Mengenal lebih dekat dengan Montessori

Ini dia yang sedang trending topik di dunia parenting dan per emak’an πŸ˜„. Yuk kita belajar lebih dalam lagi tentang montessori.

  • Pengertian Montessori

Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah. Pada awal penelitian, metode ini diterapkan pada anak berkebutuhan khusus.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut “direktur” atau “pembimbing”). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

Montessori juga memperhatikan adanya saat-saat yang sensitif, ketika anak-anak memiliki kesempatan lebih baik dalam mempelajari sesuatu dibanding masa-masa lainnya.

Misalkan di awal masa anak-anak, mereka mempelajari segala sesuatunya melalui aktifitas gerak dan penginderaan, dengan berbagai material yang mengembangkan kekuatan kognitif melalui pengalaman langsung.

Beranjak besar, di tingkatan dasar, anak-anak mulai mengatur pikirannya dari hal-hal yang nyata ke arah yang abstrak. Mereka mulai mengaplikasikan pengetahuannya ke pengalaman nyata.

Pada setiap tingkatan usia, anak disiapkan untuk menghadapi dunia orang dewasa ketika pikiran dan emosi berkembang untuk lebih memahami konsep-konsep yang lebih abstrak seperti keadilan, kebebasan dan kesetaraan.

Semasa hidupnya Maria Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir, bahkan tahun-tahun awal kehidupannya meupakan masa-masa formatif yang paling penting baik fisik maupun mental anak. Seorang bayi mempunyai pikiran yang aktif, tidak hanya secara pasif menunggu instruksi dari orang dewasa, dan bisa menjadi apatis bila selalu ditinggal sendiri.

Metode pembelajaran yang sesuai dalam tahun-tahun kelahiran sampai usia 6 tahun biasanya akan menentukan kepribadian anak setelah dewasa. Karena perkembangan mental dalam usia- usia awal berjalan dengan cepat, periode ini tidak boleh disepelekan. Montessori yakin bahwa  pada  tahun-tahun awal,  anak mempunyai  β€œPeriode-periode Sensitif (Sensitive Periods)”, selama masa-masa inilah dia secara khusus mudah menerima stimulasi- stimulasi itu. Kegiatan yang ada di dalam montessori ini sama seperti kegiatan terapi okupasi. Jadi, memang kegiatan ini sangat bermanfaat diberikan kepada anak-anak usia dini.

  •  Tujuan Montessori

Metode Montessori bertujuan sebagai pengantar prinsip, agar anak-anak mereka dapat memasuki kesenjangan pendidikan yang lebih tinggi dengan persiapan yang matang dimulai pada usia prasekolah.

Adapun tujuan yang lain dari metode Maria Montessori adalah

  • Membantu para orang tua dalam menerapkan pola pengajaran yang efektif bagi anak mereka.
  • Membantu anak-anak didik dalam mengembangkan tingkat intelektual, psikomotor, dan afektif yang ada pada diri mereka.
  • Membuat anak dituntut untuk dapat berkembang sesuai dengan periode perkembangannya saat mereka mulai peka terhadap tugas-tugas.
  • Mengajarkan pada anak cara belajar yang efektif dan optimal melalui permainan.
  • Mengembangkan keterampilan yang menekankan pada pentingnya anak bekerja bebas dan dalam pengawasan terbatas.
  • Anak diajarkan untuk dapat berkonsenterasi dan berkreasi
  • Anak dibiasakan untuk memilih sesuai dengan keinginan sendiri.

Adapun manfaat dari beberapa kegiatan montessori adalah untuk:

  • Meningkatkan kemampuan motorik halus
  • Meningkatkan keterampilan jari dalam memegang dan menggenggam
  • Meningkatkan konsentrasi anak
  • Meningkatkan kreatifitas anak
  • Mengenal warna
  • Mengebal ukuran
  • Mengenal tekstur
  • Melatih kesabaran
  • Melatih emosi
  • Dan banyak lagi sesuai jenis kegiatannya.

    Berikut adalah contoh kegiatan montessori untuk usia 12 sampai 36 bulan atau anak usia  1 – 3 th (toddler).

    Montessori di rumah dengan alat peraga yang ada di rumah. Bisa kita buat sendiri, yang penting niat dan kemauan bunda. Main kaya gini lebih baik dibandingkan terus pantengin gadget kan. Perhatikan setiap respon anak saat bermain dan saat menyelesaikan permainan sampai selesai dan sampai bisa. Dampingi anak disaat mereka mulai belajar sampai mereka bisa mandiri menyelesaikan tugasnya ya bun.

    Selamat mencoba 😍

    Memasang tutup yang sesuai

    Bermain dengan air (mengambil benda yang diatas air)

    Memasukan ring tissu

    Memberi makan hewan dengan pom pom πŸ˜„

    Melukis diatas pasir (pakai jari ya bun)

    Memindahkan benda kecil menggunakan scoop

    Memberi makan kucing

    Melempar bola ke gawang

    Melukis munggunakan air saja πŸ˜…

    Mencari hewan di sobekan kertas

    Memindahkan bola menggunakan sendok besar

    Meronce bekas gulungan tissu

    Memasukan cotton bud ke lubang kecil

    Matching warna

    Kalau belum bisa mengenal warna, masukin aja dulu tepat ke lubangnya ya.

    Memasukan kancing sesuai warna

    Bermain peek a boo

    Memasukan sedotan ke botol

    Ide bermain lainnya

    Waaaah banyak nih ide bermain montessori di rumah. Gampang kan alat dan bahannya bun. Tidak mesti sama persis dengan yang ada di gambar ya bun, manfaatkan saja barang yang ada di rumah yang penting inti, tujuan dan sasarannya sama.

    Kegiatan ini diberikan sesuai usia dan kemampuan anak juga y. Dimulai dari yang termudah dulu.
    Mari bermain 😍

    Advertisements

    One thought on “Mengenal lebih dekat dengan Montessori

    1. Maaf saya mau nanya klo sekolah atau kursus untuk pelati’y ada ga yah di bandung masalahnya saya cari2 tapi ga ada. Saya tetarik untuk belajar okupasi dan Montessori… Makasih

      Like

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s