Anak Berkebutuhan Khusus

image

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak autis, cerebral palsy, speech delay, down syndrom, disleksia, dan anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Pada anak autis mereka membutuhkan berbagai terapi individual.

AUTISMA
Adalah anak yang memiliki gangguan perkembangan sejak usia sebelum 3 tahun. Gangguan perkembangan yang terjadi pada anak autis sangat komplek meliputi gangguan komunikasi, sosialisasi dan adanya perilaku tidak normal.

ADHD
Dapat diterjemahkan dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiper-aktivitas atau GPPH. Biasanya anak ADHD ini di ikuti gangguan psikiatri lainnya, seperti gangguan belajar spesifik (disleksia), keterlambatan bicara, diskalkulia, dan gangguan gerakan tubuh.

GIFTED
Anak GIFTED adalah anak denan intelegensi yang super atau genius. Dengan intelegensi yang jauh di atas normal, perilaku meteka terkesan aneh. Mereka tidak merasa nyaman berada di kelas dengan teman sebayanya karena dirinya merasa lebih pandai dari temannya. Pada anak GIFTED ini kita harus dapat melihat bidang apa yang paling menonjol di dalam dirinya dan kemudian dapat dikembangkan dengan bimbingan terapis dan guru yang menguasai di bidangnya.

CEREBRAL PALSY
Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kesulitan untuk mengontrol pergerakan tubuh dan koordinasi otot pada bayi baru lahir. Hal ini dapat terjadi sewaktu bayi lahir atau beberapa saat setelahnya akibat komplikasi dalam kehamilan. CP biasanya dihubungkan dengan kerusakan atau perkembangan yang abnormal pada otak janin. Penyebabnya belum diketahui namun faktor resikonya termasuk kelahiran prematur dan mengalami komplikasi selama persalinan, seperti infeksi ibu atau trauma. Kebanyakan masalah ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, tetapi dapat juga terjadi kapanpun dalam 2 tahun pertama ketika otak bayi masih berkembang.

Jenis gangguan belajar

* Disleksia (Dyslexia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca dan /atau kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.
* Diskalkulia (Dyscalculia) adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami kesulitanmemecahkan masalah matematika dan menangkap konsep-konsep dasar aritmatika.
* Disgrafia (Dysgraphia) adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas darikemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafia sering berjuang denganmenulis bentuk surat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.
*Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders) adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan seringmemiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik tertulis atau auditori (atau keduanya).
* Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal Learning Disabilities) adalahgangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
* Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)) adalahgangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.

Beberapa jenis gangguan perkembangan diatas membutuhkan layanan khusus yang tepat. Pendidikan anak dengan kebutuhan khusus tidak dapat disamakan dengan pendidikan normal, karena kelainannya sangat bervariatif dab usia mereka juga berbeda-beda. Cara penata-laksanaannya sangat jauh berbeda dengan pendidikan normal. Di pendidikan normal seorang guru dapat menangani beberapa anak sekaligus, untuk anak berkebutuhan khusus biasanya terapis mampu menangani seorang anak pada saat yang sama. Bahkan untuk anak autis pada tahapan awal terapi dibutuhkan 2 terapis untuk menjadi partner.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s