0

Kini Kami Hadir di Kota Semarang

Alhamdulillah kini Bintang Hati Bunda dengan layanan private home visit untuk anak berkebutuhan khusus hadir bukan hanya di Bandung saja. Sekarang telah hadir di Kota SEMARANG ūüéČūüéČūüéČ

Banyak orang tua yang minta bantuan dicarikan terapis diluar kota bandung, namun untuk saat ini baru bisa tersedia di Kota Semarang. Semoga bisa membantu orang tua dengan anak spesial di Semarang.

Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan berusaha mendidik anak-anak dengan baik dan penuh kasih agar anak-anak bisa tumbuh dengan perkembangan yang baik pula. Kita selaluelakukan inovasi dalam berbagai aspek seperti alat peraga, cara pendekatan terhadap anak, termasuk proses pembelajaran dengan tujuan yang sama yaitu agar anak lebih berkembang dengan baik sesuai kebutuhan.

Semoga bisa membantu mengatasi masalah bagi orang tua yang mempunyai banyak kendala saat akan memasukan anaknya ke tempat-tempat terapi seperti tidak ada yang mengantarkan terapi, waiting list untuk konsultasi dan terapi sedangkan anak semakin hari semakin bertambah usia, menginginkan private terapi, menghemat waktu dan lebih simple karena kami yang datang ke rumah murid.

Tenaga terapis Bintang Hati Bunda adalah lulusan Pendidikan Luar Biasa dan memiliki pengalaman menjadi terapis selama lebih dari 5 tahun. Insya Allah, dengan ilmu dan pengalaman yang telah kami miliki, kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

Metode terapi yang kami gunakan adalah metode ABA dengan pendekatan teori perilaku. Tegas tanpa kekerasan, one on one, adanya imbalan dan menyenangkan.

Metode ABA banyak dipakai oleh sekolah sekolah tumbuh kembang anak karena kurikulumnya terstruktur (dari berbagai aspek perkembangan dan mulai dari materi dasar) dan terukur (karena ada catatan penilaian). Awal terapi akan dilaksanakan asesmen terlebih dahulu dengan berbagai instrumen dari berbagai aspek seperti kognitif dasar, motorik, bahasa, pre akademik, akademik dan bina diri untuk selanjutnya dibuatkan program sesuai kemampuan dan kebutuhan murid. Laporan hasil belajar dilakukan setelah terapi dilaksanakan agar orang tuapun tau materi apa yang disampaikan dan bisa diulang di rumah. Rapotan atau laporan hasil perkembangan dilakukan per tiga bulan.

Tunggu apalagi bunda, ayo segera hubungi kami mengatasi masalah tumbuh kembang anak bunda.
Free konsultasi

Free Uang pendaftaran

Free Uang transport*

Wulan Tresnawati S.Pd

082115457261

Ig @bintanghatibunda

Advertisements
0

Mengenal lebih dekat dengan Montessori

Ini dia yang sedang trending topik di dunia parenting dan per emak’an ūüėĄ. Yuk kita belajar lebih dalam lagi tentang montessori.

  • Pengertian Montessori

Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah. Pada awal penelitian, metode ini diterapkan pada anak berkebutuhan khusus.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut “direktur” atau “pembimbing”). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

Montessori juga memperhatikan adanya saat-saat yang sensitif, ketika anak-anak memiliki kesempatan lebih baik dalam mempelajari sesuatu dibanding masa-masa lainnya.

Misalkan di awal masa anak-anak, mereka mempelajari segala sesuatunya melalui aktifitas gerak dan penginderaan, dengan berbagai material yang mengembangkan kekuatan kognitif melalui pengalaman langsung.

Beranjak besar, di tingkatan dasar, anak-anak mulai mengatur pikirannya dari hal-hal yang nyata ke arah yang abstrak. Mereka mulai mengaplikasikan pengetahuannya ke pengalaman nyata.

Pada setiap tingkatan usia, anak disiapkan untuk menghadapi dunia orang dewasa ketika pikiran dan emosi berkembang untuk lebih memahami konsep-konsep yang lebih abstrak seperti keadilan, kebebasan dan kesetaraan.

Semasa hidupnya Maria Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir, bahkan tahun-tahun awal kehidupannya meupakan masa-masa formatif yang paling penting baik fisik maupun mental anak. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, tidak hanya secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis bila selalu ditinggal sendiri.

Metode pembelajaran yang sesuai dalam tahun-tahun kelahiran sampai usia 6 tahun biasanya akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa. Karena perkembangan mental dalam usia- usia awal berjalan dengan cepat, periode ini tidak boleh disepelekan. Montessori yakin bahwa  pada  tahun-tahun awal,  anak mempunyai  ‚ÄúPeriode-periode Sensitif (Sensitive Periods)‚ÄĚ, selama masa-masa inilah dia secara khusus mudah menerima stimulasi- stimulasi itu. Kegiatan yang ada di dalam montessori ini sama seperti kegiatan terapi okupasi. Jadi, memang kegiatan ini sangat bermanfaat diberikan kepada anak-anak usia dini.

  •  Tujuan Montessori

Metode Montessori bertujuan sebagai pengantar prinsip, agar anak-anak mereka dapat memasuki kesenjangan pendidikan yang lebih tinggi dengan persiapan yang matang dimulai pada usia prasekolah.

Adapun tujuan yang lain dari metode Maria Montessori adalah

  • Membantu para orang tua dalam menerapkan pola pengajaran yang efektif bagi anak mereka.
  • Membantu anak-anak didik dalam mengembangkan tingkat intelektual, psikomotor, dan afektif yang ada pada diri mereka.
  • Membuat anak dituntut untuk dapat berkembang sesuai dengan periode perkembangannya saat mereka mulai peka terhadap tugas-tugas.
  • Mengajarkan pada anak cara belajar yang efektif dan optimal melalui permainan.
  • Mengembangkan keterampilan yang menekankan pada pentingnya anak bekerja bebas dan dalam pengawasan terbatas.
  • Anak diajarkan untuk dapat berkonsenterasi dan berkreasi
  • Anak dibiasakan untuk memilih sesuai dengan keinginan sendiri.

Adapun manfaat dari beberapa kegiatan montessori adalah untuk:

  • Meningkatkan kemampuan motorik halus
  • Meningkatkan keterampilan jari dalam memegang dan menggenggam
  • Meningkatkan konsentrasi anak
  • Meningkatkan kreatifitas anak
  • Mengenal warna
  • Mengebal ukuran
  • Mengenal tekstur
  • Melatih kesabaran
  • Melatih emosi
  • Dan banyak lagi sesuai jenis kegiatannya.

    Berikut adalah contoh kegiatan montessori untuk usia 12 sampai 36 bulan atau anak usia  1 ‚Äď 3 th (toddler).

    Montessori di rumah dengan alat peraga yang ada di rumah. Bisa kita buat sendiri, yang penting niat dan kemauan bunda. Main kaya gini lebih baik dibandingkan terus pantengin gadget kan. Perhatikan setiap respon anak saat bermain dan saat menyelesaikan permainan sampai selesai dan sampai bisa. Dampingi anak disaat mereka mulai belajar sampai mereka bisa mandiri menyelesaikan tugasnya ya bun.

    Selamat mencoba ūüėć

    Memasang tutup yang sesuai

    Bermain dengan air (mengambil benda yang diatas air)

    Memasukan ring tissu

    Memberi makan hewan dengan pom pom ūüėĄ

    Melukis diatas pasir (pakai jari ya bun)

    Memindahkan benda kecil menggunakan scoop

    Memberi makan kucing

    Melempar bola ke gawang

    Melukis munggunakan air saja ūüėÖ

    Mencari hewan di sobekan kertas

    Memindahkan bola menggunakan sendok besar

    Meronce bekas gulungan tissu

    Memasukan cotton bud ke lubang kecil

    Matching warna

    Kalau belum bisa mengenal warna, masukin aja dulu tepat ke lubangnya ya.

    Memasukan kancing sesuai warna

    Bermain peek a boo

    Memasukan sedotan ke botol

    Ide bermain lainnya

    Waaaah banyak nih ide bermain montessori di rumah. Gampang kan alat dan bahannya bun. Tidak mesti sama persis dengan yang ada di gambar ya bun, manfaatkan saja barang yang ada di rumah yang penting inti, tujuan dan sasarannya sama.

    Kegiatan ini diberikan sesuai usia dan kemampuan anak juga y. Dimulai dari yang termudah dulu.
    Mari bermain ūüėć

    0

    Mengenal lebih dekat dengan terapi perilaku

    Apa itu terapi perilaku?
    Terapi perilaku adalah suatu pendekatan atau intervensi kepada seseorang untuk merubah atau menghilangkan perilaku negatif menjadi perilaku yang sewajarnya dan tidak membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lagi. Melalui terapi perilaku, anak akan belajar banyak konsep dan salah satunya adalah konsep sebab akibat. Adapun tujuan terapi perilaku ini adalah supaya terciptanya perilaku baru yang lebih baik dari sebelumnya, anak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri tidak bergantung pasa orang lain dan anak dapat bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

    Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi perilaku?

    Terkadang kita merasa aneh dan was was mendengar kata terapi. Tak sedikit juga orang tua yang beranggapan bahwa terapi (khususnya terapi perilaku) adalah penanganan untuk anak dengan gangguan yang serius. Padahal terapi dapat diberikan bukan hanya kepada anak dengan gangguan serius saja. Anak yang suka marah-marah (emosi), anak yang terlalu pasif, anak yang sulit konsentrasi belajar, anak yang sulit di atur bahkan anak yang baru mempunyai adik (cemburu) yang selalu bertingkahpun bisa mendapatkan layanan terapi ini (pembentukan karakter).

    Untuk anak yang sudah terlihat memiliki hambatan perkembangan dari segi sosial, bicara dan tingkah lakunya seperti autisme, speech delay, down syndrom, celebral palsy, disleksia dll baiknya segera diberikan layanan ini (sesuai kebutuhan). Biasanya untuk anak speech delay, sebelum mengikuti terapi wicara sebaiknya diberikan layanan terapi perilaku terlebih dahulu (atau berdampingan) karena tidak sedikit anak dengan keterlambatan bicara pasti memiliki hambatan sosial juga yang perlu diarahkan.

    Dimana layanan terapi perilaku bisa didapatkan?

    Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Namun sayang, setau saya layanan terapi ini belum banyak ditemukan di SLB- SLB Bandung. Hanya beberapa SLB yang menyediakan layanan ini.

    Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

    Waktu yang tepat untuk penerapan terapi perilaku (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

    Terapi perilaku sebaiknya diberikan pada awal penanganan pada anak berkebutuhan khusus sebelum dilakukannya terapi lainnya dengan tujuan agar anak lebih paham dan mengerti instruksi dan sudah bisa duduk diam apalagi untuk anak autism dan hyperaktif. Layanan terapi perilaku lebih didahulukan sebelum terapi wicara.

    Jika untuk anak dengan gangguan atau hambatan perkembangan lainnya seperti kesulitan mengontrol emosi, sulit konsentrasi juga anak yang tidak bisa diatur/ tidak disiplin maka sebaiknya, setelah dirasakan tingkah lakunya mengganggu aspek perkembangan lainnya maka segeralah diberi tindakan terapi perilaku.

    Apa saja yang dilakukan anak selama terapi perilaku?

    Selama terapi perilaku, kunci pertama yang diajarkan adalah pembentukan kontak mata dan kepatuhan. Ini berlaku untuk semua anak sesuai kekampuannya. Terlebih untuk anak autis yang memang sulit melakukan kontak mata dan kepatuhan. 

    Kontak mata saat dipanggil, kontak mata saag instruksi juga kontak mata saat dipanggil dari jauh. Kepatuhan saat menjalankan instruksi ataupun materi yang diberikanpun butuh pembiasaan. Dari mulai instruksi yang sederhana seperti duduk dan berdiri.

    Metode ABA adalah metode yang banyak dipakai untuk penanganan melalui terapi perilaku. Metode ini terukur dan terstruktur dengan baik. Adapun kurikulum didalamnya meliputi:

    1. Kemampuan kontak mata dan kepatuhan
    2. Kemampuan menirukan (gerakan)
    3. Kemampuan bahasa reseptif
    4. Kemampuan bahasa ekspresif
    5. Kemampuan pra akademik
    6. Kemampuan akademik dan
    7. Kemampuan bina diri

    Semua materi yang diberikan sudah terstruktur dari mulai kegiatan yang mudah hingga yang sulit dan dapat di ukur karena selalu ada catatan hasil perkembangan setiap harinya, juga evaluasi setiap tiga bulan.

    Materi yang didapatkan setiap anak berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan anak yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi.
    Semoga bermanfaat bunda.*

    0

    Tutorial Massage Dan Oromotor Untuk Merangsang Kemampuan Bicara Anak

    Kemampuan bicara anak pada umumnya mulai berkembang pada usia 8 bulan. Pada masa ini, orang tua seharusnya sudah mulai menstimulasi kemampuan bicara anak dengan berbagai cara seperti mengajak ngobrol, membacakan cerita, bernyanyi dan bila perlu berikan pijatan halus dan sederhana di area mulut anak agar otot bagian sekitar mulut tidak kaku. Pada dasarnya, perkembangan anak akan berjalan sendiri seiring dengan pertumbuhan umurnya. Namun ada beberapa anak yang memang membutuhkan stimulus dan perhatian lebih untuk dapat berkembang baik. Biasanya orang tua mulai khawatir jika anak usia 2 tahun tetapi belum dapat berbicara atau hanya dapat mengeluarkan satu atau dua kata. Pada zaman sekarang yang serba canggih, kita dapat mencari informasi dengan mudah melalui internet, dan orang tuapun lebih cepat tanggap terhadap hal seperti ini. Maka dari itu sudah mulai banyak anak dengan usia 2 – 3 tahun yang belum bisa bicara kini mendapatkan layanan yang tepat.

    Banyak hal yang dapat menyebabkan anak terlambat bicara seperti:

    • Mengalami hambatan pendengaran

    Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

    • Anak terlalu sering melihat handphone atau televisi (penonton pasif)

    Dari beberapa kasus yang saya temui, ini menjadi penyebab yang paling banyak membuat anak menjadi terlambat bicara. Anak asik menikmati gambar dan mendengarkan suaranya saja. ditambah lagi dengan kurangnya bimbingan/ arahan orang tua saat menonton televisi atau memainkan handphone. Bukan berarti anak jangan nonton tv lho ya bun, menonton tv atau bermain handphone termasuk hiburan dan pembelajaran juga untuk anak, tetapi tetap harus didampingi orang tua seperti diberikan instruksi menirukan suara yang ada di tv dan membahas gambar yang muncul di tv. Harus diingat juga bunda, menonton tv dan main handphone jangan terlalu lama. Berinteraksi dan bermain dengan bunda.

    • Kurangnya stimulus dari lingkungan

    Pada anak usia dibawah 5 tahun adalah masa keemasan anak. Dimana anak akan cepat menyerap dan menerima pembelajaran. Maka dari itu orang tua harus memberikan stimulasi kepada anak dengan kegiatan yang sesuai dengan usianya dari mulai kemampuan motorik, bicara, indra ataupun kognitif.

    • Faktor keturunan

    Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

    • Dimanjakan yang berlebihan

    Dalam hal ini biasanya anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus mengutarakan dan menyampaikannya kepada orang lain. Dengan itu anak akan menjadi malas bicara dan pastinya lebih manja. Ingat bunda, kita harus MENGASIHI anak dengan memberikan apa yang mereka butuhkan bukan MENGASIHANINYA dengan melayani dan memverikan apa yang dia mau.

    Cara menangani anak terlambat bicara

    Batas toleran anak belum dapat bicara satu katapun yaitu 18 bulan. Jika pada umur itu anak belum mengoceh ataupun babbling, maka segeralah bawa ke dokter. 

    Untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan penyebab adanya gangguan pendengaran, maka konsultasikan terlebih dahulu pada dokter dan jika perlu, pakaikanlah alat bantu mendengar agar anak dapat berinterasi. Anak dengan gangguan pendengaran pasti memiliki gangguan bicara juga. Maka dari itu, jika anak sudah memakai alat bantu dengar, berikan layanan speech therapy untuk anak agar anak dapat berbicara dengan jelas.

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk manangani anak dengan terlambat bicara. Penanganan sedini mungkin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan perkembangan anak kedepannya. Sebelum pergi ke dokter untuk konsultasi, maka ada baiknya bunda coba berikan stimulus terlebih dahulu pada anak untuk merangsang kemampuan bicaranya yaitu dengan cara memberikan pijatan/ massage oromotor.

    Berikut saya bagikan tutorial massage

    Siapkan baby oil ya bunda, supaya licin nanti pas massage. Kondisikan anak berbaring. Kalau anaknya banyak gerak, boleh posisi bunda di belakang anak. Ciptakan suasana yang nyaman. Bila perlu supaya anak anteng, kasih mainan dulu biar dia gak sadar lagi di massage *trikjituaku.

    Oke kita mulai tutorialnya. 

    *pijat bersamaan tangan kanan dan kiri ya bun

    1. Pijat pipi anak memutar ke arah atas 5-7 kali. 
    2. Tarik bagian bawah hidung ke arah bawah tulang pipi sampai bawah telinga 3-5 kali. 
    3. Tarik bagian atas bibir ke arah samping bawah. Tarik bagian bawah bibir bawah ke arah pipi 3-5 kali. 
    4. Pijat/ tekan titik warna putih, merah, biru, kuning dan hitam selama 3 kali putaran bersamaan kanan dan kiri (warna yang sama). 
    5. Pijat memutar dengan jari telunjuk mulai dari kanan titik warna putih, merah, biru, dan seterusnya sampai ketemu titik putih lagi. lakukan 3 kali putaran. 
    6. Pijat memutar bagian pangkal rahang atas/ bawah telinga dan bagian pelipis 3 kali (bagian yang bergerak saat membuka mulut). Yang bagian bawahnya bukan pipi ya bun. tapi bawah telinga. 
    7. Pijat/ tekan bagian titik dari mulai bawah telinga, sampai ke bawah dagu bersamaan kanan dan kiri 3 kali. 

    Tutorial oromotor

    Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Alat yang dipakai untuk oromotor adalah toothbrush.

    Jenis toothbrush:

    1. Silicone finger toothbrush

    Kalau saya pribadi lebih nyaman pake ini buat pijat anak. Soalnya tekanannya bisa kita rasakan langsung jadi bisa kita kontrol tekanannya. Cuman susahnya sih pas pijat bagian lidah dan langit-langit, kadang suka kena gigit anak ūüėā.

    2. Training toothbrush set

    Nah kalau pakai yang ini, enaknya kita bisa lebih leluasa menjangkau bagian dalam mulut anak tanpa takut kena gigit. Cuman gak enaknya saya suka takut pijatnya kekencengan.

    Training Toothbrush Set dapat digunakan untuk semua tahap pertumbuhan gigi. Tahap 1 (pegangan putih) memiliki pelindung keamanan untuk latihan menggunakan sikat gigi di dalam mulut. Tahap 2 (pegangan hijau) memiliki bulu sikat yang lembut untuk gusi bayi. Terakhir adalah Tahap 3 (pegangan kuning) sesudah semua gigi susu tumbuh. Ujung bulu sikatnya yang bulat lembut dan halus terhadap gusi bayi.

    Cara oromotor menggunakan toothbrush:

    1. Tekan bagian bibir atas 3-5 detik kemudian bibir bawah 3-5 detik 3 kali bergantian (posisi telunjuk memanjang/menyamping).
    2. Pijat bagian pipi dalam sampai menggelembung. Pijatlah hingga pipi anak tidak terasa kaku. Lakukan dari pipi kanan – pipi kiri bergantian 3 kali.
    3. Pijat memutar bagian gusi dari atas, masuk ke gusi ujung atas, gusi bawah kanan – kiri sampai kembali bertemu ke titik awal pijat. Lakukan 3 kali putaran.
    4. Pijat bagian langit-langit dari arah depan (dekat gigi) sampai bagian tengah langit-langit (3 titik) 3 kali.
    5. Pijat bagian lidah, dan sikat lidah ke arah depan.

    Dengan sering melakukan massage wajah dan otomotor kepada anak, apalagi anak dengan keterlambatan bicara, akan membantu melemaskan otot wajah yang kaku, dapat meningkatkan keterampilan makan/ mengunyah, menambah nafsu makan, dan yang pasti meningkatkan perkembangan bicara anak.

    Massage dan oromotor ini bermanfaat bukan hanya untuk anak yang terlambat bicara aja ya bun. Untuk bayi diatas 6 bulan juga bisa agar merangsang kemampuan bicaranya, agar lahap makan, melatih anak untuk mengunyah juga mengurangi intensitas “ences” anak saat anak akan tumbuh gigi. Saya juga suka praktekin massage dan oromotor ini untuk anak saya dan alhamdulillah sekarang berisik mulu ngoceh ngoceh ūüėÄ. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba bunda.

    0

    Mengatasi Phobia Sekolah pada Anak

    Phobia sekolah adalah kecemasan atau ketidaknyamanan berada di sekolah.  Hal ini sering terjadi pada anak balita dan anak yang akan mulai masuk sekolah TK, SD ataupun SMP. kecemasan yang mereka rasakan membuat mereka enggan untuk pergi ke sekolah mereka akan melakukan trik atau alasan agar mereka tidak sekolah seperti menangis atau berpura-pura sakit agar orang tua bisa meng’iya’kan kemauannya untuk tidak sekolah. Keesokan harinya merekapun akan melakukan trik itu lagi karena dengan cara itu mereka berhasil untuk tidak pergi kesekolah lagi seperti hari-hari sebelumnya.

    Ada beberapa penyebab phobia sekolah contohnya:

    • Pengalaman olok-olok teman
    • Pengalaman dimarahin guru
    • Tidak percaya diri
    • Tidak ingin pisah dengan orang tua/ibu
    • Tidak merasa nyaman dengan lingkungan
    • Malas belajar
    • Lingkungan baru
    • Anak sulit sosialisasi dan adaptasi

    Adapun jenis phobia sekolah yaitu:

    1. Phobia jangka waktu pendekPhobia sementara hanya berlangsung pada awal sekolah selama 3 – 2 mingguan. Biasanya phobia ini terjadi pada anak usia balita (tidak mau berpisah dengan ibu) atau pada anak yang mulai masuk sekolah baru (adaptasi lingkungan dan orang baru).
    2. Phobia jangka waktu panjangPhobia jangka waktu lama biasanya berlangsung bertahun-tahun bahkan selama anak bersekolah disekolah itu. Hal ini terjadi karena pada awal sekolah (pada awal terjadi phobia) tidak ditangani dengan baik sehingga anak merasa terpola mengatur semua semaunya/atas kehendaknya. Sekolah dengan ditemani mama atau menolak sekolah jika ada kegiatan yang tidak disukainya. Jika ini sudah terjadi, anak merasa hal ini wajar dan anak tidak akan mendengarkan nasihat dari orang lain karena yang ia butuhkan hanya berada disamping ibunya setiap ia mau termasuk saat sekolah.

    Keterikatan anak dengan ibu yang berlebihan dapat membuat pola perilaku anak yang ketergantungan dengan ibunya. Selain itu, anak yang tidak biasa belajar dirumahpun menjadi salah satu penyebab phobia sekolah. Anak tidak merasa nyaman disekolah karena disekolah ia harus belajar dan berpikir. Sedangkan dirumah, ia bisa main dan apapun yang ia mau bisa didapatkan. Persepsi anak yang mengalami phobia sekolah itu perlu kita luruskan. Anak harus mengerti pentingnya sekolah, serunya bermain dengan teman-teman di sekolah, belajar dengan nyaman dan menyenangkan dan menghapus persepsi beruk anak terhadap sekolahan beserta orang-orang di lingkungannya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega saat anaknya menangis dan menolak sekolah. Hal ini wajar saja, namun demi kebaikan dan kelancaran belajar anak, ibu harus belajar mencoba dan mempercayakan semua pada guru. Kepercayaan penuh terhadap guru akan membuat guru merasa dihargai dan berusaha lebih giat untuk memberikan layanan yang terbaik.
    Ajaklah anak berdiskusi tentang hal apa saja yang membuat ia enggan pergi ke sekolah. Jika alasannya karena ketidak nyamanan dengan teman, guru atau lingkungannya, maka mintalah bantuan guru kelas untuk bersama-sama mengatasi masalah ini.
    Phobia sekolah ini seperti hal sepele yang mungkin orang lain akan beranggapan bahwa  semua anak sama, akan mengalami phobia sementara. Namun beda halnya jika phobia yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan benar. Phobia sekolah akan berkelanjutan sampai anak besar dan pastinya akan membuat orang tua kebingungan.

    Cara mengatasi phobia sekolah yaitu dengan menghadapi sekolah itu sendiri dan menekankan pentingnya sekolah. Apapun alasan yang dilakukan anak (manipulasi dengan menangis atau sakit), anak harus tetap berangkat kesekolah. Anak harus mengalami sendiri beberapa pengalaman disekolah dan merasakan serunya sekolah, amannya sekolah, senangnya bermain debgan teman teman dan hal positif lainnya jika sekolah. Dengan merasakan sendiri, pelan pelan persepsi buruk terhadap sekolah akan terhapuskan dan anak akan kembali percaya diri di sekolah. Jika anak dibiarkan tidak ingin sekolah atau sekolah dengan terus didampingi ibu, anak akan sulit mandiri dan phobia akan berkelanjutan.

    Rangkulah anak oleh seluruh anggota keluarga, perbaiki kedekatan anak dengan anggota keluarga, agar anak tidak selalu dengan dengan ibunya.

    Bila perlu, konsultasikan masalah phobia sekolah dengan psikolog agar orang tua tau penyebab dan cara yang tepat untuk mengatasinya. Jangan takut untuk berkonsultasi ke psikolog karena beranggapan  bahwa anak anda baik baik saja, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang praktik psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Siapa saja yang merasa mengalami ketidak wajaran tingkah laku atau kecemasan berlebihan terhadap sesuatu, bisa berkonsultasi ke psikolog.
    Tetaplah berpikir positif dan tegas terhadap anak yang mengalami phobia. Phobia sekolah harus ditangani sedini mungkin maksimal sampai anak kelas 3 SD. Jika lebih dari itu, akan sulit merubah persepsi dari anak yang memiliki ketakutan akan sekolah.

    0

    Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak

    Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. juga ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
    Persiapan yang dibutuhkan:

    • Diapers (untuk tahapan pertama)
    • Trainingpant (supaya saat terjadi kebocoran tidak jatuh ke lantai)
    • Kursi untuk duduk anak (posisikan dekat pintu kamar mandi)
    • Lap pel
    • Minyak telon (biar gak masuk angin)
    • Timer

    Tahapan pertama:

    Anak masih menggunakan diapers ya bunda. 

    • Beri waktu satu jam setelah anak mandi, ajak anak ke kamar mandi (posisi pipis), tunggu sekitar 2-3 menit sampai anak benar-benar pipis. Jika anak tidak pipis, pakaikan kembali diapers dan tambahkan waktu 5-10 menit, ajak lagi anak ke kamar mandi sambil perkenalkan “ini namanya pipis, dede mau pipis/ dede sedang pipis”. 
    • Jika anak berhasil pipis di kamar mandi, berikan reward dan lihat reaksi anak.
    • Setelah tau berapa menit jarak anak pipis, lakukan pada jam berikutnya.

    Tahapan kedua:

    Pada tahapan ini, anak sudah mulai pakai trainingpant ya bun. Trainingpant ini bisa menampung air kencing 1x agak tidak jatuh ke lantai dan anak akan merasa risih karena merasakan basah.

    • Seperti tahapan pertama, ajak anak ke kamar mandi 1 – 1,5 jam sekali untuk pipis.
    • Jika anak banyak minum, kurangi beberapa menit jarak pipisnya karena akan lebih sering pipis.
    • 5 menit sebelum jadwal ke kamar mandi, posisikan anak duduk di kursi dekat kamar mandi. Setelah waktunya, barulah ajak anak ke kamar mandi untuk pipis. 
    • Berikan penjelasan tentang kegiatan “pipis”.
    • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

    Tahapan ketiga:

    Sama seperti tahapan yang kedua.

    • Posisikan anak duduk dikursi 5 menit sebelum jadwal pipis dan tunggu sampai anak masuk sendiri ke kamar mandi. Jika masih belum merespon sendiri pada saat waktunya pipis, ajaklah kembali ke kamar mandi (dibantu).
    • Berikan penjelasan kegiatan “pipis”
    • Lakukan pada jam berikutnya. Jika terjadi kebocoran, ajari anak untuk pelepas celananya sendiri dan pakaikan kembali trainingpant yang lainnya.

    Selama tahapan 1-3, untuk malam hari masih menggunakan diapers ya bun, atau kalau tidak, boleh menggunakan alas agar pipis anak tidak kena sprai.

    Biasakan pipis sebelum tidur.

    Ketika bepergian, disarankan pakai diapers dulu. Ajaklah anak pipis saat akan berangkat dan sampai di tempat tujuan.

    Nah, kalau untuk BAB caranya hampir sama bunda. Bedanya hanya pada jarak waktunya saja. Pada umumnya jadwal BAB akan selalu/ hampir sama pada setiap harinya kecuali ada gangguan pencernaan. Maka kita akan lebih mudah mengajarinya. Jika sudah mendekati waktunya anak BAB, ajaklah ke kamar mandi dan posisikan anak untuk BAB. Tunggu kurang lebih 5-7 menit sambil beri penjelasanengenai BAB. Ciptakan suasana yang menyenangkan agat anak tidak bosan. Setelah anak berhasil BAB di closet, berikan reward yang menyenangkan ya bun. Jika belum bisa, kembali keluar dan tambahkan beberapa menit baru ajak kembali ke kamar mandi.

    Toilet training ini membutuhkan banyak kesabaran lho bunda. Bukan hanya anak saja yang mengalami penyesuaian. Bunda juga pastinya butuh penyesuaian mesti bolak balik kamar mandi padahal biasanya santai-santai saja karena anak pakai diapers ūüėÖ (betul apa betul bunda). Sabar ya bunda, namanya juga anak lagi belajar. Biasanya toilet training ini goal dalam 1 sampai 8 minggu, tergantung kemampuan anak mengerti konsepnya (untuk anak normal). Berbeda dengan anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan membutuhkan waktu lumayan lama.

    Kerjasama semua pihak yang ikut mengurusi anak juga penting bun. Komunikasikan program toilet training ini dengan pengasuh, nenek-kakek dan suami. Oia bunda, bila perlu berikan minyak telon agar anak tidak masuk angin karena kena air terus (masih penyesuaian). Siapkan sabar juga yang banyak ya bun ūüėĄ. 

    Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

    0

    TERAPI OKUPASI

    image

    Jenis-jenis terapi okupasi, pada umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan:

    1. Obyek Terapi Okupasi

    (a).  Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll.
    (b) Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.

    2. Tujuan Terapi Okupasi

    (a) Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
    (b) Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri & memupuk semangat kerja

    3. Bentuk Kegiatan Aktivitas (Okupasi)

    (a) ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
    (b) Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.

    4. Anggota Terapi Okupasi

    (a) Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
    (b) Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan

    Menurut Creek (2003) okupasi terapi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut dengan occupational performance yaitu, activity of daily living (perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan waktu luang).

    Bagaimanapun setiap individu yang hidup memerlukan ketiga komponen tersebut. Individu-individu tersebut perlu melakukan perawatan diri seperti aktivitas makan, mandi, berpakaian, berhias, dan sebagainya tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Individu juga perlu bekerja untuk bisa mempertahankan hidup dan mendapat kepuasan atau makna dalam hidupnya.

    Selain itu, penting juga dalam kegiatan refresing, penyaluran hobi, dan pemanfaatan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat disela-sela kepenatan bekerja. Semua itu terangkum dalam terapi okupasi yang bertujuan mengembalikan fungsi individu agar menemukan kembali makna atau arti hidup meski telah mengalami gangguan fisik atau mental.

    Lebih lanjut, Jenis terapi okupasi menurut Rogers & Holm (2004) dan Creek (2003) yaitu:

    (1) Aktivitas Sehari-hari

    Aktivitas sehari-hari atau yang dikenal sebagaiActivity of Daily Living adalah aktivitas yang ditujukan untuk merawat diri yang juga disebut Basic Activities of Daily Living atau Personal Activities of Daily Living terdiri dari: kebutuhan dasar fisik (makan, cara makan,kemampuan berpindah, merawat benda pribadi, tidur, buang air besar, mandi, dan menjaga kebersihan pribadi) dan fungsi kelangsungan hidup (memasak, berpakaian, berbelanja, dan menjaga lingkungan hidup seseorang agar tetap sehat).

    (2) Pekerjaan

    Kerja adalah kegiatan produktif, baik dibayar atau tidak dibayar. Pekerjaan di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya biasanya menjadi bagian penting dari identitas pribadi dan peran sosial, memberinya posisinya dalam masyarakat, dan rasa nilai sendiri sebagai anggotayang ikut berperan.

    Pekerjaan yang berbeda diberi nilai-nilai sosial yang berbeda padamasyarakat. Termasuk aktivitas yang diperlukan untuk dilibatkan pada pekerjaan yangmenguntungkan/ menghasilkan atau aktivitas sukarela seperti minat pekerjaan, mencari pekerjaan dan kemahiran, tampilan pekerjaan, persiapan pengunduran dan penyesuaian,partisipasi sukarela, relawan sukarela.

    Pekerjaan secara individu memiliki banyak fungsi yaitu pekerjaan memberikan orang peran utama dalam masyarakat dan posisi sosial, pekerjaan sebagai sarana dari mata pencaharian, memberikan struktur untuk pembagian waktu untuk kegiatan lain yangdapat direncanakan, dapat memberikan rasa tujuan hidup dan nilai hidup, dapat menjadi bagian penting dari identitas pribadi seseorang dan sumber harga diri, dapat menjadi forum untuk bertemu orang-orang dan membangun hubungan, dan dapat menjadi suatu kepentingan dan sumber kepuasan.

    (3) Waktu Luang

    Aktivitas mengisi waktu luang adalah aktivitas yang dilakukan pada waktu luang yang bermotivasi dan memberikan kegembiraan, hiburan, serta mengalihkan perhatian pasien.Aktivitas tidak wajib yang pada hakekatnya kebebasan beraktivitas. Adapun jenis-jenis aktivitas waktu luang seperti menjelajah waktu luang (mengidentifikasi minat, keterampilan, kesempatan,dan aktivitas waktu luang yang sesuai) dan partisipasi waktu luang (merencanakan dan berpatisipasi dalam aktivitas waktu luang yang sesuai, mengatur keseimbangan waktu luang dengan kegiatan yang lainnya, dan memperoleh, memakai, dan mengatur peralatan dan barang yang sesuai).