0

Mengenal lebih dekat dengan terapi perilaku

Apa itu terapi perilaku?
Terapi perilaku adalah suatu pendekatan atau intervensi kepada seseorang untuk merubah atau menghilangkan perilaku negatif menjadi perilaku yang sewajarnya dan tidak membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lagi. Melalui terapi perilaku, anak akan belajar banyak konsep dan salah satunya adalah konsep sebab akibat. Adapun tujuan terapi perilaku ini adalah supaya terciptanya perilaku baru yang lebih baik dari sebelumnya, anak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri tidak bergantung pasa orang lain dan anak dapat bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

Siapa saja yang harus mendapatkan layanan terapi perilaku?

Terkadang kita merasa aneh dan was was mendengar kata terapi. Tak sedikit juga orang tua yang beranggapan bahwa terapi (khususnya terapi perilaku) adalah penanganan untuk anak dengan gangguan yang serius. Padahal terapi dapat diberikan bukan hanya kepada anak dengan gangguan serius saja. Anak yang suka marah-marah (emosi), anak yang terlalu pasif, anak yang sulit konsentrasi belajar, anak yang sulit di atur bahkan anak yang baru mempunyai adik (cemburu) yang selalu bertingkahpun bisa mendapatkan layanan terapi ini (pembentukan karakter).

Untuk anak yang sudah terlihat memiliki hambatan perkembangan dari segi sosial, bicara dan tingkah lakunya seperti autisme, speech delay, down syndrom, celebral palsy, disleksia dll baiknya segera diberikan layanan ini (sesuai kebutuhan). Biasanya untuk anak speech delay, sebelum mengikuti terapi wicara sebaiknya diberikan layanan terapi perilaku terlebih dahulu (atau berdampingan) karena tidak sedikit anak dengan keterlambatan bicara pasti memiliki hambatan sosial juga yang perlu diarahkan.

Dimana layanan terapi perilaku bisa didapatkan?

Saat ini banyak tempat yang menyediakan layanan terapi perilaku. Seperti di rumah sakit, klinik-klinik, pusat tumbuh kembang anak, ataupun layanan home visit seperti BHB (Bintang Hati Bunda). Namun sayang, setau saya layanan terapi ini belum banyak ditemukan di SLB- SLB Bandung. Hanya beberapa SLB yang menyediakan layanan ini.

Kapan anak harus mendapatkan layanan ini?

Waktu yang tepat untuk penerapan terapi perilaku (untuk ABK) adalah pada saat usia anak dibawah 3 tahun. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan, semakin cepat perkembangan yang akan dirasakan. Ditambah lagi dengan intensitas terapi yang baik dan pengulangan materi dirumah. Pasti anak akan lebih cepat berkembang.

Terapi perilaku sebaiknya diberikan pada awal penanganan pada anak berkebutuhan khusus sebelum dilakukannya terapi lainnya dengan tujuan agar anak lebih paham dan mengerti instruksi dan sudah bisa duduk diam apalagi untuk anak autism dan hyperaktif. Layanan terapi perilaku lebih didahulukan sebelum terapi wicara.

Jika untuk anak dengan gangguan atau hambatan perkembangan lainnya seperti kesulitan mengontrol emosi, sulit konsentrasi juga anak yang tidak bisa diatur/ tidak disiplin maka sebaiknya, setelah dirasakan tingkah lakunya mengganggu aspek perkembangan lainnya maka segeralah diberi tindakan terapi perilaku.

Apa saja yang dilakukan anak selama terapi perilaku?

Selama terapi perilaku, kunci pertama yang diajarkan adalah pembentukan kontak mata dan kepatuhan. Ini berlaku untuk semua anak sesuai kekampuannya. Terlebih untuk anak autis yang memang sulit melakukan kontak mata dan kepatuhan. 

Kontak mata saat dipanggil, kontak mata saag instruksi juga kontak mata saat dipanggil dari jauh. Kepatuhan saat menjalankan instruksi ataupun materi yang diberikanpun butuh pembiasaan. Dari mulai instruksi yang sederhana seperti duduk dan berdiri.

Metode ABA adalah metode yang banyak dipakai untuk penanganan melalui terapi perilaku. Metode ini terukur dan terstruktur dengan baik. Adapun kurikulum didalamnya meliputi:

  1. Kemampuan kontak mata dan kepatuhan
  2. Kemampuan menirukan (gerakan)
  3. Kemampuan bahasa reseptif
  4. Kemampuan bahasa ekspresif
  5. Kemampuan pra akademik
  6. Kemampuan akademik dan
  7. Kemampuan bina diri

Semua materi yang diberikan sudah terstruktur dari mulai kegiatan yang mudah hingga yang sulit dan dapat di ukur karena selalu ada catatan hasil perkembangan setiap harinya, juga evaluasi setiap tiga bulan.

Materi yang didapatkan setiap anak berbeda-beda sesuai kemampuan dan kebutuhan anak yang dilihat dari hasil asesmen pada awal terapi.
Semoga bermanfaat bunda.*

Advertisements