0

Tutorial Massage Dan Oromotor Untuk Merangsang Kemampuan Bicara Anak

Kemampuan bicara anak pada umumnya mulai berkembang pada usia 8 bulan. Pada masa ini, orang tua seharusnya sudah mulai menstimulasi kemampuan bicara anak dengan berbagai cara seperti mengajak ngobrol, membacakan cerita, bernyanyi dan bila perlu berikan pijatan halus dan sederhana di area mulut anak agar otot bagian sekitar mulut tidak kaku. Pada dasarnya, perkembangan anak akan berjalan sendiri seiring dengan pertumbuhan umurnya. Namun ada beberapa anak yang memang membutuhkan stimulus dan perhatian lebih untuk dapat berkembang baik. Biasanya orang tua mulai khawatir jika anak usia 2 tahun tetapi belum dapat berbicara atau hanya dapat mengeluarkan satu atau dua kata. Pada zaman sekarang yang serba canggih, kita dapat mencari informasi dengan mudah melalui internet, dan orang tuapun lebih cepat tanggap terhadap hal seperti ini. Maka dari itu sudah mulai banyak anak dengan usia 2 – 3 tahun yang belum bisa bicara kini mendapatkan layanan yang tepat.

Banyak hal yang dapat menyebabkan anak terlambat bicara seperti:

  • Mengalami hambatan pendengaran

Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga.

  • Anak terlalu sering melihat handphone atau televisi (penonton pasif)

Dari beberapa kasus yang saya temui, ini menjadi penyebab yang paling banyak membuat anak menjadi terlambat bicara. Anak asik menikmati gambar dan mendengarkan suaranya saja. ditambah lagi dengan kurangnya bimbingan/ arahan orang tua saat menonton televisi atau memainkan handphone. Bukan berarti anak jangan nonton tv lho ya bun, menonton tv atau bermain handphone termasuk hiburan dan pembelajaran juga untuk anak, tetapi tetap harus didampingi orang tua seperti diberikan instruksi menirukan suara yang ada di tv dan membahas gambar yang muncul di tv. Harus diingat juga bunda, menonton tv dan main handphone jangan terlalu lama. Berinteraksi dan bermain dengan bunda.

  • Kurangnya stimulus dari lingkungan

Pada anak usia dibawah 5 tahun adalah masa keemasan anak. Dimana anak akan cepat menyerap dan menerima pembelajaran. Maka dari itu orang tua harus memberikan stimulasi kepada anak dengan kegiatan yang sesuai dengan usianya dari mulai kemampuan motorik, bicara, indra ataupun kognitif.

  • Faktor keturunan

Keterlambatan bicara juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, tapi biasanya anak yang terlambat bicara ternyata memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.

  • Dimanjakan yang berlebihan

Dalam hal ini biasanya anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus mengutarakan dan menyampaikannya kepada orang lain. Dengan itu anak akan menjadi malas bicara dan pastinya lebih manja. Ingat bunda, kita harus MENGASIHI anak dengan memberikan apa yang mereka butuhkan bukan MENGASIHANINYA dengan melayani dan memverikan apa yang dia mau.

Cara menangani anak terlambat bicara

Batas toleran anak belum dapat bicara satu katapun yaitu 18 bulan. Jika pada umur itu anak belum mengoceh ataupun babbling, maka segeralah bawa ke dokter. 

Untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara dengan penyebab adanya gangguan pendengaran, maka konsultasikan terlebih dahulu pada dokter dan jika perlu, pakaikanlah alat bantu mendengar agar anak dapat berinterasi. Anak dengan gangguan pendengaran pasti memiliki gangguan bicara juga. Maka dari itu, jika anak sudah memakai alat bantu dengar, berikan layanan speech therapy untuk anak agar anak dapat berbicara dengan jelas.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk manangani anak dengan terlambat bicara. Penanganan sedini mungkin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan perkembangan anak kedepannya. Sebelum pergi ke dokter untuk konsultasi, maka ada baiknya bunda coba berikan stimulus terlebih dahulu pada anak untuk merangsang kemampuan bicaranya yaitu dengan cara memberikan pijatan/ massage oromotor.

Berikut saya bagikan tutorial massage

Siapkan baby oil ya bunda, supaya licin nanti pas massage. Kondisikan anak berbaring. Kalau anaknya banyak gerak, boleh posisi bunda di belakang anak. Ciptakan suasana yang nyaman. Bila perlu supaya anak anteng, kasih mainan dulu biar dia gak sadar lagi di massage *trikjituaku.

Oke kita mulai tutorialnya. 

*pijat bersamaan tangan kanan dan kiri ya bun

  1. Pijat pipi anak memutar ke arah atas 5-7 kali. 
  2. Tarik bagian bawah hidung ke arah bawah tulang pipi sampai bawah telinga 3-5 kali. 
  3. Tarik bagian atas bibir ke arah samping bawah. Tarik bagian bawah bibir bawah ke arah pipi 3-5 kali. 
  4. Pijat/ tekan titik warna putih, merah, biru, kuning dan hitam selama 3 kali putaran bersamaan kanan dan kiri (warna yang sama). 
  5. Pijat memutar dengan jari telunjuk mulai dari kanan titik warna putih, merah, biru, dan seterusnya sampai ketemu titik putih lagi. lakukan 3 kali putaran. 
  6. Pijat memutar bagian pangkal rahang atas/ bawah telinga dan bagian pelipis 3 kali (bagian yang bergerak saat membuka mulut). Yang bagian bawahnya bukan pipi ya bun. tapi bawah telinga. 
  7. Pijat/ tekan bagian titik dari mulai bawah telinga, sampai ke bawah dagu bersamaan kanan dan kiri 3 kali. 

Tutorial oromotor

Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya. Alat yang dipakai untuk oromotor adalah toothbrush.

Jenis toothbrush:

1. Silicone finger toothbrush

Kalau saya pribadi lebih nyaman pake ini buat pijat anak. Soalnya tekanannya bisa kita rasakan langsung jadi bisa kita kontrol tekanannya. Cuman susahnya sih pas pijat bagian lidah dan langit-langit, kadang suka kena gigit anak 😂.

2. Training toothbrush set

Nah kalau pakai yang ini, enaknya kita bisa lebih leluasa menjangkau bagian dalam mulut anak tanpa takut kena gigit. Cuman gak enaknya saya suka takut pijatnya kekencengan.

Training Toothbrush Set dapat digunakan untuk semua tahap pertumbuhan gigi. Tahap 1 (pegangan putih) memiliki pelindung keamanan untuk latihan menggunakan sikat gigi di dalam mulut. Tahap 2 (pegangan hijau) memiliki bulu sikat yang lembut untuk gusi bayi. Terakhir adalah Tahap 3 (pegangan kuning) sesudah semua gigi susu tumbuh. Ujung bulu sikatnya yang bulat lembut dan halus terhadap gusi bayi.

Cara oromotor menggunakan toothbrush:

  1. Tekan bagian bibir atas 3-5 detik kemudian bibir bawah 3-5 detik 3 kali bergantian (posisi telunjuk memanjang/menyamping).
  2. Pijat bagian pipi dalam sampai menggelembung. Pijatlah hingga pipi anak tidak terasa kaku. Lakukan dari pipi kanan – pipi kiri bergantian 3 kali.
  3. Pijat memutar bagian gusi dari atas, masuk ke gusi ujung atas, gusi bawah kanan – kiri sampai kembali bertemu ke titik awal pijat. Lakukan 3 kali putaran.
  4. Pijat bagian langit-langit dari arah depan (dekat gigi) sampai bagian tengah langit-langit (3 titik) 3 kali.
  5. Pijat bagian lidah, dan sikat lidah ke arah depan.

Dengan sering melakukan massage wajah dan otomotor kepada anak, apalagi anak dengan keterlambatan bicara, akan membantu melemaskan otot wajah yang kaku, dapat meningkatkan keterampilan makan/ mengunyah, menambah nafsu makan, dan yang pasti meningkatkan perkembangan bicara anak.

Massage dan oromotor ini bermanfaat bukan hanya untuk anak yang terlambat bicara aja ya bun. Untuk bayi diatas 6 bulan juga bisa agar merangsang kemampuan bicaranya, agar lahap makan, melatih anak untuk mengunyah juga mengurangi intensitas “ences” anak saat anak akan tumbuh gigi. Saya juga suka praktekin massage dan oromotor ini untuk anak saya dan alhamdulillah sekarang berisik mulu ngoceh ngoceh 😀. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba bunda.

Advertisements
0

Kapan anak saya bisa bicara ya bu?

image

Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari orang tua murid kepada saya juga kepada terapis lainnya.

Sebenarnya semua tergantung kepada kita. Kita yang dapat mengevaluasi sendiri. Apakah kita sudah melakukan yang terbaik atau kita merasa lelah padahal baru melakukan sedikit usaha. Bisa dilihat juga dari materi atau layanan yang diberikan. Apakah sesuai atau tidak dengan anak anda.
Anak yang dapat berkomunikasi dengan baik adalah dambaan setiap orang tua. Melihat tumbuh kembang anak yang baik adalah kebahagiaan yang tak tertandingi dari apapun. Maka memang wajar jika orang tua sangat berharap anaknya yang belum dapat berbicara dapat segera berbicara.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas banyak orangtua anak autis sangat khawatir dengan perkembangan kemampuan komunikasi anaknya. Karena itu, mereka berusaha untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dengan melatih anak untuk berbicara. Padahal melatih berbicara saja belum tentu tepat, apalagi pada anak autis yang memang nonverbal. Mereka dapat berkomunikasi melalui gerakan tubuh ataupun bahasa isyarat. Tidak sedikit juga anak autis atau anak berkebutuhan khusus lainnya merasa terpaksa dan merasa gagal saat mereka diharuskan belajar berkomunikasi verbal. Terkadang kegagalan ini menjadi salah satu penyebab tantrum pada anak autis dan abk lainnya.

Kemampuan dalam berbahasa dapat dilihat dari sejauhmana seseorang dapat memahami apa yang orang lain maksud dan menyampaikan apa yang diinginkan. Menurut Alloy (2005) dalam Yuwono (2012:63) “Aspek bahasa dapat dibagi dua yaitu Receptive Language (bahasa reseptif) dan Expresive Language (bahasa ekspresif)”. Bahasa reseftif adalah kemampuan pikiran manusia untuk memahami apa yang diucapkan orang lain. Sedangkan bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan pikiran dan keinginan.

Pada tahapan bahasa reseptif, anak mampu menjalankan perintah sederhana, mampu menirukan beberapa gerakan dan mengenal banyak nama nama benda, ekspresi, kata kerja, anggota keluarga dll. Jangan lelah untuk terus memperkenalkan banyak hal kepada anak. Walaupun anak belum dapat menirukan atau menyebutkan nama benda yang dimaksud, namun pada tahapan ini anak menyerap banyak stimulus yang diberikan. Perkenalkan kepada anak benda benda disekitar yang dekat daan yang disukainya. Itu akan lebih mempermudah anak mengingat.
Jika anak sudah pada tahapan ini, orang tua tidak perlu khawatir. Berarti tidak lama lagi anak akan mampu berbicara walau mungkin tidak langsung mengeluarkan banyak kata atau kalimat. Setidaknya anak memahami apa yang diperintahkan atau apa yang dimaksud oleh orang disekitarnya.

Pada tahapan selanjutnya yaitu bahasa ekspresif. Pada tahapan ini anak sudah mulai mengeluarkan beberapa kata walau dengan pelafalan yang belum tepat. Mungkin pada beberapa kata yang mudah dan sering diucapkan anak dapat menyebutkannya dengan baik. Teruslah melatih dan memberi rangsangan agar anak dapat menirukan beberapa suku kata, kata bahkan kalimat. Jangan lupa memberikah reward setiap anak melakukan kegitan yang benar untuk terus memotivasinya.
Pada tahapan ini juga anak mulai dapat mengungkapkan apa yang diinginkannya melalui beberapa kata yang mewakili keinginannya. Anak juga mulai memanggil anggota keluarga seperti mama, papa, dan lain lain.

Terapi wicara adalah terapi yang baik diberikan kepada anak dengan kesulitan bicara. Jangan lupa juga selalu melakukan komunikasi dengan terapisnya dan mengulang dirumah materi yang telah diajarkan agar perkembangan anak lebih cepat.
Namun jika kendala anak bukan hanya pada bicaranya saja, misalnya anak belum dapat bersosialisasi dengan lingkungan, belum mengerti perintah sederhana, belum bisa berkonsentrasi dengan baik dan gangguan perkembangan lainnya yang tidak sesuai dengan usianya maka sebaiknya berikan pula layanan terapi perilaku kepada anak. Terapi perilaku bukan hanya untuk anak autis saja. Anak dengan gangguan perkembangan lainpun alangkah baiknya diberikan layanan ini. Namun sayangnya kebanyakan orang tua hanya mengejar kamampuan bicaranya anak saja tanpa melihat bahwa anak tersebut membutuhkan layanan lain untuk perkembanganya.

Perlu diketahui juga bahwa keberhasilan semua pembelajaran ataupun terapi bergantung pada beberapa hal dibawah ini:

1. Intensitas terapi
2. Berat ringannya gangguan yang dialami
3. Pengulangan materi dirumah
4. Usia awal terapi

Maka deteksi dini pada anak berkebutuhan khusus sangatlah penting agar anak dapat segera mendapatkan layanan yang tepat.

Tetap berusaha dan yakinlah tak ada usaha yang tak membuahkan hasil.
Tetap berdoa, lakukan yang terbaik dan jangan menyerah. Semangat kita adalah dorongan anak untuk terus berkembang dengan baik.
Semoga kita semua selalu diberi kesabaran dan semangat yang luar biasa untuk selalu mendukung dan membimbing mereka. Makhluk Tuhan yang paling special 😘😘