya untuk anak yang terlambat bicara aja ya bun. Untuk bayi diatas 6 bulan juga bisa agar merangsang kemampuan bicaranya, agar lahap makan, melatih anak untuk mengunyah juga mengurangi intensitas “ences” anak saat anak akan tumbuh gigi. Saya juga suka praktekin massage dan oromotor ini untuk anak saya dan alhamdulillah sekarang berisik mulu ngoceh ngoceh 😀. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba bunda.

0

Mengatasi Phobia Sekolah pada Anak

Phobia sekolah adalah kecemasan atau ketidaknyamanan berada di sekolah.  Hal ini sering terjadi pada anak balita dan anak yang akan mulai masuk sekolah TK, SD ataupun SMP. kecemasan yang mereka rasakan membuat mereka enggan untuk pergi ke sekolah mereka akan melakukan trik atau alasan agar mereka tidak sekolah seperti menangis atau berpura-pura sakit agar orang tua bisa meng’iya’kan kemauannya untuk tidak sekolah. Keesokan harinya merekapun akan melakukan trik itu lagi karena dengan cara itu mereka berhasil untuk tidak pergi kesekolah lagi seperti hari-hari sebelumnya.

Ada beberapa penyebab phobia sekolah contohnya:

  • Pengalaman olok-olok teman
  • Pengalaman dimarahin guru
  • Tidak percaya diri
  • Tidak ingin pisah dengan orang tua/ibu
  • Tidak merasa nyaman dengan lingkungan
  • Malas belajar
  • Lingkungan baru
  • Anak sulit sosialisasi dan adaptasi

Adapun jenis phobia sekolah yaitu:

  1. Phobia jangka waktu pendekPhobia sementara hanya berlangsung pada awal sekolah selama 3 – 2 mingguan. Biasanya phobia ini terjadi pada anak usia balita (tidak mau berpisah dengan ibu) atau pada anak yang mulai masuk sekolah baru (adaptasi lingkungan dan orang baru).
  2. Phobia jangka waktu panjangPhobia jangka waktu lama biasanya berlangsung bertahun-tahun bahkan selama anak bersekolah disekolah itu. Hal ini terjadi karena pada awal sekolah (pada awal terjadi phobia) tidak ditangani dengan baik sehingga anak merasa terpola mengatur semua semaunya/atas kehendaknya. Sekolah dengan ditemani mama atau menolak sekolah jika ada kegiatan yang tidak disukainya. Jika ini sudah terjadi, anak merasa hal ini wajar dan anak tidak akan mendengarkan nasihat dari orang lain karena yang ia butuhkan hanya berada disamping ibunya setiap ia mau termasuk saat sekolah.

Keterikatan anak dengan ibu yang berlebihan dapat membuat pola perilaku anak yang ketergantungan dengan ibunya. Selain itu, anak yang tidak biasa belajar dirumahpun menjadi salah satu penyebab phobia sekolah. Anak tidak merasa nyaman disekolah karena disekolah ia harus belajar dan berpikir. Sedangkan dirumah, ia bisa main dan apapun yang ia mau bisa didapatkan. Persepsi anak yang mengalami phobia sekolah itu perlu kita luruskan. Anak harus mengerti pentingnya sekolah, serunya bermain dengan teman-teman di sekolah, belajar dengan nyaman dan menyenangkan dan menghapus persepsi beruk anak terhadap sekolahan beserta orang-orang di lingkungannya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega saat anaknya menangis dan menolak sekolah. Hal ini wajar saja, namun demi kebaikan dan kelancaran belajar anak, ibu harus belajar mencoba dan mempercayakan semua pada guru. Kepercayaan penuh terhadap guru akan membuat guru merasa dihargai dan berusaha lebih giat untuk memberikan layanan yang terbaik.
Ajaklah anak berdiskusi tentang hal apa saja yang membuat ia enggan pergi ke sekolah. Jika alasannya karena ketidak nyamanan dengan teman, guru atau lingkungannya, maka mintalah bantuan guru kelas untuk bersama-sama mengatasi masalah ini.
Phobia sekolah ini seperti hal sepele yang mungkin orang lain akan beranggapan bahwa  semua anak sama, akan mengalami phobia sementara. Namun beda halnya jika phobia yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan benar. Phobia sekolah akan berkelanjutan sampai anak besar dan pastinya akan membuat orang tua kebingungan.

Cara mengatasi phobia sekolah yaitu dengan menghadapi sekolah itu sendiri dan menekankan pentingnya sekolah. Apapun alasan yang dilakukan anak (manipulasi dengan menangis atau sakit), anak harus tetap berangkat kesekolah. Anak harus mengalami sendiri beberapa pengalaman disekolah dan merasakan serunya sekolah, amannya sekolah, senangnya bermain debgan teman teman dan hal positif lainnya jika sekolah. Dengan merasakan sendiri, pelan pelan persepsi buruk terhadap sekolah akan terhapuskan dan anak akan kembali percaya diri di sekolah. Jika anak dibiarkan tidak ingin sekolah atau sekolah dengan terus didampingi ibu, anak akan sulit mandiri dan phobia akan berkelanjutan.

Rangkulah anak oleh seluruh anggota keluarga, perbaiki kedekatan anak dengan anggota keluarga, agar anak tidak selalu dengan dengan ibunya.

Bila perlu, konsultasikan masalah phobia sekolah dengan psikolog agar orang tua tau penyebab dan cara yang tepat untuk mengatasinya. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikolog karena beranggapan  bahwa anak anda baik baik saja, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Siapa saja yang merasa mengalami ketidak wajaran tingkah laku atau kecemasan berlebihan terhadap sesuatu, bisa berkonsultasi ke psikolog.
Tetaplah berpikir positif dan tegas terhadap anak yang mengalami phobia. Phobia sekolah harus ditangani sedini mungkin maksimal sampai anak kelas 3 SD. Jika lebih dari itu, akan sulit merubah persepsi dari anak yang memiliki ketakutan akan sekolah.

0

PRIVATE home visit (Bandung)

Bintang hati bunda private home visit bandung memberikan layanan untuk:
◼ Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Disleksia, Disgrafia, Diskalkulia, Speech delay, Hyperactif)
*Terapi perilaku (Metode ABA)
*Terapi wicara
*Terapi okupasi

Pembelajaran yang menyenangkan akan menumbuhkan minat baca dan tulis anak tanpa merasa tertekan.
Terapis/ guru adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya dan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas swasta bandung.
Awal terapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu pada anak agar dapat terlihat sejauhmana kemampuan dan kabutuhannya dalam pembelajaran. Laporan hasil belajar di lakukan setiap selesai terapi. Rapotan/ evaluasi diadakan 3 bulan sekali.

✨ Free pendaftaran dan konsultasi ✨
More info: 

Wulan Tresnawati S.Pd

WA 082115457261

IG @bintanghatibunda

1

Jenis Terapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak terapi yang dapat diberikan untuk anak berkebutuhan khusus terutama untuk anak autis. Semua jenis terapi itu baik diberikan pada ABK sesuai yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sikap orang tua terhadap anak dirumah. Agar perkembangan anak dapat meningkat dengan baik, maka selain anak melakukan terapi atau sekolah, orang tua di rumahpun baiknya menjalankan materi yang telah diterima anak disekolah.
Dibawah ini adalah beberapa jenis terapi untuk anak autis dan anak berkebutuhan lainnya.

Applied Behavioral Analysis (ABA)
ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bisa diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

Terapi Wicara
Gangguan bicara dan bahasa bisa diakibatkan adanya gangguan di pusat bahasa pada otak. Namun, bisa juga diakibatkan oleh gangguan di wilayah perifer atau tepi. Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

Terapi Okupasi
Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau pekerjaan tertentu. Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar. Terapi okupasi juga dapat diberikan pada anak dengan berkebutuhan khusus lainnya untuk melatih motorik halusnya.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan usaha penyembuhan untuk mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial anak secara optimal. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual dilatih ketika anak menemukan, memeriksa dan menerangkan atau memberi tanda atas rengsangan yang ditemukan saat bermain.

Terapi musik
Para ahli percaya bahwa musik dapat dijadikan wahana untuk kegiatan pendidikan, baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Ruang lingkup terapi musik yaitu: a. menggerakan tubuh sesuai musik, bunyi atau suara, b. mendengarkan bunyi atau suara musik, c. menggunakan alat-alat instrumen atau alat musik, d. membunyikan alat bersama-sama, e. menyanyi dan f. bergerak atau bermain sesuai musik.

Terapi Biomedis
Dengan mengikuti terapi biomedis, orang tua dipadu selangkah demi selangkah membersihkan tubuh anak dari bahan-bahan yang mrngganggu metabolisme dan kerja sistem saraf. Dengan cara ini kemajuan anakpun dapat dimonitor dengan tepat dan penyebab autisme bisa diketahui dengan pasti. Ini memudahkan orang tua memperbaiki cara penanganan yanh salah, dan mengulangi cara penanganan yang bermanfaat.

Bersabarlah bunda untuk menunggu hasil dari usaha yang telah bunda lakukan demi anak bunda. Tak ada hasil yang sia sia. Terkadang kita berpikir bahwa anak tidak menunjukan perkembangan padahal terapi dan usaha lain sudah dijalankan. Tetapi, justru pikiran itu yang menunda keberhasilan anak. Jika bunda terus berpikir positif, rasakanlah setiap perkembangan dan perubahan anak. Karena selalu ada kejutan disetiap perkembangan yang mereka tunjukan. Jika tidak sekarang, mungkin suatu saat nanti. 

0

Anak Berkebutuhan Khusus

image

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak autis, cerebral palsy, speech delay, down syndrom, disleksia, dan anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Pada anak autis mereka membutuhkan berbagai terapi individual.

AUTISMA
Adalah anak yang memiliki gangguan perkembangan sejak usia sebelum 3 tahun. Gangguan perkembangan yang terjadi pada anak autis sangat komplek meliputi gangguan komunikasi, sosialisasi dan adanya perilaku tidak normal.

ADHD
Dapat diterjemahkan dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiper-aktivitas atau GPPH. Biasanya anak ADHD ini di ikuti gangguan psikiatri lainnya, seperti gangguan belajar spesifik (disleksia), keterlambatan bicara, diskalkulia, dan gangguan gerakan tubuh.

GIFTED
Anak GIFTED adalah anak denan intelegensi yang super atau genius. Dengan intelegensi yang jauh di atas normal, perilaku meteka terkesan aneh. Mereka tidak merasa nyaman berada di kelas dengan teman sebayanya karena dirinya merasa lebih pandai dari temannya. Pada anak GIFTED ini kita harus dapat melihat bidang apa yang paling menonjol di dalam dirinya dan kemudian dapat dikembangkan dengan bimbingan terapis dan guru yang menguasai di bidangnya.

CEREBRAL PALSY
Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kesulitan untuk mengontrol pergerakan tubuh dan koordinasi otot pada bayi baru lahir. Hal ini dapat terjadi sewaktu bayi lahir atau beberapa saat setelahnya akibat komplikasi dalam kehamilan. CP biasanya dihubungkan dengan kerusakan atau perkembangan yang abnormal pada otak janin. Penyebabnya belum diketahui namun faktor resikonya termasuk kelahiran prematur dan mengalami komplikasi selama persalinan, seperti infeksi ibu atau trauma. Kebanyakan masalah ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, tetapi dapat juga terjadi kapanpun dalam 2 tahun pertama ketika otak bayi masih berkembang.

Jenis gangguan belajar

* Disleksia (Dyslexia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca dan /atau kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.
* Diskalkulia (Dyscalculia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami kesulitanmemecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika.
* Disgrafia (Dysgraphia) adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas darikemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafia sering berjuang denganmenulis bentuk surat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.
*Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders) adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan seringmemiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik tertulis atau auditori (atau keduanya).
* Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal Learning Disabilities) adalahgangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
* Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)) adalahgangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.

Beberapa jenis gangguan perkembangan diatas membutuhkan layanan khusus yang tepat. Pendidikan anak dengan kebutuhan khusus tidak dapat disamakan dengan pendidikan normal, karena kelainannya sangat bervariatif dab usia mereka juga berbeda-beda. Cara penata-laksanaannya sangat jauh berbeda dengan pendidikan normal. Di pendidikan normal seorang guru dapat menangani beberapa anak sekaligus, untuk anak berkebutuhan khusus biasanya terapis mampu menangani seorang anak pada saat yang sama. Bahkan untuk anak autis pada tahapan awal terapi dibutuhkan 2 terapis untuk menjadi partner.