0

CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA

Halo assalamualaikum
Sudah lama rasanya saya tidak memposting artikel disini. Kebetulan 4 bulan yang lalu saya telah melahirkan anak pertama saya tepatnya pada tanggal 8 April 2016 yang diberi nama Elnino Putra Sunarya.

image

Ini Nino sama ayahnya waktu umur 1 bulan

Terlalu keasikan mengurusi sang bayi jadi belum sempat menulis lagi. Sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan memiliki buah hati yang sangat lucu. Biasanya saya hanya bermain bersama murid-murid saya dan sekarang saya dapat merasakan kebahagiaan bermain dengan putra saya sendiri. Memang benar sangat terasa perubahan yang berbeda di hidup saya setelah adanya pangeran kecil ini. Setiap hari kita lalui bersama karena kebetulan baru satu minggu saya cuti kerja saya langsung lahiran dan saya memiliki banyak waktu untuk mengurusi pangeran kecil ini. Sibuk memang dan sayapun merasakan kelelahan karena mengurusi bayi sendiri namun semua itu saya nikmati dan saya syukuri karena dengan itu saya bisa membangun chemistry yang erat dengan pangeran kecil ini.

Haduh, malah jadi curhat gini ya ūüėÄ
Maaf maaf, baiklah dikesempatan kali ini saya akan membahas mengenai CARA MENJALIN CHEMISTRY DENGAN BUAH HATI ANDA. Sedikit nyambung kan dengan cerita saya di atas hehehe.

Menjalin kedekatan dengan anak merupakan hal yang mesti diupayakan oleh orangtua. Namun, tak banyak orangtua yang paham bagaimana cara membangun kedekatan dengan anak sesuai usia mereka.

Anda mungkin pernah mendengar istilah bonding. Bonding adalah suatu keterikatan antara orangtua dan anak. Dalam ilmu psikologi, bonding kerap diartikan dengan keterikatan pada beberapa hari hingga beberapa minggu setelah kelahiran anak. Para ahli psikolog lebih suka menyebut proses pembentukan kedekatan tersebut dengan istilah attachment.

Tiga tahun pertama
Seorang ahli psikologi, John Bowlbymengembangkan suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa tiga tahun pertama hidup seorang anak adalah waktu paling baik untuk pengembangan kedekatan antara orangtua-anak. Studi Bowlby kemudian dikembangkan oleh koleganya, Mary Ainsworth yang kemudian mengklasifikasikan bentuk-bentukattachment tersebut. Dari studi Ainsworth, kita mengetahui bahwa sebagian besar anak sebetulnya mengalami perasaan aman terhadap orang tuanya (secure attachment). Sementara ada sebagian kecil yang mengembangkan perasaan tidak aman (insecure).

Secure vs insecure
Studi attachment kemudian membuktikan bahwa anak  yangsecure cenderung berkembang lebih sehat dibandingkan anak insecure.Shaffer (2005) mengumpulkan berbagai penelitian yang membandingkan antara anak keduanya.

Anak yang secure terbukti memiliki karakteristik sebagai berikut:

Mampu memecahkan masalah dengan lebih baik
Lebih kreatif
Menunjukkan lebih banyak emosi positif
Lebih bisa bergaul karena lebih sensitif kepada teman-temannya
Lebih banyak inisiatif dan lebih mampu menjadi pemimpin
Lebih semangat belajar sehingga cenderung lebih berprestasi
Dan masih banyak kelebihan positif lain.

Sementara anak insecure cenderung menunjukkan karakteristik:

Lebih banyak menunjukkan kemarahan dan agresivitas
Sulit diatur
Mengalami gangguan psikologis
Dan beberapa kekurangan lain.

Tidak berhenti di masa kanak-kanak, ketika dewasa, individu secure pun berbeda dari invidu yang insecure.  Menurut  Miller (2012), mereka yangsecure cenderung lebih menghargai dan lebih bersahabat dengan pasangannya.  Sementara mereka yang insecure cenderung terus mencurigai pasangannya, lebih posesif, pemarah dan penuntut terhadap pasangannya sehingga cenderung bermasalah dengan pasangannya. Individu insecure lebih banyak terlibat dalam pertengkaran dengan orang lain di sekitarnya, bahkan banyak diantara mereka yang melakukan tindak kriminal.

Manfaat bagi orangtua
Bagaimana dengan orangtua yang berusaha menjalin attachment dengan anaknya? Ternyata mereka cenderung mengalami perkembangan individu yang lebih positif pula seperti berkurangnya egoisme, lebih bertanggung jawab, bahkan secara umum lebih bahagia. Artinya menjalin attachment tidak hanya menguntungkan buat perkembangan anak, namun juga menguntungkan untuk perkembangan orang tuanya.

Dua kata kunci
Ainsworth menekankan 2 kata kunci untuk meningkatkan kualitas attachment; sensitif dan responsif. Sensitif artinya orangtua betul-betul memahami apa yang sungguh dibutuhkan (bukan sekadar diinginkan) oleh anak. Contoh, orangtua perlu segera paham apa arti tangisan anak, apakah ia lapar, mengantuk, lelah atau karena lainnya. Responsif artinya segera mungkin memenuhi kebutuhan anak. Contoh ketika anak terjatuh, orangtua langsung menghentikan kegiatannya

Attachment yang secure buat anak-anak

Bagaimana menciptakan bentuk attachment yang secure untuk anak-anak. Ide-ide di bawah ini bisa dicoba :

0-6 bulan Menyusui bayi bukan hanya memberikan ASI tetapi membentuk attachment dengan cara pelukan, tatapan yang hangat dan diajak ngobrol.

6-12 bulan Terkandang menggendong dan memeluk perlu dilakukan pada anak namun kita juga harus memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi dunianya sendiri.

Batita Pastikan anak memiliki rutinitas harian misalnya makan, bermain dan tidur. Adanya keteraturan membuat anak merasa lebih aman karena ia bisa memprediksi apa saja yang harus ia lakukan.

Balita Ajak anak bermain apa yang digemari dan ajak pula ia mengobrol suatu topik dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami. Pada beberapa anak di usia ini akan banyak melakukan kenakalan-kenakalan yang akan menguji kesabaran kita sebagai orang tua. Disini kita di tuntut untuk tegas kepada mereka. Bukan berarti harus marah dan menyalahkan semua kenakalan mereka. Namun tetap mengarahkan dan mengingatkan agar mereka tidak bersikap seperti itu lagi. Kita tidak usah terlalu khawatir dengan kenakalan tersebut karena itu semua termasuk fase yang akan dialami setiap anak.

Anak usia sekolah Ketika anak mulai disibukkan oleh rutinitas sekolah, berikan dukungan dengan menemani ia belajar. Ketika anak mendapat nilai buruk jangan langsung dimarahi, namun bantulah ia mengatasi permasalahannya. Dukungan dan perhatian kita sangat berarti bagi mereka. Jika anda sibuk, luangkanlah waktu sebentar walau hanya untuk menemaninya mengerjakan PR.

Bagi Ayah:

Setiap orang tua perlu menyadari seberapa dekat dirinya dengan sang buah hati, termasuk ayah. Sebagai orang tua, kita perlu berupaya untuk merespon kebutuhan emosional anak, sehingga anak pada akhirnya merasa dimengerti dan dihargai. Setiap anak memiliki kebutuhan akan afeksi dan perhatian yang berbeda, tergantung kepribadian dan tempramennya.
Bonding atau keterikatan tidak hanya terjadi pada Ibu dan bayi saja. Saat ini ayah juga bisa memiliki dan menciptakan keterikatan yang erat dengan si kecil. Beberapa dari para ayah mungkin akan bertanya mengenai apa yang dapat ayah lakukan untuk menciptakan bonding dengan si kecil?
Beberapa kegiatan berikut dapat ayah coba untuk menciptakan bonding dengan si kecil:

Mengusap perut Ibu dan mulai mengajak bicara si kecil 
Sejak si kecil masih dalam kandungan, ayah sudah dapat memulai melakukan bonding dengan si kecil dengan cara mengusap perut Ibu dan mengajak si kecil berbicara. Cara ini di yakini akan membuat si kecil merasa aman, nyaman, terlindungi, dan si kecil akan merasa disayangi. Memberikan komunikasi yang intensif dengan mengajak bicara si kecil sejak masih didalam kandungan juga diyakini akan menciptakan dan membangun bonding yang kuat antara ayah dan si kecil.

Menghadiri kelahiran si kecil 
Usahakan untuk ayah menghadiri kelahiran si kecil, selain kehadiran ayah akan memberikan semangat untuk Ibu, kehadiran ayah di saat si kecil dilahirkan akan membuat si kecil melihat untuk pertama kalinya siapa ayah dan ibunya. Apabila keadaan memungkinkan dan dokter mengizinkan, ayah dapat memotong tali pusat si kecil setelah dilahirkan. Hal ini dapat menciptakan ikatan batin antara ayah dan si kecil.

Ikut serta dalam membesarkan si kecil 
Ayah juga harus ikut serta dalam membesarkan si kecil, ayah harus memberanikan diri untuk menggendong si kecil, memandikan si kecil, menggantikan popok, memakaikan baju, ikut menyuapi si kecil, menemani Ibu saat si kecil diajak kedokter untuk imunisasi atau pemeriksaan rutin, membacakan dongeng sebelum si kecil tidur.

Mengajak si kecil bermain 
Bermain dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan dan juga dapat menjadi cara untuk ayah menunjukan kecintaan dan menjalin kedekatan dengan si kecil.

Semakin banyak dan semakin sering ayah melakukan kegiatan bersama si kecil, maka akan semakin memperat ikatan antara ayah dengan si kecil.
Jangan biarkan anak kita merasa lebih nyaman berada dengan orang lain dibandingkan bersama orang tuanya sendiri. Sesibuk apapun, luangkanlah waktu untuk mereka. Kebutuhan mereka bukan sekedar materi namun perhatian dan waktu luang dari orang tua. Buatlah mereka merasa bangga dan bahagia menjadi anak anda.