0

Mengatasi Phobia Sekolah pada Anak

Phobia sekolah adalah kecemasan atau ketidaknyamanan berada di sekolah.  Hal ini sering terjadi pada anak balita dan anak yang akan mulai masuk sekolah TK, SD ataupun SMP. kecemasan yang mereka rasakan membuat mereka enggan untuk pergi ke sekolah mereka akan melakukan trik atau alasan agar mereka tidak sekolah seperti menangis atau berpura-pura sakit agar orang tua bisa meng’iya’kan kemauannya untuk tidak sekolah. Keesokan harinya merekapun akan melakukan trik itu lagi karena dengan cara itu mereka berhasil untuk tidak pergi kesekolah lagi seperti hari-hari sebelumnya.

Ada beberapa penyebab phobia sekolah contohnya:

  • Pengalaman olok-olok teman
  • Pengalaman dimarahin guru
  • Tidak percaya diri
  • Tidak ingin pisah dengan orang tua/ibu
  • Tidak merasa nyaman dengan lingkungan
  • Malas belajar
  • Lingkungan baru
  • Anak sulit sosialisasi dan adaptasi

Adapun jenis phobia sekolah yaitu:

  1. Phobia jangka waktu pendekPhobia sementara hanya berlangsung pada awal sekolah selama 3 – 2 mingguan. Biasanya phobia ini terjadi pada anak usia balita (tidak mau berpisah dengan ibu) atau pada anak yang mulai masuk sekolah baru (adaptasi lingkungan dan orang baru).
  2. Phobia jangka waktu panjangPhobia jangka waktu lama biasanya berlangsung bertahun-tahun bahkan selama anak bersekolah disekolah itu. Hal ini terjadi karena pada awal sekolah (pada awal terjadi phobia) tidak ditangani dengan baik sehingga anak merasa terpola mengatur semua semaunya/atas kehendaknya. Sekolah dengan ditemani mama atau menolak sekolah jika ada kegiatan yang tidak disukainya. Jika ini sudah terjadi, anak merasa hal ini wajar dan anak tidak akan mendengarkan nasihat dari orang lain karena yang ia butuhkan hanya berada disamping ibunya setiap ia mau termasuk saat sekolah.

Keterikatan anak dengan ibu yang berlebihan dapat membuat pola perilaku anak yang ketergantungan dengan ibunya. Selain itu, anak yang tidak biasa belajar dirumahpun menjadi salah satu penyebab phobia sekolah. Anak tidak merasa nyaman disekolah karena disekolah ia harus belajar dan berpikir. Sedangkan dirumah, ia bisa main dan apapun yang ia mau bisa didapatkan. Persepsi anak yang mengalami phobia sekolah itu perlu kita luruskan. Anak harus mengerti pentingnya sekolah, serunya bermain dengan teman-teman di sekolah, belajar dengan nyaman dan menyenangkan dan menghapus persepsi beruk anak terhadap sekolahan beserta orang-orang di lingkungannya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega saat anaknya menangis dan menolak sekolah. Hal ini wajar saja, namun demi kebaikan dan kelancaran belajar anak, ibu harus belajar mencoba dan mempercayakan semua pada guru. Kepercayaan penuh terhadap guru akan membuat guru merasa dihargai dan berusaha lebih giat untuk memberikan layanan yang terbaik.
Ajaklah anak berdiskusi tentang hal apa saja yang membuat ia enggan pergi ke sekolah. Jika alasannya karena ketidak nyamanan dengan teman, guru atau lingkungannya, maka mintalah bantuan guru kelas untuk bersama-sama mengatasi masalah ini.
Phobia sekolah ini seperti hal sepele yang mungkin orang lain akan beranggapan bahwa  semua anak sama, akan mengalami phobia sementara. Namun beda halnya jika phobia yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan benar. Phobia sekolah akan berkelanjutan sampai anak besar dan pastinya akan membuat orang tua kebingungan.

Cara mengatasi phobia sekolah yaitu dengan menghadapi sekolah itu sendiri dan menekankan pentingnya sekolah. Apapun alasan yang dilakukan anak (manipulasi dengan menangis atau sakit), anak harus tetap berangkat kesekolah. Anak harus mengalami sendiri beberapa pengalaman disekolah dan merasakan serunya sekolah, amannya sekolah, senangnya bermain debgan teman teman dan hal positif lainnya jika sekolah. Dengan merasakan sendiri, pelan pelan persepsi buruk terhadap sekolah akan terhapuskan dan anak akan kembali percaya diri di sekolah. Jika anak dibiarkan tidak ingin sekolah atau sekolah dengan terus didampingi ibu, anak akan sulit mandiri dan phobia akan berkelanjutan.

Rangkulah anak oleh seluruh anggota keluarga, perbaiki kedekatan anak dengan anggota keluarga, agar anak tidak selalu dengan dengan ibunya.

Bila perlu, konsultasikan masalah phobia sekolah dengan psikolog agar orang tua tau penyebab dan cara yang tepat untuk mengatasinya. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikolog karena beranggapan  bahwa anak anda baik baik saja, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Siapa saja yang merasa mengalami ketidak wajaran tingkah laku atau kecemasan berlebihan terhadap sesuatu, bisa berkonsultasi ke psikolog.
Tetaplah berpikir positif dan tegas terhadap anak yang mengalami phobia. Phobia sekolah harus ditangani sedini mungkin maksimal sampai anak kelas 3 SD. Jika lebih dari itu, akan sulit merubah persepsi dari anak yang memiliki ketakutan akan sekolah.

0

Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak

Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. juga ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
Persiapan yang dibutuhkan:

  • Diapers (untuk tahapan pertama)
  • Trainingpant (supaya saat terjadi kebocoran tidak jatuh ke lantai)
  • Kursi untuk duduk anak (posisikan dekat pintu kamar mandi)
  • Lap pel
  • Minyak telon (biar gak masuk angin)
  • Timer

Tahapan pertama:

Anak masih menggunakan diapers ya bunda. 

  • Beri waktu satu jam setelah anak mandi, ajak anak ke kamar mandi (posisi pipis), tunggu sekitar 2-3 menit sampai anak benar-benar pipis. Jika anak tidak pipis, pakaikan kembali diapers dan tambahkan waktu 5-10 menit, ajak lagi anak ke kamar mandi sambil perkenalkan “ini namanya pipis, dede mau pipis/ dede sedang pipis”. 
  • Jika anak berhasil pipis di kamar mandi, berikan reward dan lihat reaksi anak.
  • Setelah tau berapa menit jarak anak pipis, lakukan pada jam berikutnya.

Tahapan kedua:

Pada tahapan ini, anak sudah mulai pakai trainingpant ya bun. Trainingpant ini bisa menampung air kencing 1x agak tidak jatuh ke lantai dan anak akan merasa risih karena merasakan basah.

  • Seperti tahapan pertama, ajak anak ke kamar mandi 1 – 1,5 jam sekali untuk pipis.
  • Jika anak banyak minum, kurangi beberapa menit jarak pipisnya karena akan lebih sering pipis.
  • 5 menit sebelum jadwal ke kamar mandi, posisikan anak duduk di kursi dekat kamar mandi. Setelah waktunya, barulah ajak anak ke kamar mandi untuk pipis. 
  • Berikan penjelasan tentang kegiatan “pipis”.
  • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

Tahapan ketiga:

Sama seperti tahapan yang kedua.

  • Posisikan anak duduk dikursi 5 menit sebelum jadwal pipis dan tunggu sampai anak masuk sendiri ke kamar mandi. Jika masih belum merespon sendiri pada saat waktunya pipis, ajaklah kembali ke kamar mandi (dibantu).
  • Berikan penjelasan kegiatan “pipis”
  • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

Selama tahapan 1-3, untuk malam hari masih menggunakan diapers ya bun, atau kalau tidak, boleh menggunakan alas agar pipis anak tidak kena sprai.

Biasakan pipis sebelum tidur.

Ketika bepergian, disarankan pakai diapers dulu. Ajaklah anak pipis saat akan berangkat dan sampai di tempat tujuan.

Nah, kalau untuk BAB caranya hampir sama bunda. Bedanya hanya pada jarak waktunya saja. Pada umumnya jadwal BAB akan selalu/ hampir sama pada setiap harinya kecuali ada gangguan pencernaan. Maka kita akan lebih mudah mengajarinya. Jika sudah mendekati waktunya anak BAB, ajaklah ke kamar mandi dan posisikan anak untuk BAB. Tunggu kurang lebih 5-7 menit sambil beri penjelasanengenai BAB. Ciptakan suasana yang menyenangkan agat anak tidak bosan. Setelah anak berhasil BAB di closet, berikan reward yang menyenangkan ya bun. Jika belum bisa, kembali keluar dan tambahkan beberapa menit baru ajak kembali ke kamar mandi.

Toilet training ini membutuhkan banyak kesabaran lho bunda. Bukan hanya anak saja yang mengalami penyesuaian. Bunda juga pastinya butuh penyesuaian mesti bolak balik kamar mandi padahal biasanya santai-santai saja karena anak pakai diapers ūüėÖ (betul apa betul bunda). Sabar ya bunda, namanya juga anak lagi belajar. Biasanya toilet training ini goal dalam 1 sampai 8 minggu, tergantung kemampuan anak mengerti konsepnya (untuk anak normal). Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan membutuhkan waktu lumayan lama.

Kerjasama semua pihak yang ikut mengurusi anak juga penting bun. Komunikasikan program toilet training ini dengan pengasuh, nenek-kakek dan suami. Oia bunda, bila perlu berikan minyak telon agar anak tidak masuk angin karena kena air terus (masih penyesuaian). Siapkan sabar juga yang banyak ya bun ūüėĄ. 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

0

TERAPI OKUPASI

image

Jenis-jenis terapi okupasi, pada umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan:

1. Obyek Terapi Okupasi

(a).  Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll.
(b) Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.

2. Tujuan Terapi Okupasi

(a) Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
(b) Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri & memupuk semangat kerja

3. Bentuk Kegiatan Aktivitas (Okupasi)

(a) ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
(b) Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.

4. Anggota Terapi Okupasi

(a) Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
(b) Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan

Menurut Creek (2003) okupasi terapi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut dengan occupational performance yaitu, activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang).

Bagaimanapun setiap individu yang hidup memerlukan ketiga komponen tersebut. Individu-individu tersebut perlu melakukan perawatan diri seperti aktivitas makan, mandi, berpakaian, berhias, dan sebagainya tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Individu juga perlu bekerja untuk bisa mempertahankan hidup dan mendapat kepuasan atau makna dalam hidupnya.

Selain itu, penting juga dalam kegiatan refresing, penyaluran hobi, dan pemanfaatan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat disela-sela kepenatan bekerja. Semua itu terangkum dalam terapi okupasi yang bertujuan mengembalikan fungsi individu agar menemukan kembali makna atau arti hidup meski telah mengalami gangguan fisik atau mental.

Lebih lanjut, Jenis terapi okupasi menurut Rogers & Holm (2004) dan Creek (2003) yaitu:

(1) Aktivitas Sehari-hari

Aktivitas sehari-hari atau yang dikenal sebagaiActivity of Daily Living adalah aktivitas yang ditujukan untuk merawat diri yang juga disebut Basic Activities of Daily Living atau Personal Activities of Daily Living terdiri dari: kebutuhan dasar fisik (makan, cara makan,kemampuan berpindah, merawat benda pribadi, tidur, buang air besar, mandi, dan menjaga kebersihan pribadi) dan fungsi kelangsungan hidup (memasak, berpakaian, berbelanja, dan menjaga lingkungan hidup seseorang agar tetap sehat).

(2) Pekerjaan

Kerja adalah kegiatan produktif, baik dibayar atau tidak dibayar. Pekerjaan di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya biasanya menjadi bagian penting dari identitas pribadi dan peran sosial, memberinya posisinya dalam masyarakat, dan rasa nilai sendiri sebagai anggotayang ikut berperan.

Pekerjaan yang berbeda diberi nilai-nilai sosial yang berbeda padamasyarakat. Termasuk aktivitas yang diperlukan untuk dilibatkan pada pekerjaan yangmenguntungkan/ menghasilkan atau aktivitas sukarela seperti minat pekerjaan, mencari pekerjaan dan kemahiran, tampilan pekerjaan, persiapan pengunduran dan penyesuaian,partisipasi sukarela, relawan sukarela.

Pekerjaan secara individu memiliki banyak fungsi yaitu pekerjaan memberikan orang peran utama dalam masyarakat dan posisi sosial, pekerjaan sebagai sarana dari mata pencaharian, memberikan struktur untuk pembagian waktu untuk kegiatan lain yangdapat direncanakan, dapat memberikan rasa tujuan hidup dan nilai hidup, dapat menjadi bagian penting dari identitas pribadi seseorang dan sumber harga diri, dapat menjadi forum untuk bertemu orang-orang dan membangun hubungan, dan dapat menjadi suatu kepentingan dan sumber kepuasan.

(3) Waktu Luang

Aktivitas mengisi waktu luang adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu luang yang bermotivasi dan memberikan kegembiraan, hiburan, serta mengalihkan perhatian pasien.Aktivitas tidak wajib yang pada hakekatnya kebebasan beraktivitas. Adapun jenis-jenis aktivitas waktu luang seperti menjelajah waktu luang (mengidentifikasi minat, keterampilan, kesempatan,dan aktivitas waktu luang yang sesuai) dan partisipasi waktu luang (merencanakan dan berpatisipasi dalam aktivitas waktu luang yang sesuai, mengatur keseimbangan waktu luang dengan kegiatan yang lainnya, dan memperoleh, memakai, dan mengatur peralatan dan barang yang sesuai).

0

Senam Otak (Brain Gym) untuk Mengoptimalkan Fungsi Otak

image

PENDAHULUAN
Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua, hal yang wajar kenapa orang tua meinginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik. Mendapatkan anak-anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkan anak yang cerdas, seorang ibu sudah harus mempersiapkan dari awal kehamilan hingga pertumbuhan anak selanjutnya, dengan memberikan asupan gizi yang terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan otak anak.
Banyak cara untuk menjaga pertumbuhan otak yang maksimal pada ada, tidak hanya dengan menjaga gizi asupan makanya saja, akan tetapi ada beberapa cara yang bisa membantu untuk meningkatkan kecerdasan pada anak, salah satunya dengan Senam Otak (Brain Gym).
Pada mulanya Senam otak atau Brain Gym dimanfaatkan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan-kesulitan seperti sakit ADD (Attention Deficit Disorder), hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Dengan melakukan gerakan-gerakan Brain Gym kesulitan diatas dapat diperbaiki kemampuan otaknya. namun dalam perkembangan selanjutnya Brain gym digunakan untuk bermacam-macam kegunaan. Bahkan orang yang lanjut usia yang sudah kehilangan kewas-padaan serta refleks-nya, dapat dibang- kitkan kembali lewat Brain Gym. Di Amerika dan Eropa Brain Gym sudah populer, karena terbukti manfaatnya dan juga gerakan-ge-rakan yang mudah dilakukan.
Brain Gym adalah serangkaian latih-an gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiat-an belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan keseluruhan otak.
TUJUAN
            Dalam pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara menjaga dan meningkatkan kecerdasan anak dengan menerapkan sistem brain gym, dan kenapa brain gym ini diperlukan.
MANFAAT
            Brain gym diakui sebagai salah satu teknik belajar yang paling baik, sehingga banyak manfaat yang terdapat dalam brain gym itu sendiri. Manfaat di berikannya brain gym adalah :
Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stress
Dapat dilakukan dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit)
Tidak memerlukan bahan atau tempat yang khusus
Dapat dipakai dalam semua situasi belajar/bekerja juga dalam kehidupan sehari-hari
Meningkatkan kepercayaan diri
Menunjukkan hasil dengan segera
Sangat efektif dalam penanganan seorang yang mengalami hambatan dan stress belajar.
Memandirikan seorang dalam belajar dan mengaktifkan seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.
BRAIN GYM
            Brain gym atau senam otak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya kerja otak, dengan melakukan gerakan-gerakan brain gym otak dapat lebih bisa merelekskan sistem-sistem nya.
Brain Gym diperlukan karena :

  • Orang yang sulit belajar, berusaha terlalu keras
  • sehingga terjadi stress di otak.
  • Mekanisme integrasi otak melemah sehingga bagian-bagian otak tertentu kurang berfungsi.
  • Informasi yang diterima di otak bagian belakang  sulit diekspresikan sehingga orang merasa kurang berhasil dan stress yang meng-akibatkan semangat belajar atau bekerja menjadi berkurang
  • Orang yang kurang belajar dan berusaha mungkin prestasinya akan statis atau bahkan menurun, perasaan tidak berhasil akan semakin bertambah sehingga sulit keluar dari lingkaran negatif itu.

Mengatasi hal di atas dapat dilakukan dengan tes otot dan Brain Gym. Test otot berguna untuk mengetahui hambatan-hambatan di dalam tubuh yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan daya tangkap. Brain Gym membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat se-hingga kegiatan belajar atau bekerja menggunakan seluruh otak (whole brain learning).
Brain Gym akan memberikan hasil sebagai berikut:

  • Stress emosional berkurang dan pikiran lebih
  • jernih.
  • Hubungan antar manusia dan suasana belajar/kerja lebih rileks dan senang.
  • Kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat.
  • Orang menjadi lebih bersemangat, lebih kreatif dan efisien.
  • Orang merasa lebih sehat karena stress berkurang.
  • Prestasi belajar dan bekerja meningkat

Otak manusia seperti hologram, terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Pelajaran lebih mudah diterima apabila mengaktifkan sejumlah panca indera daripada hanya diberikan secara abstrak saja. Akan tetapi otak manusia juga spesifik tugasnya, untuk aplikasi gerakan Brain Gym dipakai istilah Dimensi Lateralitas untuk belahan otak kiri dan kanan, Dimensi Pemfokusan untuk bagian belakang otak (batang otak atau brainstem) dan bagian depan otak (frontal lobes), serta Dimensi Pemusatan untuk sistem limbis (midbrain) dan otak besar (cerebral cortex).

LATERALITAS
Sisi tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri dan sisi kanan. Otak bagian kiri aktif bila sisi kanan tubuh digerakkan dan otak bagian kanan aktif apabila sisi kiri tubuh digerakkan. Kemampuan belajar paling tinggi apabila kedua belahan otak bekerja sama dengan baik.
Gerakan menyeberang garis tengah mengaktifkan kerjasama tersebut. Gerakan untuk menyeberang garis tengah menyangkut: Sikap positif, mendengar, melihat menulis, bergerak.

Beberapa contoh gerakan Dimensi lateralitas:

  • Gerakan menyeberang garis tengah  (Midline Movements)

Belahan kiri aktif bila menggunakan badan sisi kanan. Belahan kanan aktif bila menggunakan badan sisi kiri. Membayangkan huruf X akan memberitahu otak untuk menggunakan kedua bagian pada saat yang sama. GERAKAN MENYEBERANG GARIS TENGAH membantu menggunakan kedua belahan otak secara bersamaan dan harmonis.

  • Gerakan Silang (Cross Crawl)

Menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan kaki kiri dengan tangan kanan. Berge-rak ke depan, ke samping, ke belakang, atau jalan di tempat. Untuk ‚Äúmenyeberang garis tengah‚ÄĚ sebaiknya tangan menyentuh lutut yang berlawanan.

  • 8 Tidur (Lazy 8s)

Gerakan dengan membuat angka delapan tidur di udara, tangan mengepal dan jari jempol ke atas, dimulai dengan menggerakkan kepalan ke sebelah kiri atas dan membentuk angka delapan tidur. Diikuti dengan gerakan mata melihat ke ujung jari jempol. Buatlah angka 8 tidur 3 kali setiap tangan dan dilanjutkan 3 kali dengan kedua tangan.

FOKUS
Fokus adalah kemampuan menyeberangi ‚Äúgaris tengah partisipasi‚ÄĚ yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). Perkembangan refleks antara otak bagian belakang dan bagian depan  yang mengalami fokus kurang (underfocused) disebut ‚Äúkurang perhatian‚ÄĚ, ‚Äúkurang mengerti‚ÄĚ, ‚Äúterlambat bicara‚ÄĚ, atau ‚Äúhi-peraktif‚ÄĚ. Kadangkala perkembangan refleks an-tara otak bagian depan dan belakang mengalami fokus lebih (overfocused) dan berusaha terlalu keras. Gerakan-gerakan yang membantu melepaskan hambatan fokus adalah aktivitas integrasi de-pan/belakang.
Gerakan untuk mengintegrasikan otak depan dan otak belakang adalah Gerakan meregangkan Otot, dengan contoh sebagai berikut :

  • Burung Hantu

Burung hantu menghilangkan kekakuan yang ada jika kita terlalu banyak duduk atau membaca. Urutlah otot bahu kiri dan kanan. Tarik napas saat kepala berada di posisi tengah, kemudian embuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Ulangi gerakan dengan tangan kiri.
Mengaktifkan Tangan
Mengaktifkan tangan membantu menulis, mengeja dan juga menulis kreatif. Luruskan satu tangan ke atas, tangan yang lain ke samping kuping memegang tangan yang ke atas. Buang napas pelan, sementara otot-otot diaktifkan dengan mendorong tangan keempat jurusan (depan, belakang, dalam dan luar), sementara ta-ngan yang satu menahan dorongan tsb.

  • Lambaian Kaki

Gerakan yang bermanfaat untuk membuka otak ‚Äúbahasa‚ÄĚ, membantu kemampuan bicara dan   mengungkapkan diri. Cengkeram tempat-tempat yang terasa sakit di pergelangan kaki, betis dan belakang lutut, satu persatu, sambil pelan-pelan kaki di lambaikan/di-gerakkan ke atas dan ke bawah.

  • Pasang Kuda-kuda

Gerakan ini membantu berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan dan juga menolong mengingat apa yang telah dipelajari.
Mulai dengan kaki terbuka. Arahkan kaki kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Tekuk lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas waktu lutut kanan diluruskan kembali. Pinggul ditarik ke atas. Gerakan ini untuk menguatkan otot pinggul (bisa dirasakan di kaki yang lurus) dan membantu kestabilan punggung. Ulangi 3x, kemudian ganti dengan kaki kiri.

PEMUSATAN

Pemusatan adalah kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak, bagian tengah sistem limbis (mid brain) yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar(cerebrum) untuk berpikir yang abstrak. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai dengan ketakutan yang tak beralasan, ketidakmampuan untuk me- nyatakan emosi.
Otak mempunyai milyaran sel kecil yang disebut neuron yang dihubungkan dengan jalur-jalur syaraf. Gerakan-gerakan yang menyambungkan hubungan syaraf tersebut adalah gerakan-gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap yang merupakan bagian dari pemusatan.

  • Air

Air merupakan pembawa energi listrik yang sa-ngat baik. Dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Air dapat mengaktifkan otak untuk hubungan elektro kimiawi yang efisien antara otak dan sistem saraf, menyimpan dan menggunakan kembali informasi secara efisien. Dengan kecukupan air semua kemampuan akademik dapat meningkat. Minum air yang cukup sangat bermanfaat sebelum menghadapi test atau kegiatan lain yang menimbulkan stress. Kebutuhan air adalah kira-kira 2 % dari berat badan per hari.

  • Sakelar Otak

Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada), dipijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar.

  • Tombol Bumi

Letakkan dua jari dibawah bibir dan tangan yang lain  di pusar dengan jari menunjuk ke ba-wah.Ikutilah dengan mata satu garis dari lantai ke loteng dan kembali sambil bernapas dalam-dalam. Napaskan energi ke atas, ke tengah-tengah badan

  • Pasang Telinga

Gerakan ini membantu mendengar lebih baik. Sebaiknya dilakukan sebelum kelas dimulai. Pijit daun telinga pelan-pelan, dari atas sampai ke bawah 3x sampai dengan 5x.

  • Kait Relaks

Kait relaks menghubungkan lingkungan elektris di tubuh, dalam kaitannya dengan pemusatan perhatian dan kekacauan energi. Pikiran dan tubuh  relaks bila energi mengalir lagi dengan baik di dae-rah yang semula mengalami ketegangan.
Letakkan  kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawa, jari-jari kedua tangan saling meng-genggam, kemudian tarik kedua tangan ke arah pusat dan terus ke depan dada. Tutuplah mata dan pada saat menarik napas lidah ditempelkan di langit-langit mulut dan dilepaskan lagi pada saat menghembuskan napas. Tahap kedua, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari kedua tangan saling bersentuh-an secara halus, di dada atau dipangkuan, sambil bernapas dalam 1 menit lagi.

  • Titik Positif

Titik positif adalah dua tonjolan di tengah dahi. Sentuhlah titik positif dengan kedua ujung jari tangan selama 30 detik sampai dengan 30 menit.
Gerakan ini mengaktifkan bagian depan otak guna menyeimbangkan stress yang berhubungan dengan ingatan tertentu, situasi, orang, tempat dan ketrampilan. Menghilangkan refleks ‚Äúbertindak tanpa berpikir‚ÄĚ, Mengatasi ‚Äúlupa‚ÄĚ karena gugup, menunjang ungkapan kata, menenangkan pada saat menghadapi tes di sekolah dan dalam penyesuaian sehari-hari.
Brain gym atau senam otak sangat mudah dilakukan, baikdalam keadaan formal ataupun non formal. Dapat dilakukan di rumah ataupun disekolah. Brain gym sangat membantu kalau anak sudah merasa penat dalam belajar, brain gym dapat mereleksakan kembali daya kerja otak, sehingga otak dapat kembali bekerja dan anak dapat belajar dengan baik kembali. Jangan lupa mengkonsumsi air putih sebelum melakukan brain gym.

Referensi
Buku Panduan Lengkap Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Dennison, Ph.D, Gail E. Dennison
Brain Gym, Senam Otak, Paul E. Denisson, Ph.D, Gail E. Dennison

0

PRIVATE home visit (Bandung)

Bintang hati bunda private home visit bandung memberikan layanan untuk:
‚óľ Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Disleksia, Disgrafia, Diskalkulia, Speech delay, Hyperactif)
*Terapi perilaku (Metode ABA)
*Terapi wicara
*Terapi okupasi

Pembelajaran yang menyenangkan akan menumbuhkan minat baca dan tulis anak tanpa merasa tertekan.
Terapis/ guru adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya dan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas swasta bandung.
Awal terapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu pada anak agar dapat terlihat sejauhmana kemampuan dan kabutuhannya dalam pembelajaran. Laporan hasil belajar di lakukan setiap selesai terapi. Rapotan/ evaluasi diadakan 3 bulan sekali.

‚ú® Free pendaftaran dan konsultasi ‚ú®
More info: 

Wulan Tresnawati S.Pd

WA 082115457261

IG @bintanghatibunda

0

Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak

image

Shiddiq (5) anak ketiga kami, memang anak
yang berkarakter keras dan belum memiliki kecerdasan emosi dalam menghadapi masalah jika dibandingkan dengan kakak dan adiknya. Bentuk frustasinya sering sekali menguji konsistensi dan kesabaran kami sebagai orang tua. Suatu hari, Shiddiq sedang memiliki keinginan terhadap saya. Namun saat itu saya pun bersih keras berjanji baru akan membantunya jika ia sudah meminta maaf dan menyelesaikan masalah sebelumnya dengan Shafiyah. Rupanya tawar menawar itu membuat Shiddiq sangat marah. Ia mengancam akan memanjat jendela seperti pencuri jika saya tidak memenuhi keinginannya. Tentu saya mengerti ini adalah bentuknya untuk mencari perhatian. Saya pun mengabaikannya.

Merasa gagal ia semakin beraksi. Ia keluar membawa kursi, berteriak meminta adiknya membuka jendela kamar dari dalam. Kami pun terus mengabaikannya. Ia terus berteriak mengancam, lalu ia tingkatkan kehebohannya dalam mencari perhatian. Ia ambil perkakas di garasi sambil mengancam akan memecahkan jendela. Sementara kami pun terus mengabaikannya sambil saya berdoa agar Allah senantiasa melindunginya dari segala mara bahaya. Dia pun terus mencari perhatian “Ummi come here, i have surprise!” Saat Shafiyah (7) terpancing untuk melihat, ia pun tertawa sambil menunjukkan perkakas yang ia siapkan untuk memecahkan kaca. Betul saja bahwa ia hanya sedang mencari sensasi dan perhatian. Saya pun melarang semua anak merespon Shiddiq saat itu. Lalu saya berteriak dari balik kamar “Shiddiq, ummi sayang sama Shiddiq tapi ummi tidak suka cara Shiddiq minta perhatian ummi. Tidak akan ada orang di rumah ini yang berhasil meminta sesuatu dengan cara mengancam, ummi tau kamu sedang cari perhatian, kalo minta perhatian dengan cara ini, ummi akan abaikan, kalo Shiddiq mau diperhatikan ummi, lebih baik masuk ayo kita bikin Pizza bersama”. Merasa tidak berhasil menghabiskan waktu bermenit-menit diluar, ia pun menyerah masuk kedalam. Akhirnya ia pun meminta maaf atas perlakuan buruknya pada Shafiyah, kemudian saya memeluk dan menasihatinya.

Shiddiq….. Shiddiq…… memang ia anak yang lebih sering rewel saat meminta sesuatu, tapi saya dan ayahnya pun tetap bersikeras tidak akan memenuhinya kecuali ia menenangkan diri dan memperbaiki cara ia meminta. Bahkan ia pernah guling-guling di lorong mesjid karena menangis kecewa, sementara saya dengan muka “badak” terus meminta ia memperbaiki caranya dalam meminta. Tidak semua keinginannya kami kabulkan, sehingga ia sering berhenti setelah marah dalam waktu yang cukup lama karena menyerah, lalu kembali ikut aturan main dalam keluarga.

Ketika kesal menghadapi Shiddiq yang rewel, saya sering mengalihkan lisan saya dengan berdoa, walau dengan suara keras untuk menyalurkan kekesalan saya juga. Sampai suatu hari Ali pernah bilang “Ummi aku mau tantrum aja kayak Shiddiq biar didoain terus sama ummi kayak gini” Saya pun memperbaiki cara saya berdoa, menambahkan doa itu untuk anak-anak lainnya, serta mengucapkan dalam hati agar tidak menjadi seperti “hadiah” dalam berbuat kesalahan.

Saya yakin, saya masih percaya, bahwa Shiddiq melakukan itu bukan karena ia anak yang tidak baik. Ia hanya belum memiliki kesempurnaan pikiran dalam memutuskan sesuatu dengan cara yang bijaksana. Maka selain beristigfar atas segala kesalahan-kesalahan kami sebagai orang tua, juga beristigfar atas segala kesalahan-kesalahan kami sebagai seorang anak, kami terus berusaha menyampaikan nasihat dan ajaran agama dalam sesi homeschooling islamic study setiap harinya. Pernah bahkan saya bertanya pada suami, saat Shiddiq sedang berulah “Pak, insya Allah kita gak lupa berdoa kan saat kita ‘membuat’ Shiddiq?” Insya Allah kata bapak. Saya yakin dan saya percaya, nasihat-nasihat itu insya Allah kelak akan bermanfaat bagi masa depannya, meski saat ini ia masih belum terlalu bijaksana dalam mengambil sikap saat ia menghadapi masalahnya.

@Kiki barkiah

#Cuplikan kisah diatas mengingatkan dan mengajarkan kita bagaimana cara menangani anak dengan segala keinginan dan kekerasan hatinya. Orang tua tidak selalu harus mengiyakan apa yang anak mau. Namun orang tuapun harus tau bagaimana cara mengajarkan kepada anak bahwa tidak semua yang terjadi harus sesuai yang dia inginkan.
Kita harus mendidik mereka dengan cara mengasihinya, bukan dengan mengkasihaninya.

1

Jenis Terapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak terapi yang dapat diberikan untuk anak berkebutuhan khusus terutama untuk anak autis. Semua jenis terapi itu baik diberikan pada ABK sesuai yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sikap orang tua terhadap anak dirumah. Agar perkembangan anak dapat meningkat dengan baik, maka selain anak melakukan terapi atau sekolah, orang tua di rumahpun baiknya menjalankan materi yang telah diterima anak disekolah.
Dibawah ini adalah beberapa jenis terapi untuk anak autis dan anak berkebutuhan lainnya.

Applied Behavioral Analysis (ABA)
ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bisa diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

Terapi Wicara
Gangguan bicara dan bahasa bisa diakibatkan adanya gangguan di pusat bahasa pada otak. Namun, bisa juga diakibatkan oleh gangguan di wilayah perifer atau tepi. Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

Terapi Okupasi
Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau pekerjaan tertentu. Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar. Terapi okupasi juga dapat diberikan pada anak dengan berkebutuhan khusus lainnya untuk melatih motorik halusnya.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan usaha penyembuhan untuk mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial anak secara optimal. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual dilatih ketika anak menemukan, memeriksa dan menerangkan atau memberi tanda atas rengsangan yang ditemukan saat bermain.

Terapi musik
Para ahli percaya bahwa musik dapat dijadikan wahana untuk kegiatan pendidikan, baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Ruang lingkup terapi musik yaitu: a. menggerakan tubuh sesuai musik, bunyi atau suara, b. mendengarkan bunyi atau suara musik, c. menggunakan alat-alat instrumen atau alat musik, d. membunyikan alat bersama-sama, e. menyanyi dan f. bergerak atau bermain sesuai musik.

Terapi Biomedis
Dengan mengikuti terapi biomedis, orang tua dipadu selangkah demi selangkah membersihkan tubuh anak dari bahan-bahan yang mrngganggu metabolisme dan kerja sistem saraf. Dengan cara ini kemajuan anakpun dapat dimonitor dengan tepat dan penyebab autisme bisa diketahui dengan pasti. Ini memudahkan orang tua memperbaiki cara penanganan yanh salah, dan mengulangi cara penanganan yang bermanfaat.

Bersabarlah bunda untuk menunggu hasil dari usaha yang telah bunda lakukan demi anak bunda. Tak ada hasil yang sia sia. Terkadang kita berpikir bahwa anak tidak menunjukan perkembangan padahal terapi dan usaha lain sudah dijalankan. Tetapi, justru pikiran itu yang menunda keberhasilan anak. Jika bunda terus berpikir positif, rasakanlah setiap perkembangan dan perubahan anak. Karena selalu ada kejutan disetiap perkembangan yang mereka tunjukan. Jika tidak sekarang, mungkin suatu saat nanti.