0

CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA

Halo assalamualaikum
Sudah lama rasanya saya tidak memposting artikel disini. Kebetulan 4 bulan yang lalu saya telah melahirkan anak pertama saya tepatnya pada tanggal 8 April 2016 yang diberi nama Elnino Putra Sunarya.

image

Ini Nino sama ayahnya waktu umur 1 bulan

Terlalu keasikan mengurusi sang bayi jadi belum sempat menulis lagi. Sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan memiliki buah hati yang sangat lucu. Biasanya saya hanya bermain bersama murid-murid saya dan sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan bermain dengan putra saya sendiri. Memang benar sangat terasa perubahan yang berbeda di hidup saya setelah adanya pangeran kecil ini. Setiap hari kita lalui bersama karena kebetulan baru satu minggu saya cuti kerja saya langsung lahiran dan saya memiliki banyak waktu untuk mengurusi pangeran kecil ini. Sibuk memang dan sayapun merasakan kelelahan karena mengurusi bayi sendiri namun semua itu saya nikmati dan saya syukuri karena dengan itu saya bisa membangun chemistry yang erat dengan pangeran kecil ini.

Haduh, malah jadi curhat gini ya ūüėÄ
Maaf maaf, baiklah dikesempatan kali ini saya akan membahas mengenai CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA. Sedikit nyambung kan dengan cerita saya di atas hehehe.

Menjalin kedekatan dengan anak merupakan hal yang mesti diupayakan oleh orangtua. Namun, tak banyak orangtua yang paham bagaimana cara membangun kedekatan dengan anak sesuai usia mereka.

Anda mungkin pernah mendengar istilah bonding. Bonding adalah suatu keterikatan antara orangtua dan anak. Dalam ilmu psikologi, bonding kerap diartikan dengan keterikatan pada beberapa hari hingga beberapa minggu setelah kelahiran anak. Para ahli psikolog lebih suka menyebut proses pembentukan kedekatan tersebut dengan istilah attachment.

Tiga tahun pertama
Seorang ahli psikologi, John Bowlbymengembangkan suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa tiga tahun pertama hidup seorang anak adalah waktu paling baik untuk pengembangan kedekatan antara orangtua-anak. Studi Bowlby kemudian dikembangkan oleh koleganya, Mary Ainsworth yang kemudian mengklasifikasikan bentuk-bentukattachment tersebut. Dari studi Ainsworth, kita mengetahui bahwa sebagian besar anak sebetulnya mengalami perasaan aman terhadap orang tuanya (secure attachment). Sementara ada sebagian kecil yang mengembangkan perasaan tidak aman (insecure).

Secure vs insecure
Studi attachment kemudian membuktikan bahwa anak  yangsecure cenderung berkembang lebih sehat dibandingkan anak insecure.Shaffer (2005) mengumpulkan berbagai penelitian yang membandingkan antara anak keduanya.

Anak yang secure terbukti memiliki karakteristik sebagai berikut:

Mampu memecahkan masalah dengan lebih baik
Lebih kreatif
Menunjukkan lebih banyak emosi positif
Lebih bisa bergaul karena lebih sensitif kepada teman-temannya
Lebih banyak inisiatif dan lebih mampu menjadi pemimpin
Lebih semangat belajar sehingga cenderung lebih berprestasi
Dan masih banyak kelebihan positif lain.

Sementara anak insecure cenderung menunjukkan karakteristik:

Lebih banyak menunjukkan kemarahan dan agresivitas
Sulit diatur
Mengalami gangguan psikologis
Dan beberapa kekurangan lain.

Tidak berhenti di masa kanak-kanak, ketika dewasa, individu secure pun berbeda dari invidu yang insecure.  Menurut  Miller (2012), mereka yangsecure cenderung lebih menghargai dan lebih bersahabat dengan pasangannya.  Sementara mereka yang insecure cenderung terus mencurigai pasangannya, lebih posesif, pemarah dan penuntut terhadap pasangannya sehingga cenderung bermasalah dengan pasangannya. Individu insecure lebih banyak terlibat dalam pertengkaran dengan orang lain di sekitarnya, bahkan banyak diantara mereka yang melakukan tindak kriminal.

Manfaat bagi orangtua
Bagaimana dengan orangtua yang berusaha menjalin attachment dengan anaknya? Ternyata mereka cenderung mengalami perkembangan individu yang lebih positif pula seperti berkurangnya egoisme, lebih bertanggung jawab, bahkan secara umum lebih bahagia. Artinya menjalin attachment tidak hanya menguntungkan buat perkembangan anak, namun juga menguntungkan untuk perkembangan orang tuanya.

Dua kata kunci
Ainsworth menekankan 2 kata kunci untuk meningkatkan kualitas attachment; sensitif dan responsif. Sensitif artinya orangtua betul-betul memahami apa yang sungguh dibutuhkan (bukan sekadar diinginkan) oleh anak. Contoh, orangtua perlu segera paham apa arti tangisan anak, apakah ia lapar, mengantuk, lelah atau karena lainnya. Responsif artinya segera mungkin memenuhi kebutuhan anak. Contoh ketika anak terjatuh, orangtua langsung menghentikan kegiatannya

Attachment yang secure buat anak-anak

Bagaimana menciptakan bentuk attachment yang secure untuk anak-anak. Ide-ide di bawah ini bisa dicoba :

0-6 bulan Menyusui bayi bukan hanya memberikan ASI tetapi membentuk attachment dengan cara pelukan, tatapan yang hangat dan diajak ngobrol.

6-12 bulan Terkandang menggendong dan memeluk perlu dilakukan pada anak namun kita juga harus memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi dunianya sendiri.

Batita Pastikan anak memiliki rutinitas harian misalnya makan, bermain dan tidur. Adanya keteraturan membuat anak merasa lebih aman karena ia bisa memprediksi apa saja yang harus ia lakukan.

Balita Ajak anak bermain apa yang digemari dan ajak pula ia mengobrol suatu topik dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami. Pada beberapa anak di usia ini akan banyak melakukan kenakalan-kenakalan yang akan menguji kesabaran kita sebagai orang tua. Disini kita di tuntut untuk tegas kepada mereka. Bukan berarti harus marah dan menyalahkan semua kenakalan mereka. Namun tetap mengarahkan dan mengingatkan agar mereka tidak bersikap seperti itu lagi. Kita tidak usah terlalu khawatir dengan kenakalan tersebut karena itu semua termasuk fase yang akan dialami setiap anak.

Anak usia sekolah Ketika anak mulai disibukkan oleh rutinitas sekolah, berikan dukungan dengan menemani ia belajar. Ketika anak mendapat nilai buruk jangan langsung dimarahi, namun bantulah ia mengatasi permasalahannya. Dukungan dan perhatian kita sangat berarti bagi mereka. Jika anda sibuk, luangkanlah waktu sebentar walau hanya untuk menemaninya mengerjakan PR.

Bagi Ayah:

Setiap orang tua perlu menyadari seberapa dekat dirinya dengan sang buah hati, termasuk ayah. Sebagai orang tua, kita perlu berupaya untuk merespon kebutuhan emosional anak, sehingga anak pada akhirnya merasa dimengerti dan dihargai. Setiap anak memiliki kebutuhan akan afeksi dan perhatian yang berbeda, tergantung kepribadian dan tempramennya.
Bonding atau keterikatan tidak hanya terjadi pada Ibu dan bayi saja. Saat ini ayah juga bisa memiliki dan menciptakan keterikatan yang erat dengan si kecil. Beberapa dari para ayah mungkin akan bertanya mengenai apa yang dapat ayah lakukan untuk menciptakan bonding dengan si kecil?
Beberapa kegiatan berikut dapat ayah coba untuk menciptakan bonding dengan si kecil:

Mengusap perut Ibu dan mulai mengajak bicara si kecil 
Sejak si kecil masih dalam kandungan, ayah sudah dapat memulai melakukan bonding dengan si kecil dengan cara mengusap perut Ibu dan mengajak si kecil berbicara. Cara ini di yakini akan membuat si kecil merasa aman, nyaman, terlindungi, dan si kecil akan merasa disayangi. Memberikan komunikasi yang intensif dengan mengajak bicara si kecil sejak masih didalam kandungan juga diyakini akan menciptakan dan membangun bonding yang kuat antara ayah dan si kecil.

Menghadiri kelahiran si kecil 
Usahakan untuk ayah menghadiri kelahiran si kecil, selain kehadiran ayah akan memberikan semangat untuk Ibu, kehadiran ayah di saat si kecil dilahirkan akan membuat si kecil melihat untuk pertama kalinya siapa ayah dan ibunya. Apabila keadaan memungkinkan dan dokter mengizinkan, ayah dapat memotong tali pusat si kecil setelah dilahirkan. Hal ini dapat menciptakan ikatan batin antara ayah dan si kecil.

Ikut serta dalam membesarkan si kecil 
Ayah juga harus ikut serta dalam membesarkan si kecil, ayah harus memberanikan diri untuk menggendong si kecil, memandikan si kecil, menggantikan popok, memakaikan baju, ikut menyuapi si kecil, menemani Ibu saat si kecil diajak kedokter untuk imunisasi atau pemeriksaan rutin, membacakan dongeng sebelum si kecil tidur.

Mengajak si kecil bermain 
Bermain dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan dan juga dapat menjadi cara untuk ayah menunjukan kecintaan dan menjalin kedekatan dengan si kecil.

Semakin banyak dan semakin sering ayah melakukan kegiatan bersama si kecil, maka akan semakin memperat ikatan antara ayah dengan si kecil.
Jangan biarkan anak kita merasa lebih nyaman berada dengan orang lain dibandingkan bersama orang tuanya sendiri. Sesibuk apapun, luangkanlah waktu untuk mereka. Kebutuhan mereka bukan sekedar materi namun perhatian dan waktu luang dari orang tua. Buatlah mereka merasa bangga dan bahagia menjadi anak anda.

0

PRIVATE home visit (Bandung)

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Disleksia, Disgrafia, Diskalkulia, Speech delay, Hyperactif)
*Terapi perilaku (Metode ABA)
*Terapi wicara
*Terapi okupasi
Terapis adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya dan lulusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas swasta bandung.
Awal terapi akan dilakukan asesmen terlebih dahulu pada anak agar dapat terlihat sejauhmana kemampuan dan kabutuhannya dalam pembelajaran. Laporan hasil belajar di lakukan setiap selesai terapi dan gratis konsultasi. Rapotan/ evaluasi diadakan 3 bulan sekali.
Terapi dilakukan di rumah klien selama satu jam.
More info: Wulan (082115457261, pin 5C954A7D)

0

Cuplikan Kisah Seputar Pengasuhan Anak

image

Shiddiq (5) anak ketiga kami, memang anak
yang berkarakter keras dan belum memiliki kecerdasan emosi dalam menghadapi masalah jika dibandingkan dengan kakak dan adiknya. Bentuk frustasinya sering sekali menguji konsistensi dan kesabaran kami sebagai orang tua. Suatu hari, Shiddiq sedang memiliki keinginan terhadap saya. Namun saat itu saya pun bersih keras berjanji baru akan membantunya jika ia sudah meminta maaf dan menyelesaikan masalah sebelumnya dengan Shafiyah. Rupanya tawar menawar itu membuat Shiddiq sangat marah. Ia mengancam akan memanjat jendela seperti pencuri jika saya tidak memenuhi keinginannya. Tentu saya mengerti ini adalah bentuknya untuk mencari perhatian. Saya pun mengabaikannya.

Merasa gagal ia semakin beraksi. Ia keluar membawa kursi, berteriak meminta adiknya membuka jendela kamar dari dalam. Kami pun terus mengabaikannya. Ia terus berteriak mengancam, lalu ia tingkatkan kehebohannya dalam mencari perhatian. Ia ambil perkakas di garasi sambil mengancam akan memecahkan jendela. Sementara kami pun terus mengabaikannya sambil saya berdoa agar Allah senantiasa melindunginya dari segala mara bahaya. Dia pun terus mencari perhatian “Ummi come here, i have surprise!” Saat Shafiyah (7) terpancing untuk melihat, ia pun tertawa sambil menunjukkan perkakas yang ia siapkan untuk memecahkan kaca. Betul saja bahwa ia hanya sedang mencari sensasi dan perhatian. Saya pun melarang semua anak merespon Shiddiq saat itu. Lalu saya berteriak dari balik kamar “Shiddiq, ummi sayang sama Shiddiq tapi ummi tidak suka cara Shiddiq minta perhatian ummi. Tidak akan ada orang di rumah ini yang berhasil meminta sesuatu dengan cara mengancam, ummi tau kamu sedang cari perhatian, kalo minta perhatian dengan cara ini, ummi akan abaikan, kalo Shiddiq mau diperhatikan ummi, lebih baik masuk ayo kita bikin Pizza bersama”. Merasa tidak berhasil menghabiskan waktu bermenit-menit diluar, ia pun menyerah masuk kedalam. Akhirnya ia pun meminta maaf atas perlakuan buruknya pada Shafiyah, kemudian saya memeluk dan menasihatinya.

Shiddiq….. Shiddiq…… memang ia anak yang lebih sering rewel saat meminta sesuatu, tapi saya dan ayahnya pun tetap bersikeras tidak akan memenuhinya kecuali ia menenangkan diri dan memperbaiki cara ia meminta. Bahkan ia pernah guling-guling di lorong mesjid karena menangis kecewa, sementara saya dengan muka “badak” terus meminta ia memperbaiki caranya dalam meminta. Tidak semua keinginannya kami kabulkan, sehingga ia sering berhenti setelah marah dalam waktu yang cukup lama karena menyerah, lalu kembali ikut aturan main dalam keluarga.

Ketika kesal menghadapi Shiddiq yang rewel, saya sering mengalihkan lisan saya dengan berdoa, walau dengan suara keras untuk menyalurkan kekesalan saya juga. Sampai suatu hari Ali pernah bilang “Ummi aku mau tantrum aja kayak Shiddiq biar didoain terus sama ummi kayak gini” Saya pun memperbaiki cara saya berdoa, menambahkan doa itu untuk anak-anak lainnya, serta mengucapkan dalam hati agar tidak menjadi seperti “hadiah” dalam berbuat kesalahan.

Saya yakin, saya masih percaya, bahwa Shiddiq melakukan itu bukan karena ia anak yang tidak baik. Ia hanya belum memiliki kesempurnaan pikiran dalam memutuskan sesuatu dengan cara yang bijaksana. Maka selain beristigfar atas segala kesalahan-kesalahan kami sebagai orang tua, juga beristigfar atas segala kesalahan-kesalahan kami sebagai seorang anak, kami terus berusaha menyampaikan nasihat dan ajaran agama dalam sesi homeschooling islamic study setiap harinya. Pernah bahkan saya bertanya pada suami, saat Shiddiq sedang berulah “Pak, insya Allah kita gak lupa berdoa kan saat kita ‘membuat’ Shiddiq?” Insya Allah kata bapak. Saya yakin dan saya percaya, nasihat-nasihat itu insya Allah kelak akan bermanfaat bagi masa depannya, meski saat ini ia masih belum terlalu bijaksana dalam mengambil sikap saat ia menghadapi masalahnya.

@Kiki barkiah

#Cuplikan kisah diatas mengingatkan dan mengajarkan kita bagaimana cara menangani anak dengan segala keinginan dan kekerasan hatinya. Orang tua tidak selalu harus mengiyakan apa yang anak mau. Namun orang tuapun harus tau bagaimana cara mengajarkan kepada anak bahwa tidak semua yang terjadi harus sesuai yang dia inginkan.
Kita harus mendidik mereka dengan cara mengasihinya, bukan dengan mengkasihaninya.

1

Jenis Terapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak terapi yang dapat diberikan untuk anak berkebutuhan khusus terutama untuk anak autis. Semua jenis terapi baik diberikan pada ABK sesuai yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sikap orang tua terhadap anak dirumah. Agar perkembangan anak dapat meningkat dengan baik, maka selain anak di terapi atau di sekolahkan, orang tua dirumahpun menjalankan materi yang telah diterima anak.
Dibawah ini adalah beberapa jenis terapi untuk anak autis dan anak berkebutuhan lainnya.

Applied Behavioral Analysis (ABA) 
ABA adalah jenis terapi yang telah lama dipakai , telah dilakukan penelitian dan didisain khusus untuk anak dengan autisme. Sistem yang dipakai adalah memberi pelatihan khusus pada anak dengan memberikan positive reinforcement (hadiah/pujian). Jenis terapi ini bisa diukur kemajuannya. Saat ini terapi inilah yang paling banyak dipakai di Indonesia.

Terapi Wicara
Gangguan bicara dan bahasa bisa diakibatkan adanya gangguan di pusat bahasa pada otak. Namun, bisa juga diakibatkan oleh gangguan di wilayah perifer atau tepi. Hampir semua anak dengan autisme mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Biasanya hal inilah yang paling menonjol, banyak pula individu autistic yang non-verbal atau kemampuan bicaranya sangat kurang.
Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini terapi wicara dan berbahasa akan sangat menolong.

Terapi Okupasi
Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau pekerjaan tertentu. Hampir semua anak autistik mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang pinsil dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuap makanan kemulutnya, dan lain sebagainya. Dalam hal ini terapi okupasi sangat penting untuk melatih mempergunakan otot -otot halusnya dengan benar. Terapi okupasi juga dapat diberikan pada anak dengan berkebutuhan khusus lainnya untuk melatih motorik halusnya.

Terapi Bermain
Terapi bermain merupakan usaha penyembuhan untuk mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial anak secara optimal. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual dilatih ketika anak menemukan, memeriksa dan menerangkan atau memberi tanda atas rengsangan yang ditemukan saat bermain.

Terapi musik
Para ahli percaya bahwa musik dapat dijadikan wahana untuk kegiatan pendidikan, baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Ruang lingkup terapi musik yaitu: a. menggerakan tubuh sesuai musik, bunyi atau suara, b. mendengarkan bunyi atau suara musik, c. menggunakan alat-alat instrumen atau alat musik, d. membunyikan alat bersama-sama, e. menyanyi dan f. bergerak atau bermain sesuai musik.

Terapi Biomedis
Dengan mengikuti terapi biomedis, orang tua dipadu selangkah demi selangkah membersihkan tubuh anak dari bahan-bahan yang mrngganggu metabolisme dan kerja sistem saraf. Dengan cara ini kemajuan anakpun dapat dimonitor dengan tepat dan penyebab autisme bisa diketahui dengan pasti. Ini memudahkan orang tua memperbaiki cara penanganan yanh salah, dan mengulangi cara penanganan yang bermanfaat.

0

Anak Berkebutuhan Khusus

image

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak autis, cerebral palsy, speech delay, down syndrom, disleksia, dan anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Pada anak autis mereka membutuhkan berbagai terapi individual.

AUTISMA
Adalah anak yang memiliki gangguan perkembangan sejak usia sebelum 3 tahun. Gangguan perkembangan yang terjadi pada anak autis sangat komplek meliputi gangguan komunikasi, sosialisasi dan adanya perilaku tidak normal.

ADHD
Dapat diterjemahkan dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiper-aktivitas atau GPPH. Biasanya anak ADHD ini di ikuti gangguan psikiatri lainnya, seperti gangguan belajar spesifik (disleksia), keterlambatan bicara, diskalkulia, dan gangguan gerakan tubuh.

GIFTED
Anak GIFTED adalah anak denan intelegensi yang super atau genius. Dengan intelegensi yang jauh di atas normal, perilaku meteka terkesan aneh. Mereka tidak merasa nyaman berada di kelas dengan teman sebayanya karena dirinya merasa lebih pandai dari temannya. Pada anak GIFTED ini kita harus dapat melihat bidang apa yang paling menonjol di dalam dirinya dan kemudian dapat dikembangkan dengan bimbingan terapis dan guru yang menguasai di bidangnya.

CEREBRAL PALSY
Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kesulitan untuk mengontrol pergerakan tubuh dan koordinasi otot pada bayi baru lahir. Hal ini dapat terjadi sewaktu bayi lahir atau beberapa saat setelahnya akibat komplikasi dalam kehamilan. CP biasanya dihubungkan dengan kerusakan atau perkembangan yang abnormal pada otak janin. Penyebabnya belum diketahui namun faktor resikonya termasuk kelahiran prematur dan mengalami komplikasi selama persalinan, seperti infeksi ibu atau trauma. Kebanyakan masalah ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, tetapi dapat juga terjadi kapanpun dalam 2 tahun pertama ketika otak bayi masih berkembang.

Jenis gangguan belajar

* Disleksia (Dyslexia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca dan /atau kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.
* Diskalkulia (Dyscalculia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami kesulitanmemecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika.
* Disgrafia (Dysgraphia) adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas darikemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafia sering berjuang denganmenulis bentuk surat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.
*Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders) adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan seringmemiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik tertulis atau auditori (atau keduanya).
* Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal Learning Disabilities) adalahgangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
* Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)) adalahgangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.

Beberapa jenis gangguan perkembangan diatas membutuhkan layanan khusus yang tepat. Pendidikan anak dengan kebutuhan khusus tidak dapat disamakan dengan pendidikan normal, karena kelainannya sangat bervariatif dab usia mereka juga berbeda-beda. Cara penata-laksanaannya sangat jauh berbeda dengan pendidikan normal. Di pendidikan normal seorang guru dapat menangani beberapa anak sekaligus, untuk anak berkebutuhan khusus biasanya terapis mampu menangani seorang anak pada saat yang sama. Bahkan untuk anak autis pada tahapan awal terapi dibutuhkan 2 terapis untuk menjadi partner.

0

Private Anak Berkebutuhan Khusus

PRIVATE home visit (Bandung kota)

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Autism, Cerebral palsy, PDD-Nos, kurang konsentrasi, Speech delay, Hyperactif)
*Terapi perilaku (Metode ABA)
*Terapi wicara
*Terapi okupasi
Terapis adalah seorang yang berpengalaman dibidangnya. Terapi dilakukan di rumah anda selama satu jam.
Awal pembelajaran akan dilakukan asesmen terlebih dahulu kemudian baru akan dibuatkan program pembelajaran individual sesuai kemampuan dan kebutuhan anak. Laporan evaluasi/ rapotan dilakukan per3 bulan.
Gratis konsultasi setelah selesai proses terapi.

More info : Wulan (082115457261, pin 5C954A7D )